Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kekayaan Sejumlah Miliarder Dunia Turun. Ini Penyebabnya

by Ariesta on 21 September, 2016

Pepatah mengatakan, lebih sulit mempertahankan yang sudah ada daripada meraih yang belum dimiliki. Pepatah ini sesuai untuk mengambarkan kondisi orang-orang terkaya di dunia saat ini.

Harta mereka berkurang bukan karena bisnis yang sepi, melainkan sejumlah alasan lain. Karena total kekayaan mereka mencapai miliaran dollar atau triliunan rupiah, kerugian yang ditanggung pun bukan satu atau dua juta. Siapa saja miliarder yang kekayaannya turun?

Warren Buffet

Warren Edward Buffett merupakan seorang pebisnis, investor, dan pilantropis yang berasal dari Amerika. Dia merupakan orang terkaya ketiga di dunia dengan total kekayaan US$65,8 miliar atau sekitar Rp 861,9 triliun. Tapi minggu lalu, Buffet harus kehilangan harta kekayaan sejumlah US$1,4 miliar atau Rp18,3 triliun.

Kerugian besar ini disebabkan oleh anjloknya harga saham Wells Fargo & Co, salah satu bank terbesar di AS sebesar 3,3% pada Agustus 2016. Sebagai pemegang saham terbesar Wells Fargo, perusahaan milik Buffett, Berkshire Hathaway Inc, pun mengalami penurunan saham sebesar 2%. (Baca juga:Inilah Kebiasaan Malam Para Miliarder yang Bikin Mereka Jadi Sukses dan Kaya)

Amancio Ortega

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa menyebabkan kerugian besar bagi bos retail fesyen Zara, Amancio Ortego. Ortega yang menempati posisi sebagai orang terkaya nomor dua dunia harus rela kehilangan sebagian kekayaannya.

Kekayaan pria asal Spanyol yang jumlahnya sekitar US$71,5 miliar harus turun 5,8% atau kehilangan US$4,4 miliar hanya dalam dua hari. Meski demikian, Ortega dapat menambal kerugiannya melalui keuntungan retail pakaian Massimo Dutti dan Pull&Bear yang bisa menghasilkan US$1,7 miliar dalam sehari.

Bill Gates

Dikenal sebagai orang terkaya di dunia, Bill Gates harus kehilangan US$2,4 miliar ketika Brexit terjadi. Kekayaannya menurun 3% dari total kekayaan yang mencapai US$83,5 miliar. Setelah Brexit, Bill Gates harus kembali kehilangan US$2,4 miliar atau sekitar Rp31,4 triliun akibat anjloknya harga saham Wells Fargo & Co, salah satu bank terbesar di AS. Namun sama halnya dengan Ortega, kerugian ini tidak menggeser posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia.

Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg yang terkenal sebagai ikon miliarder anak muda harus kehilangan US$1 miliar karena amal. Saat kelahiran puterinya Febuari 2016 lalu, Mark memang berjanji akan mendonasikan sebagian besar kekayaannya.

Selain itu, turunnya nilai saham Facebook sebanyak 0,01% pada Juni lalu sebagai dampak dari Brexit, membuat Mark harus rela kehilangan US$2,6 miliar. Meski demikian, penurunan jumlah kekayaan ini tidak membuat Mark serta merta terdepak dari 10 besar orang terkaya di dunia. Kenyataannya dia malah naik ke posisi 5 dengan total kekayaan US$55,2 miliar! (Baca juga:5 Rapper Terkaya di Dunia Tahun 2016)

Li Ka-Shing

Li Ka-Shing merupakan direktur utama Hutchinson Wampoa Limited (HWL) dan Cheung Kong Holdings. Berdasarkan data Forbes, dengan kekayaan senilai US$31,9 miliar, Li Ka-Shings merupakan salah satu orang terkaya di benua Asia. Dia menempati urutan ke-20 orang terkaya di dunia.

Namun kekayaannya harus merosot tajam. Li kehilangan hampir 4% karena nilai saham di Inggris jatuh pasca Brexit. Kerugian yang mencapai US$1 miliar ini karena ia banyak menanamkan modal di retail grup dan perusahaan jaringan ponsel di Eropa terutama Inggris.

Ingin kaya dengan mendirikan bisnis seperti para miliarder dunia? Dapatkan suntikan modal untuk bisnismu di CekAja!

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami