Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Karena Dianggap Murah, Benda-benda Ini Tanpa Sadar Pernah Kamu Curi

by Ariesta on 19 Januari, 2016

atur uang - CekAja.com

Pernahkah kamu menganggap dirimu sendiri pencuri? Kalau tidak, pernahkah kamu meminjam barang orang tanpa mengembalikannya? Tentu saja ini tidak membuatmu setara kriminal yang pandai memanipulasi dan menyusun rencana untuk merampok bank atau mencuri permata.

Namun jika kamu renungkan, lupa mengembalikan barang yang kamu pinjam, atau membawa pulang barang yang bukan gratis termasuk dalam tindakan pencurian  kecil. Mungkin kamu mengelak kalau tidak akan ada yang merasa kehilangan kalau kamu mengambilnya.

Daftar berikut merupakan hal-hal kecil yang paling sering dicuri baik secara sadar maupun tanpa sadar.

cekaja-daftar-kartu-kredit

Pulpen

Seberapa sering kamu kehilangan pulpen semasa sekolah? Pulpen adalah benda yang paling sering dipinjam dan tidak dikembalikan. Berdasarkan Cheatsheet, 70% pegawai kantoran di Amerika kehilangan pulpen mereka dan 40% lainnya mendapati teman kerja mencuri pulpen.

Pulpen adalah benda kecil yang mudah hilang. Tak heran jika bank ‘merantai’ pulpen di atas meja supaya tidak sengaja dibawa oleh kostumer. Harga pulpen sekitar Rp 3.000 dan dalam sebulan kamu menghilangkan 10 buah, kamu telah mencuri sebanyak Rp 360.000 dalam setahun. Masih bilang ini sepele?

(Baca juga: Jangan Dulu Berhenti Kerja Sebelum Baca Artikel Ini)

Memotong antrian

Pepatah mengatakan waktu adalah uang. Dan waktu adalah hal yang tak ternilai harganya. Ini artinya, waktu bukanlah hal ‘murah’ karena sebanyak apapun uang yang kamu punya, kamu tidak bisa membelinya kembali.

Mengapa memotong antrian termasuk mencuri? Hal ini karena saat kamu memoton antrian, kamu telah mencuri waktu orang lain. Orang yang kamu ambil gilirannya harus menunggku lebih lama dari seharusnya. Jurnal kepribadian dan psikologi sosial mengulas tentang reaksi orang-orang yang terlibat dalam situasi tersebut.

Mungkin kamu secara tegas mengatakan tidak pernah menyerobot antrian. Tapi pernahkah kamu mengantri di kasir supermarket, lalu saat kasir yang lain buka, kamu langsung berlari supaya jadi yang pertama dilayani meskipun orang di depanmu sebenarnya lebih berhak.

Perlengkapan hotel

Saat menginap di hotel, banyak orang ingin menikmati kenyamanan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Hotels.com menemukan jika 23% traveler mencari kamar yang menyediakan kopi, 34% menganggap free Wi-Fi merupakan keharusan. Sebanyak 35% koresponden mengaku pernah membawa pulang handuk dan seprai.

Sabun, shampoo, kopi, dan teh memang disediakan secara gratis. Tapi kalau kamu berpikir handuk dan seprai termasuk hak yang kamu bayar, kamu telah melakukan pencurian. Untk menghindari hal ini, beberapa hotel memberlakukan denda kehilangan barang sebelum tamu check out.

Buku perpustakaan

Ini merupakan hal klasik yang sering dilakukan saat kamu duduk di bangku sekolah. Awalnya kamu memang meminjam dan membayar uang sewa. Tapi karena terlambat mengembalikan dan uang denda sudah terlanjur membengkak, kamu memilih tidak mengembalikan selama tidak ditagih oleh pegawai perpustakaan. Untuk mengantisipasi hal ini, banyak sekolah dan kampus yang memberlakukan surat bebas perpustakaan sebagai syarat pengambilan ijazah.

Majalah dan headphone di pesawat

Maskapai penerbangan menyediakan bacaan dan headphone agar penumpang tidak bosan. Tapi sengaja atau tidak, banyak penumpang yang memasukkan kelengkapan pesawat ke tas mereka padahal jelas-jelas ini bukan barang gratis.

(Baca juga: Walau Gratis, 6 Hal Ini Justru Menyengsarakan)

Korek

Barang kecil lainnya yang sering masuk kantong tanpa sadar adalah korek. Terutama bagi kamu yang perokok, kamu pasti pernah meminjam korek ke temanmu. Karena sang pemilik tidak menagih, kamu pun luput mengembalikan.

Gula, garam, dan saus di restoran cepat saji

Mengantongi dua atau tiga saus ekstra dari yang telah dijatahkan mungkin perkara sepele untukmu. Namun saat CNN mewawancarai restoran cepat saji Jim ‘N’ Nick’s BBQ, CEO Nick Pihakis mengatakan pencurian saus dapat mengabitkan kerugian perusahaan. Kerugiaan tersebut mencapai 1% dari pengeluaran restoran yang setara dengan (Rp 12,4 miliar). Nah, masih menganggap ini bukan pencurian?

(Baca juga: Berhemat Uang Boleh Saja, Asalkan …)

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami