Kebijakan Baru Whatsapp Bikin Banyak Pengguna Kabur

6 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Kebijakan baru Whatsapp menjadi salah satu hal yang saat ini banyak dibicarakan. Ini jelas, mengingat pengguna Whatsapp ada lebih dari 2 miliar, dan menobatkan Whatsapp sebagai aplikasi percakapan terbesar.

Hal ini menunjukkan, bahwa komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Karena tak mungkin, manusia bisa hidup tanpa melakukan komunikasi.

Ada banyak cara manusia dalam berkomunikasi. Seiring bertambahnya kemajuan jaman, ilmu pengetahuan pun melahirkan satu per satu teknologi baru, yang mempermudah proses komunikasi.

Lihat saja bagaimana teknologi chat semakin hari semakin bertambah, ada banyak media chat yang tersebar di dunia digital, dan masing-masing memiliki pangsa penggunanya sendiri.

Tak hanya itu, media sosial pun memfasilitasi chat, sebagai satu sarana untuk penggunanya lebih private dalam berkomunikasi.

Namun alih-alih membuat komunikasi menjadi private, tak sedikit juga aplikasi jejaring dan obrolan yang membuat penggunanya merasa tak aman, terutama mengenai data pribadi.

Mengingat sebuah aplikasi pastilah akan melakukan update, untuk membuat mereka lebih berkembang, dan tak sedikit juga kehebohan terjadi karena hal tersebut.

Seperti halnya Whatsapp, yang pada awal tahun 2021 ini mulai memperkenalkan kebijakan privasi terbaru mereka, dan ini terbilang kontroversial.

Sampai ada pengguna yang berujar, bahwa mereka lebih memilih pindah menggunakan Telegram atau Signal.

Beberapa hal memang membuat pengguna khawatir, salah satunya adalah mengenai data pribadi.

Pasalnya, WhatsApp telah mulai memberi tahu 2 miliar penggunanya tentang pembaruan kebijakan privasinya, dan jika mereka ingin tetap menggunakan aplikasi perpesanan terpopuler itu, mereka harus menerimanya.

Persyaratan baru, yang disampaikan pada awal 2021, telah menyebabkan protes di kalangan pakar teknologi, pendukung privasi, pengusaha miliarder, dan organisasi pemerintah, serta memicu gelombang pembelotan ke layanan saingan.

(Baca Juga: 11 Fitur Rahasia WhatsApp)

Kebijakan baru WhatsApp mengatakan, perubahan itu diperlukan untuk membantunya berintegrasi lebih baik dengan produk Facebook lainnya, tetapi telah menunda tenggat waktu di tengah reaksi keras. Ya, kita tahu bahwa Facebook dan Whatsapp kini sudah menjadi satu.

Kebijakan baru WhatsApp sekarang, dikatakan berhak untuk berbagi data, yang dikumpulkannya tentang penggunanya dengan jaringan Facebook yang lebih luas, termasuk Instagram, meski kita memiliki akun atau profil di sana atau tidak.

Sebagian besar kebijakan, yaitu tentang memonetisasi WhatsApp secara luas sejalan dengan kebijakan sebelumnya, dan menyatakan bahwa “WhatsApp menerima informasi dari, dan berbagi informasi dengan Perusahaan Facebook lainnya. Kami dapat menggunakan informasi yang kami terima dari mereka, dan mereka dapat menggunakan informasi yang kami bagikan dengan mereka, untuk membantu mengoperasikan dan memasarkan layanan”.

Untuk pengguna lama, opsi untuk berbagi data dengan Facebook tersedia pada tahun 2016, tetapi hanya itu: opsional dan sementara.

Itu menjadi wajib bagi semua orang mulai 8 Februari, tetapi perusahaan menundanya hingga 15 Mei sementara itu menjelaskan lebih lanjut perubahannya.

Hingga sekarang, masih banyak pengguna WhatsApp yang merasa kebingungan dengan perubahan kebijakan baru Whatsapp. Bahkan, beberapa mulai beralih ke aplikasi perpesanan lainnya.

Mengapa Facebook menginginkan data tersebut pada kebijakan baru WhatsApp?

WhatsApp mengatakan, bahwa ia membutuhkannya untuk membantu mengoperasikan dan meningkatkan penawarannya.

Secara keseluruhan, hampir semua pendapatan dari $ 21,5 miliar yang dihasilkan Facebook, pada kuartal ketiga tahun 2020 berasal dari iklan, dan tidak ada yang dari WhatsApp.

Perusahaan ingin bisa menayangkan iklan yang lebih bertarget kepada orang-orang di Facebook dan Instagram, dengan mengetahui kebiasaan penggunaan mereka di WhatsApp, dan membiarkan bisnis menerima pembayaran di WhatsApp, untuk barang-barang yang misalnya diklik di iklan Instagram.

Lalu apa akibatnya dengan adanya pemberitahuan kebijakan baru Whatsapp?

Kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan kementerian pertahanan negaranya mengatakan mereka membatalkan WhatsApp.

Miliarder teknologi Elon Musk menyarankan aplikasi saingannya, Signal, kepada 42 juta pengikutnya di Twitter, Inc.

Layanan pendaftaran untuk Signal semakin banyak, setelah masuknya pengguna baru membanjiri servernya.

Pada 10 Januari, Twitter menulis: “Kami terus memecahkan rekor kunjungan dan menambah kapasitas, karena semakin banyak orang yang menyadari betapa mereka tidak menyukai ketentuan baru Facebook.”

Apakah kebijakannya sama secara global?

Ternyata jawabannya tidak. Ada perbedaan teks untuk Eropa, dibandingkan dengan belahan dunia lainnya.

Di Amerika Serikat, WhatsApp mengatakan ingin membiarkan pengguna, mulai menghubungkan akun Facebook Pay mereka “untuk membayar sesuatu di WhatsApp” secara eksplisit, dan membiarkan mereka mengobrol dengan teman di produk Facebook lain, ini juga versi yang berlaku untuk Eropa.

Siapa yang diuntungkan dari perubahan kebijakan baru WhatsApp tentang privasi?

Bisnis, terutama. WhatsApp mengatakan perusahaan akan dapat menggunakan alat baru untuk berkomunikasi dengan, dan menjual kepada pelanggan di platform Facebook.

Disebutkan juga, bahwa khusus untuk pesan yang dipertukarkan antara pengguna dan perusahaan, bisnis tersebut “dapat melihat apa yang kita katakan dan dapat menggunakan informasi tersebut untuk tujuan pemasarannya sendiri, yang mungkin termasuk beriklan di Facebook”.

Tetapi penerima manfaat lainnya termasuk layanan saingan seperti Signal, aplikasi perpesanan yang dijalankan oleh yayasan yang dibuat oleh salah satu pendiri WhatsApp Brian Acton, setelah dia menjual perusahaan itu ke Facebook.

Signal, yang mengandalkan sumbangan daripada uang dari pengiklan, mengatakan telah terjadi lonjakan unduhan setelah pembaruan kebijakan baru WhatsApp.

Setelah mengumumkan kebijakan baru WhatsApp, dan menuai reaksi keras dari banyak pengguna, kemudian WhatsApp mengumumkan penundaan tiga bulan dari kebijakan privasi baru, yang awalnya dijadwalkan mulai berlaku pada 8 Februari.

Kebijakan baru WhatsApp mengenai pembaruan tersebut, sebenarnya tidak akan berbagi data dengan Facebook, mengenai obrolan pengguna atau informasi profil lainnya.

WhatsApp juga telah berulang kali mengklarifikasi, bahwa pembaruannya membahas obrolan bisnis jika pengguna berbicara dengan platform layanan pelanggan perusahaan melalui WhatsApp.

Lalu bisakah Facebook membaca WhatsApp saya sekarang?

Tidak. Percakapan dengan teman kita dienkripsi secara end-to-end, artinya WhatsApp sendiri tidak bisa mengaksesnya.

Namun, dengan menggunakan WhatsApp, kita mungkin berbagi data penggunaan kita, serta pengenal unik ponsel di antara jenis-jenis lain, yang disebut metadata.

Ini mungkin ditautkan ke identitas kita, menurut WhatsApp pada cantumannya di App Store Apple Inc.

Dan data inilah yang ditetapkan oleh kebijakan privasi, yang sekarang harus disetujui bisa dibagikan dengan Facebook.

WhatsApp mengatakan, sekarang akan menggunakan penundaan tiga bulan ini, untuk mengkomunikasikan dengan lebih baik tentang perubahan dalam kebijakan baru, dan praktik privasi lama seputar obrolan pribadi, berbagi lokasi, dan data sensitif lainnya.

WhatsApp mengatakan tidak ada yang akan kehilangan akses ke aplikasi, jika mereka tidak menyetujui persyaratan perjanjian layanan baru, yang mengkomunikasikan perubahan awal bulan ini.

WhatsApp memberi tahu bahwa kebijakan tidak akan berubah ketika sudah keluar.

Maksud dari pembaruan ini adalah mengkomunikasikan kepada pengguna, bahwa pesan dengan bisnis di WhatsApp dapat disimpan di server Facebook, yang mengharuskan pembagian data antara kedua perusahaan.

Akhirnya, WhatsApp memberikan klarifikasinya yang rangkumannya antara lain, WhatsApp dan Facebook tidak bisa melihat percakapan pribadi kita.

Melainkan, mungkin akan bisa melihat percakapan dengan akun bisnis, dimana itu adalah opsional, WhatsApp tidak menyimpan pesan dan panggilan pribadi kita, WhatsApp tidak akan membagikan kontak ke Facebook, WhatsApp tidak bisa melihat lokasi kita dan grup WhatsApp sifatnya pribadi.

Dengan adanya klarifikasi ini, membuat kebijakan baru WhatsApp yang tadinya simpang siur menjadi lebih jelas.

Tapi, WhatsApp saat ini sudah banyak ditinggalkan penggunanya. Mereka beralih ke aplikasi Signal atau Telegram.

Bahkan, Telegram mendapatkan 91 juta pengguna baru sejak adanya kebijakan baru WhatsApp. Jadi buat kamu, masih mau memakai WhatsApp atau pilih aplikasi lain nih?

Apapun pilihannya, pastikan kamu tidak menggunakan gadget secara berlebihan, ya! Karena, hal tersebut dapat merusak kesehatan mata.

Selain mengontrol penggunaan gadget, untuk mendapat perlindungan maksimal, kamu juga bisa menggunakan asuransi kesehatan.

Seperti yang diketahui, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan, selama kamu sakit.

Sehingga, apabila nantinya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kesehatanmu, maka kamu bisa langsung memeriksanya ke dokter, tanpa harus merasa khawatir dengan besarnya biaya pengobatan yang harus dibayarkan.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, yuk segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com sekarang juga!

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti