Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi yang Perlu Diketahui Sebelum Bepergian

Menjelang libur panjang menyambut Natal dan Tahun Baru 2021, pemerintah belum lama ini mengeluarkan kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi. Kebijakan ini sendiri, pada dasarnya ditujukan untuk meminimalisir risiko melonjaknya kasus Covid-19.

Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi yang Perlu Diketahui Sebelum Bepergian

Adapun kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi ini, merupakan syarat perjalanan yang wajib dipenuhi.

Meski kebijakan ini diperuntukkan bagi transportasi umum dan pribadi, namun apakah kendaraan pribadi benar-benar membutuhkannya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa informasi terkait kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi, secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Kebijakan Rapid Test Antigen - Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Pemerintah pada 18 Desember 2020 menetapkan, kalau keluar masuk wilayah DKI Jakarta harus menyertakan surat hasil pemeriksaan antigen.

Ketetapan terkait penyertaan surat hasil rapid test antigen sendiri, diumumkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Yang mana, ketetapan tersebut sudah menjadi kebijakan nasional, dan diberlakukan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2021, atau tepatnya sejak tanggal 18 Desember 2020 – 8 Januari 2021.

Dan seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kalau kebijakan rapid test antigen ini berlaku untuk transportasi umum dan pribadi.

Namun sayangnya, untuk kendaraan pribadi sendiri terdengar kabar pasti terkait penyertaan surat hasil rapid test antigen.

Maka dari itu, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi, di bawah ini CekAja.com telah merangkumnya secara lengkap sebagai berikut.

Untuk Transportasi Umum

Untuk Transportasi Umum - Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Mengingat kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi, sudah menjadi kebijakan nasional, maka setiap orang yang akan bepergian keluar masuk Jakarta menggunakan transportasi umum, diwajibkan untuk melampirkan surat hasil rapid test tersebut.

Adapun transportasi umum yang dimaksud adalah semua jenis transportasi umum yang tersedia, mulai dari angkutan udara, angkutan darat dan angkutan laut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo juga mengatakan, kalau pengecekan surat hasil rapid test antigen, maupun swab PCR lebih diprioritaskan untuk jalur udara, khususnya penumpang yang akan keluar masuk Jakarta.

(Baca Juga: Biaya dan Lokasi Rapid Test Antigen Jabodetabek)

Namun hari ini, tepatnya 21 Desember 2020, PT Kereta Api Indonesia melalui Instagram resminya menginformasikan, kalau mereka juga sudah menjadikan surat rapid test antigen, sebagai syarat untuk melakukan perjalanan kereta api jarak jauh komersial di Pulau Jawa.

Dijadikannya surat rapid antigen sebagai syarat perjalanan kereta api tersebut, didasarkan pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 3 Tahun 2020 dan Surat Edaran Kemenhub No. 23 Tahun 2020, yang mengatakan kalau mulai tanggal 22 Desember 2020 – 8 Januari 2021, pelanggan KA jarak jauh diharuskan untuk menunjukkan hasil rapid test antigen yang negatif.

Adapun surat hasil rapid test antigen dengan hasil negatif yang wajib ditunjukkan itu, harus memiliki masa berlaku paling lambat 3 x 24 jam, atau H-3 sebelum keberangkatan.

Dan untuk surat keterangan swab test PCR, masa berlaku yang harus dimiliki setidaknya paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan.

Di samping itu, untuk perjalanan KA jarak jauh di Pulau Sumatera, pelanggan juga diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antibodi non reaktif atau test PCR negatif Covid-19, setidaknya paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan (H-14).

Untuk memudahkan kamu dan pelanggan lainnya, KAI juga menyediakan layanan rapid test antigen dengan biaya Rp105 ribu, yang tersedia di beberapa stasiun, yaitu:

  • Stasiun Gambir
  • Stasiun Pasar Senen
  • Stasiun Kiaracondong
  • Stasiun Cirebon Prujakan
  • Stasiun Tegal
  • Stasiun Semarang Tawang
  • Stasiun Yogyakarta
  • Stasiun Surabaya Gubeng
  • Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Jadi intinya, kebijakan rapid test antigen untuk kendaraan umum sifatnya wajib, dan sudah diberlakukan sejak 18 Desember 2020 lalu.

Namun perlu diketahui, diberlakukannya kebijakan tersebut menyesuaikan dengan masa angkutan Lebaran atau mengikuti periode waktu yang sudah ditentukan.

Untuk Kendaraan Pribadi

Kendaraan Pribadi = Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Jika kebijakan rapid test antigen untuk transportasi umum sudah diketahui dengan jelas di pembahasan sebelumnya, maka kali ini kamu akan mengetahui tentang kebijakan rapid test antigen untuk transportasi pribadi.

Yang mana, hingga saat ini masih simpang siur atau belum terdengar kejelasannya, apakah surat rapid test antigen benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Nah mengenai hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan kalau untuk kendaraan pribadi, pihaknya akan membantu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam melakukan pemeriksaan acak terhadap hasil rapid test antigen.

Jadi, untuk kamu yang akan bepergian dan melakukan perjalanan darat di daerah Jawa, maka kamu perlu melakukan rapid test antigen terlebih dahulu sebelum keberangkatan.

Sebab, pemerintah tidak menyediakan fasilitas pemeriksaan rapid test antigen, untuk masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan pribadi.

Riza juga mengatakan, pemeriksaan hasil rapid test antigen untuk kendaraan pribadi itu, dilakukan di beberapa titik tertentu yang tidak disebutkan jumlah dan lokasinya, karena diatur oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Dengan kata lain, pemeriksaan tersebut dilakukan secara acak (random check), karena tidak memungkinkan untuk dilakukan secara keseluruhan.

