Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kemendikbud RI X Netflix, Ini 4 Program Untuk Majukan Film Indonesia

by Sindhi Aderianti on 10 Januari, 2020

Kamis, (9/1/2020), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi berkolaborasi dengan Netflix. Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa kerjasama yang dilakukannya dengan layanan streaming film online ini, merupakan awal dalam mewujudkan kebudayaan Indonesia yang lebih inovatif di tengah persaingan sengit era 4.0. Adapun fokus kolaborasinya adalah pengembangan kreativitas dalam membuat film, serta menghubungkan sineas dengan ahli dari kancah internasional.

Kemendikbud RI X Netflix, Ini 4 Program Untuk Majukan Film Indonesia

Menurut Ex CEO Gojek tersebut, Netflix memiliki peran yang amat besar dalam memperkenalkan karya sineas Tanah Air ke ranah internasional karena skala distribusinya global. Ditambah jumlah pelanggannya yang tembus 150 juta pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Di sisi lain, Netflix mengajarkan orang-orang untuk bijak dalam menikmati konten yang ada. Tidak bisa sembarangan streaming atau download secara ilegal. Masyarakat harus berlangganan terlebih dahulu dengan sejumlah pilihan tarif yang dikenakan mulai dari Rp50.000.

Berlawanan dengan Menkominfo

Keputusan Nadiem Makarim untuk menggandeng Netflix, disambut acungan jempol oleh banyak netizen. Namun, ada perbedaan sikap yang diberikan dua lembaga pemerintah yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kemendikbud.

Menteri Kominfo Johnny G Plate, justru mengkritik Netflix yang dinilai lebih banyak menyediakan konten asing dibanding film dalam negeri. Pernyataan ini tentu mendapat kritikan dari netizen yang budiman. Meme berisi guyonan buatan warganet pun banyak bermunculan untuk menyindir Kominfo sekaligus mengapresiasi langkah Kemendikbud.

Banyak di antara mereka mengatakan bahwa film Indonesia sudah banyak tersedia di Netflix, meski tidak sebanyak film-film asing. Ada juga yang meminta agar pemerintah tidak asal menuntut kualitas film Indonesia yang bagus, tapi kurang memberi dukungan penuh untuk industri perfilman Indonesia.

(Baca juga: Netflix Dirangkul Mas Nadiem, Nonton Lagi Film Romantis Terbaik 2019 Yuk)
Komentar Sineas Indonesia

Netflix ternyata bukan cuma memudahkan orang-orang untuk menonton film. Platform ini juga dianggap memperluas jalan insan perfilman Indonesia agar bisa tampil di kancah internasional. Hal tersebut diakui oleh sutradara dan produser film Timo Tjahjanto.

Menurut pria yang menyutradarai film The Night Come for Us ini, sebelumnya agak sulit go internasional karena kesempatan itu hanya bisa ditempuh lewat partisipasi di festival film, pun harus melalui tahap seleksi ketat. Maka kehadiran Netflix ibarat angin segar bagi para sineas untuk mendistribusikan karya mereka dengan lebih mudah.

Tidak hanya mendapatkan perhatian dunia secara instan, platform digital juga menjadi sumber pendapatan baru untuk para sineas Tanah Air. Jadi mereka tidak hanya mengandalkan keuntungan dari penayangan film di bisokop saja.

4 Program Kemendikbud X Netflix

Seperti yang tadi dikatakan, Kemendikbud dan Netflix akan berkolabrasi untuk mendukung perfilman Indonesia di sepanjang tahun 2020. Ada empat program yang akan diluncurkan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Workshop proses pembuatan film

Dalam program Script to Screen, sebanyak 15 penulis terpilih berangkat ke Netflix HQ di Los Angeles, Amerika Serikat pada Maret 2020.  Workshop berisi training penulisan script hingga dieksekusi dalam bentuk tayangan bersama tim Netflix di Jakarta dan Hollywood.

2. Kompetisi film pendek

Serunya lagi, ada kompetisi film pendek. Sineas diberi kesempatan untuk berkarya membuat film pendek bertemakan Pancasila. Hadiahnya budget produksi sebesar USD600.000 atau sekitar Rp8,3 miliar.

3. Online Safety Training Program

Kemendikbud dan Netflix juga akan menyelenggarakan Online Safety Training Program. Tujuannya untuk mengedukasi insan perfimlan seputar tanggung jawab konsumsi konten. Program juga bakal diisi dengan workshop up skilling mengenai pengembangan kebijakan pemerintah.

4. Agile Governance Workshops bersama World Economic Forum

Menjadi tuan rumah untuk World Economic Forum tahun ini, sineas lokal pun nantinya diberi kesempatan berpartisipasi pada Agile Governance Workshops yakni pelatihan soal manajemen biaya, waktu, dan kualitas dalam membuat film.

Atas rencana tersebut, Netflix berkomitmen menggelontorkan USD1 juta untuk membiayai program-program kerja sama yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

(Baca juga: Mengenal Netflix dan Spotify yang Pajaknya Tengah Dibidik Pemerintah!)
Duh, Telkom Masih Blokir Netflix

Persoalan bisnis mebuat Telkom, hingga kini masih enggan membuka aksesnya untuk Netflix. Hal itu yang membuat layanan video on demand Netflix tidak tersedia di jaringan Telkom Group, baik pengguna Telkomsel maupun Indihome.

Telkom Group sebenarnya terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi menyajikan konten layanan berkualitas. Namun melansir detik.com, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo hingga kini mengatakan belum ada kesepakatan yang tercapai antara Telkom dan Netflix.

Penggemar Netflix pasti bangga, karena layanan streaming yang sudah mempopulerkan serial terlaris seperti Stranger Things dan Black Mirror itu digaet oleh Kemendikbud RI untuk bekerjasama memajukan perfilman Tanah Air.

Yuk, apply kartu kredit sekarang juga di CekAja.com supaya bisa langganan Netflix dan nonton semua tayangannya kapanpun kamu mau!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.