Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

by Miftahul Khoer on 3 Januari, 2020

Malam pergantian tahun biasanya dirayakan masyarakat dengan membakar kembang api dan juga meniup terompet untuk memeriahkannya. Namun, tahukah kamu kalau kebiasaan merayakan tahun baru dengan meniup terompet ternyata mengancam kesehatan kamu?

Berikut ini potensi penyakit yang perlu diwaspadai apabila terompet yang tersedia di malam perayaan tahun baru, digunakan oleh banyak orang:

Selesma dan influenza - Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

Meniup terompet yang sama dengan orang lain berpotensi menularkan penyakit selesma dan influenza. Selesma biasanya memiliki gejala dengan permulaan sakit pada tenggorokan yang diikuti oleh pilek, hidung tersumbat, serta batuk. Pada anak-anak biasanya juga disertai dengan demam yang jarang terjadi pada orang dewasa.

Selesma disebabkan oleh virus namun biasanya tidak berbahaya dan bisa pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tetapi, apabila kondisi tidak berangsur pulih dalam dua hari, perlu dilakukan cek ke dokter untuk tindakan lebih lanjut.

Kemudian untuk gejala influenza biasanya diikuti flu yang lebih berat dan biasanya berupa sakit tenggorokan, demam tinggi, batuk, pilek, dan pegal-pegal di seluruh badan. Pada umumnya virus influenza bisa hilang dalam 5-7 hari.

Pneumonia - Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumonia yang apabila tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan radang selaput otak atau meningitis.

Apabila batuk terjadi lebih dari dua minggu dan juga disertai dengan batuk berdarah, berat badan turun, dan sering berkeringat pada malam hari yang diikuti dengan demam, nyeri dada, sampai terjadi pembesaran getah bening, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Pertusis - Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat menular yakni bordetella pertusis. Jangan anggap remeh penyakit pertusis karena bisa menyebabkan kematian yang terjadi pada 250 ribu anak di dunia setiap tahunnya.

(Baca juga: 5 Serial Netflix Terbaik Untuk Nemenin Liburan Tahun Barumu)

Pertusis memiliki gejala mirip dengan flu seperti batuk yang tak kunjung pulih, pilek, mata merah, dan demam. Batuk pada pertusis biasanya bisa sampai mengeluarkan suara seperti teriakan akibat terlalu keras.

  • Tuberkulosis

Tuberkulosis - Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

Tuberkulosis juga biasa dikenal dengan TBC yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis penularannya terjadi lewat udara. Pada umumnya, TBC menginfeksi paru-paru, yang juga bisa mengenai tulang, usus, kelenjar getah bening, dan organ tubuh lainnya.

Gejala yang menandai timbulnya penyakit ini biasanya berupa batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, batuk berdarah, demam, nyeri dada, dan juga pembesaran kelenjar getah bening.

  • Stroke

Stroke - Kebiasaan Merayakan Tahun Baru Ternyata Bisa Menularkan Penyakit

Tentu tidak banyak yang menyangka terompet tahun baru bisa membawa petaka berupa penyakit stroke yang berbahaya.

Merujuk pada pendapat Dr. Stefan Evers dari Universitas Munster di Jerman, dia mengatakan stroke dapat terjadi akibat terlalu bersemangat dalam meniup terompet pada saat perayaan pergantian tahun sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak pecah.

Kondisi lebih mengerikan lagi yang perlu diketahui adalah umumnya kondisi ini terjadi pada anak-anak ataupun remaja karena pembuluh darah pada usia ini masih relatif lemah dibandingkan dengan orang dewasa.

Secara umum, masih banyak jenis penyakit lainnya yang bisa timbul akibat dari terompet yang memeriahkan perayaan malam pergantian tahun antara lain fifth disease atau Parvovirus B19, infeksi pneumokokal, sampai dengan mononucleosis.

Terompet tahun baru sangat rawan menjadi tempat penularan penyakit karena pada saat masih berada di penjual, terompet biasanya ditiup oleh banyak orang mulai dari pembuat, penjual, hingga pembeli lainnya untuk mengetes kualitas suara yang dihasilkan dari terompet.

(Baca juga: Jenis Diskon Tahun Baru yang Sayang untuk Dilewatkan)

Kemudian, agar terhindar dari penyakit yang ditularkan melalui terompet, perlu dipastikan terlebih dahulu untuk membersihkan tempat meniup terompet dengan alkohol untuk membunuh kuman ataupun bakteri yang mungkin ada akibat dari air liur yang menempel dan juga untuk meminimalisasi penularan penyakit.

Jangan sampai momen ceria pergantian tahun berubah menjadi nestapa. Kamu tidak mau kan hal tersebut terjadi?

Untuk itu, alangkah baiknya jika kamu selalu melindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.