Tetapi meski begitu, aturan untuk masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kendaraan pribadi jalur darat ini, masih dalam tahapan pembahasan di Kementerian Perhubungan RI, baik untuk yang meninggalkan Jakarta ataupun yang datang ke Jakarta.

Sehingga untuk transportasi pribadi, kebijakan ini masih menunggu kepastian. Karena hingga saat ini, aturannya pun masih belum dikeluarkan oleh pemerintah.

Namun untuk mengantisipasi hal tersebut, tidak ada salahnya jika kamu melakukan rapid test antigen pribadi sebelum bepergian.

Selain itu, melakukan rapid test antigen pribadi juga bisa membantumu mengetahui kondisi tubuhmu saat ini, apakah terbebas dari paparan virus Covid-19 atau tidak.

Biaya Rapid Test Antigen

Biaya Rapid Test Antigen - Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Jika kejelasan informasi mengenai kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi sudah kamu ketahui di pembahasan sebelumnya, maka kali ini kamu akan mengetahui biaya rapid test antigen itu sendiri.

Secara umum, biaya rapid test antigen berbeda dan lebih mahal dibandingkan rapid test yang biasanya.

Melansir dari liputan6.com, biaya rapid test antigen di fasilitas pelayanan kesehatan pulau Jawa, batas tertingginya yaitu Rp250 ribu.

Sedangkan untuk luar pulau Jawa, batas tinggi yang diberikan untuk biaya rapid test antigen, yaitu Rp275 ribu.

Perlu diingat, biaya tersebut merupakan biaya yang hanya berlaku untuk masyarakat yang ingin melakukan rapid test antigen mandiri di rumah sakit, laboratorium maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya.

Namun, untuk kamu yang bepergian menggunakan maskapai penerbangan, PT Angkasa Pura II sedang menyiapkan layanan preorder untuk melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan rapid test antigen, di sejumlah bandara yang ia kelola.

Layanan preorder ini sendiri, sejatinya dibuat untuk memudahkan masyarakat yang ingin bepergian dalam melakukan PCR atau rapid test antigen.

Cara yang perlu dilakukan sendiri sangat mudah, kamu hanya perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu, setidaknya satu atau dua hari sebelum melakukan PCR atau rapid test antigen.

Selain melakukan PCR atau rapid test antigen di bandara, kamu juga bisa melakukannya di beberapa fasilitas kesehatan lainnya, di antaranya seperti:

  • GSI Lab Jakarta, dengan biaya swab test PCR sekitar Rp899 ribu dan hasil diberikan H+1
  • Bumame Farmasi Jl. Tb Simatupang, Jakarta Selatan, dengan biaya swab test PCR sekitar Rp880 ribu dan hasil diberikan dalam 24 jam
  • Rumah Sakit Pertamina Jaya Jakarta, dengan biaya swab test PCR sekitar Rp900 ribu dan hasil diberikan H+1
  • Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor, dengan biaya swab test PCR sekitar Rp900 ribu dan hasil diberikan pada H+1.

Masa Berlaku Rapid Test Antigen

Masa Berlaku Rapid Test Antigen - Kebijakan Rapid Test Antigen Transportasi Umum dan Pribadi

Ketika hendak melakukan swab test PCR ataupun rapid test antigen, sebelumnya kamu perlu mengetahui terlebih dahulu masa berlaku dari surat hasil test tersebut.

Karena, hal itu berguna agar kamu mengetahui patokan, berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk bepergian, dan apakah harus melakukan swab test PCR atau rapid test antigen lagi atau tidak untuk kepulangan.

Sejauh ini, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, kalau surat keterangan hasil rapid test antigen memiliki masa berlaku yang sama dengan rapid test antibodi dan PCR, yaitu selama 14 hari sejak diterbitkan.

Kebijakan tersebut, tentunya mengikuti Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 Tahun 2020, tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Jadi, selama belum ada aturan baru yang mengatur tentang masa berlaku surat keterangan hasil rapid test antigen, maka peraturan tersebutlah yang masih digunakan.

(Baca Juga: Daftar Biaya Test Covid-19)

Nah, beberapa informasi terkait kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi, sudah kamu ketahui secara lengkap di pembahasan sebelumnya.

Mulai dari kejelasan dari kebijakan rapid test antigen transportasi umum dan pribadi, biaya untuk rapid test antigen sendiri, serta masa berlakunya.

Dari semua informasi tersebut dapat disimpulkan, kalau saat ini melakukan rapid test antigen maupun swab test PCR penting, sebelum melakukan perjalanan.

Selain sebagai syarat utama yang harus dipenuhi, itu juga menjadi bukti kalau kamu dan keluarga memang baik-baik saja.

Sebab, jika kamu tetap bepergian begitu saja tanpa mengetahui dengan pasti kondisi kesehatanmu saat ini, itu justru akan membahayakan dirimu sendiri dan keluarga.

Karena tidak ada yang bisa menjamin, kalau kondisi kesehatanmu dan keluarga baik-baik saja.

Maka dari itu, sebagai langkah pencegahan ada baiknya kamu melakukan rapid test antigen atau swab test PCR terlebih dahulu sebelum bepergian.

Selain itu, tubuh dan kesehatanmu semakin terlindungi, kamu juga bisa menggunakan asuransi kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri.

Pasalnya, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada kesehatanmu, maka asuransi kesehatan akan menanggung semua biaya yang dihabiskan.

Oleh sebab itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga, dan dapatkan perlindungan kesehatan yang optimal!