Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kebiasaan Kamu Ternyata Mempengaruhi Kesuksesan di Masa Depan, Ini Buktinya!

by Tisyrin N. T on 3 Februari, 2017

kebiasaan sukses _ investasi - CekAja.com

“Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan bukan sebuah tindakan, tetapi kebiasaan”

Senada dengan kalimat bijak dari Aristoteles tersebut, kebiasaan punya kekuatan yang besar. Kebiasaan bisa menciptakan sebuah keunggulan. Kebiasaan kecil yang diulangi hari demi hari, minggu demi minggu, tahun demi tahun, bisa mengubah siapa dirimu hari ini juga bisa menentukan akan menjadi apa kamu di masa depan.

Berikut ini bukti dari kekuatan kebiasaan yang terlihat pada beberapa manusia hebat.

Duduk dan berpikir – Warren Buffet

Bagaimana salah satu investor terbesar tidak membiarkan emosi mempengaruhi kemampuannya untuk membuat keputusan yang bijaksana dan kuat? Warren Buffet menghabiskan banyak waktu hampir setiap hari untuk duduk dan berpikir.

Dia juga banyak membaca serta jarang bertindak impulsif jika dibandingkan dengan kebanyakan orang dalam berbisnis. Dia melakukannya karena menyukai jenis kehidupan seperti itu.

Mengapa kamu harus melakukannya?

Menghadapi keputusan yang sulit adalah hal luar biasa, bahkan bagi seorang Buffet. Duduk dan berpikir seperti Buffet dalam melakukan sesuatu, penting untuk membangun rutinitas pengambilan keputusan yang ketat. Ini akan menyingkirkan emosi.

Membentuk rutinitas harian – Winston Churchill

Winston Churchill dianggap sebagai salah satu pemimpin politik terbesar abad ke-20. Dia menjadi Perdana Menteri Inggris kala melalui masa yang sulit Perang Dunia Kedua.

Lahir dalam keluarga bangsawan dan menghabiskan tahun-tahun dewasa awal di militer, Chruchill terbiasa untuk disiplin. Dia punya jadwal harian yang ketat bahkan setelah meninggalkan militer pada usia 26.

Dia benar-benar terorganisir. Rutinitasnya benar-benar diktator. Dia mengatur dirinya sendiri dengan jadwal yang kejam setiap hari dan akan sangat gelisah jika jadwalnya rusak. Dia bangun pukul 8 setiap pagi dan memulai hari dengan mandi air panas, latihan pidato atau bernyanyi. Churchill menghabiskan jam-jam berikutnya di tempat tidur dengan membaca koran dan melakukan beberapa hal lain.

Sisa hari juga tergorganisir dengan baik. Dia akan menjawab email, mengerjakan pidato, menikmati makan siang. Setelah itu, dia tidur siang. Jam malam dihabiskan bermain kartu dengan keluarga, mandi dan makan malam.

Dia memulai shift kerja yang kedua pukul 11 malam dan biasanya berakhir pukul 2 pagi, kadang-kadang hingga pukul 4 pagi.

Mengapa kamu harus melakukannya?

Di luar kesibukan umum yaitu bekerja nine to five,  hanya beberapa dari kita yang telah berhasil membangun rutinitas sehari-hari yang sukses. Mengorganisir diri dari pagi hingga malam akan membuat kamu lebih produktif. Kamu akan menemukan lebih banyak hal yang bisa kamu lakukan dalam hidup dan menjadi lebih sukses.

Jangan tunggu inspirasi – Pablo Picasso

Meskipun kamu bukan penggemar seni, kamu pasti pernah mendengar nama Pablo Picasso sebagai pelukis. Seniman asal Spanyol ini dianggap salah satu seniman paling berpengaruh dan terbesar dari abad ke-20.

Meskipun dia punya pikiran kreatif, Picasso tidak menghabiskan waktunya untuk menunggu inspirasi dan muncul secara ajaib. Sebaliknya, dia mulai bekerja, menunggu menemukan inspirasi dalam proses.

Mengapa kamu harus melakukannya

Menunggu dan mengandalkan inspirasi ajaib datang kepada kamu tidak akan selalu efektif. Kamu akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menunggu dan akhirnya tidak bekerja sama sekali.

Ikuti gaya Picasso. Mulailah bekerja, meskipun kamu harus menatap halaman kosong sementara waktu. Pada akhirnya, inspirasi dan kreativitas akan mengejar ketertinggalan itu dan kamu akan masuk ke aliran produktivitas berkualitas tinggi. (Baca juga: Orang Indonesia Ini Meraup Puluhan Juta Rupiah dari Mengolah Sampah)

Jangan takut gagal – Michael Jordan

Michael Jordan adalah pemain basket legendaris. Namun, dia tidak asing dengan kegagalan. Di awal karirnya, dia bahkan pernah dihentikan dari tim SMA nya. Dia membalikan frustasi menjadi motivasi, menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk sukses di kemudian hari.

Baginya, kegagalan bukan akhir dari jalan, yang penting tidak takut mencoba. Dia bisa menerima kegagalan, semua orang bisa gagal. Namun, dia tidak terima jika tidak mencoba.

Mengapa kamu harus melakukannya?

Kegagalan bukanlah akhir dari dunia. Jika kamu punya tujuan yang tinggi, lakukan apapun untuk sampai ke sana. Tekadmu untuk sukses dalam hidup harus mendorongmu melewati ketakutan dan kegagalan.

Kemunduran tidak berarti bahwa kamu telah gagal. Kemunduran adalah sebuah pelajaran yang akan membantumu menyesuaikan perilaku di masa depan dan menghindari kesalahan yang sama dua kali. Kegagalan yang sebenarnya adalah ketika kamu melupakan impian kamu dan memutuskan untuk tidak mencoba.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami