Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kebiasaan Makan Ketika Puasa yang Baik Dilanjutkan Setelah Lebaran

by Ariesta on 29 Juni, 2017

pola makan setelah Lebaran _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Bagi sebagian orang, berpuasa di bulan Ramadan dianggap sebagai kesempatan untuk berdiet dan mengatur pola makan sehat.

Tapi sayangnya, banyak yang merasa setelah itu berat badan kembali naik. Penyebabnya tidak lain karena tidak bisa menahan godaan nastar, kastangel, rendang, opor ayam, dan makanan khas lebaran lain.

Usaha mengatur pola makan selama bulan puasa pun jadi percuma. Supaya setelah lebaran tetap langsing dan jauh dari penyakit kritis, yuk, teruskan kebiasaan makan ini.

Makan dengan porsi kecil

Orang yang pernah sukses berdiet pasti tahu kalau makan dengan porsi kecil tapi sering lebih menyehatkan daripada makan dengan porsi besar namun jarang. Faktanya makan lima sampai enam kali sehari namun dalam porsi kecil lebih menyehatkan daripada makan tiga kali sehari namun dalam porsi besar.

Makan dalam porsi kecil namun sering juga membuat kita tidak mudah lapar dan bagus untuk gula darah. Selain itu, jangan pernah meninggalkan sarapan. Karena berdasarkan penelitian, orang yang sarapan makan kalori 30 persen lebih sedikit saat makan siang karena kondisi perut tidak dalam keadaan terlalu lapar.

Minum banyak air putih

Meski terkesan simpel, air putih rupanya membawa segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Bagi yang ingin berat badannya stabil, minumlah dua gelas penuh air putih 15-20 menit sebelum makan untuk menekan rasa lapar. Karena perut sudah sedikit lebih kenyang berkat minum air putih, kita pun jadi tidak berlebihan dalam menyantap porsi makanan.

Setiap kali ingin ngemil makanan berkalori tinggi, ganti dengan air putih sampai rasa laparnya hilang. Mengganti kebiasaan konsumsi kopi dengan air putih juga dapat mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

Makan sebelum lapar

Pernah dengar pepatah sarapanlah dengan porsi raja, makan siang dengan porsi prajurit, dan makan malam dengan porsi rakyat kecil? Pepatah ini menggambarkan bagaimana seharusnya pola makan orang dengan gaya hidup sehat.

Sayangnya justru sarapan sering dilewatkan karena alasan tidak sempat. Akibatnya makan siang dan makan malam menjadi ajang ‘balas dendam’.

Sarapan di pagi hari membuat kita punya banyak waktu untuk melakukan pembakaran dan makan siang dengan porsi lebih sedikit karena masih kenyang. Makan malam seharusnya menjadi makan dengan porsi paling sedikit karena saat malam aktivitas kita lebih santai sehingga tidak ada kesempatan untuk membakar kalori.

Makan dengan perlahan

Saat lapar dan akhirnya bertemu makanan, kita cenderung ingin memasukan sebanyak-banyaknya makanan ke mulut. Namun cara makan seperti ini justru membuat kita mengonsumsi porsi besar lebih dari yang dibutuhkan.

Mengunyah makanan secara perlahan membuat kita mengonsumsi lebih sedikit kalori dan memberikan sugesti kenyang. Kebiasaan ini juga membuat makanan tercerna lebih baik. Saat makan, fokuslah pada makanan yang dimakan. Jangan makan sambil mengerjakan pekerjaan lain (misalnya menonton tv atau membaca buku) karena akan membuat kita tak sadar berapa banyak yang sudah disantap.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami