Kehamilan Kosong, Ini Ciri-cirinya Seperti yang Dialami Titi Kamal

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Artis Titi Kamal baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia sempat hamil anak ketiga. Namun sayang, ia harus melakukan kuret akibat kondisi janinnya yang tidak berkembang.

kehamilan kosong

Musibah tersebut didapati setelah menyelesaikan proses syuting film Makmum. Kendati demikian, kelelahan bukanlah penyebabnya. Lagipula, sejumlah adegan yang membahayakan bumil sudah ditiadakan. Istri Christian Sugiono ini rupanya pernah mengalami hal serupa yang ia sebut blighted ovum di kehamilan pertama.

Pada dasarnya ilmu medis tidak mengenal istilah ‘janin tidak berkembang’. Titi benar, kondisi tersebut justru disebut blighted ovum atau kehamilan kosong. Artinya kantung kehamilan sudah terbentuk, tetapi embrio tak kunjung muncul di dalamnya. Sedangkan keterlambatan pertumbuhan fisik janin diistilahkan IUGR (Intrauterine Growth Restriction), dimana fisik janin tidak mengalami pertumbuhan sesuai dengan usia kehamilan.

Penyebab Kehamilan Kosong

Bligthed ovum merupakan salah satu penyebab umum terjadinya keguguran pada trimester awal kehamilan. Bila dipersentasikan, sekitar 50% ibu hamil pernah mengalami kondisi ini.

Lantas apa penyebabnya? Kehamilan kosong terjadi akibat masalah pada struktur molekuler yang membawa gen/DNA alias kromosom. Tubuh wanita akan mengenali adanya kromosom abnormal pada janin dan secara alami tidak mencoba melanjutkan kehamilan. Sebab jika dilanjutkan pun, janin tidak akan berkembang menjadi bayi yang sehat.

Selain itu, blighted ovum juga dipengaruhi oleh kualitas sperma atau sel telur yang buruk. Maka perhatikan kondisi kesehatan, serta asupan nutrisi sebelum berencana untuk hamil. Bahkan ketika tubuh mengalami stres maka kualitas sperma dan sel telur pun bisa sangat menurun.

(Baca juga: Film Dua Garis Biru Booming, Ternyata Ini Risiko Hamil Terlalu Dini)

Ciri-Ciri Kehamilan Kosong

Blighted ovum kerap disadari pada kehamilan 8-13 minggu. Meski tidak ada janin yang berkembang, beberapa gejala hamil pada umumnya tetap muncul. Seperti test pack positif, menstruasi terhenti, mual hingga muntah, dan nyeri payudara, seperti kehamilan pada umumnya.

Melansir Livestrong, ini tiga ciri-ciri janin tidak berkembang di awal kehamilan seperti yang dialami Titi Kamal:

1. Hanya ada kantung kehamilan

USG adalah prosedur yang paling akurat untuk melihat ciri blighted ovum. Ketika melakukan check up rutin, dokter pasti akan menunjukkan seperti apa perkembangan bayi di dalam kandungan. Janin harusnya sudah muncul saat kehamilan memasuki usia 6 minggu, diikuti oleh denyut jantung yang mulai terdengar jika dicek lewat doppler. Namun jika hanya ada kantung kehamilan dan tak mengalami perkembangan apapun, besar kemungkinan pasien mengalami blighted ovum.

2. Perut tak membesar

Seiring bertambahnya usia kehamilan, tentu perut hamil ibu akan semakin membesar dan meninggi ketika janin berkembang. Namun, bila perut tidak mengalami pembesaran sewajarnya, kamu patut curiga. Kemungkinan ini tanda janin tidak berkembang.

3. Kadar HCG Darah

Ketika hamil, tubuh akan mulai memproduksi hormon kehamilan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini bisa diketahui melalui tes darah dan urine. Ketika janin tidak berkembang, kadar hormon ini tidak bertambah atau bahkan menurun di dalam tubuh. Dalam kondisi ini, umumnya tanda kehamilan seperti mual/muntah pun berangsur hilang. Gejala kemudian mengarah pada keguguran, semisal pendarahan vagina dan nyeri perut bagian bawah.

(Baca juga: 7 Tren Ibu Hamil Zaman Now)

Kapan Kehamilan Kosong Harus Dikuret?

Janin tidak berkembang dapat terdeteksi melalui USG kehamilan. Setelah mengetahui terdapat kehamilan kosong, umumnya dokter akan menyarankan:

  • Menunggu sampai keguguran alami terjadi.
  • Dilatasi dan kuretase yang merupakan prosedur medis untuk menghilangkan jaringan plasenta dari rahim.
  • Konsumsi obat untuk merangsang peluruhan embrio.

Walaupun dianjurkan, keguguran alami bisa memunculkan risiko tertentu. Seperti jika masih ada jaringan yang tertinggal di rahim pasca keguguran, dilatasi dan kuretase tetap dibutuhkan untuk menghindari infeksi. Prosedur ini dilakukan sang ahli dengan membuka serviks kemudian mengangkat kantong kehamilan yang kosong dari rahim.

Kehamilan tentu menjadi kabar paling membahagiakan bagi seorang wanita. Namun, beberapa wanita harus rela kehilangan calon buah hati tanpa sempat bertemu, akibat kondisi blighted ovum ini.

Nah kabar baiknya, pasien yang pernah dilanda blighted ovum tetap bisa mengandung janin dengan baik pada kehamilan selanjutnya. Selain mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, calon bumil dianjurkan menunggu 1-3 siklus menstruasi normal untuk hamil lagi.

Titi Kamal sendiri usai mengalami hal tersebut di kehamilan awal, langsung berhasil hamil sampai melahirkan anak pertamanya yang kini telah berusia 6 tahun.

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang