Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kenaikan Harga Rumah di Surabaya Tertinggi Se-Indonesia, Yuk Cek!

by Achmad Fauzi on 14 Mei, 2018

rumah dp 0%

Hampir setiap orang ingin mempunyai hunian yang layak. Selain sebagai tempat tinggal sendiri, Anda juga bisa menjadikan hunian sebagai instrumen investasi. Apalagi, setiap tahun harga properti selalu menanjak tinggi.

Dengan begitu, Anda tak perlu ragu untuk segera membeli properti mulai dari sekarang. Nah, hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum membeli properti adalah memperhatikan harga.

Anda harus memperhitungkan apakah Anda akan mampu membayar cicilan hunian yang Anda pilih kelak? Jangan sampai, sebagian besar pendapatan Anda habis untuk membayar cicilan hunian tersebut. Kalau itu sampai terjadi, Anda bisa merana sepanjang hari.

Survei terbaru dari Bank Indonesia bisa membantu Anda yang berencana membeli properti. Bank Indonesia telah melakukan survei harga properti residensial pada kuartal I tahun 2018. Nah, inilah hasil survei harga properti tersebut.

Harga Properti Residensial Meningkat

Perlu Anda ketahui, dalam survei Bank Indonesia, harga properti pada kuartal I tahun 2018 meningkat sebesar 1,42 persen. Peningkatan harga properti ini disebabkan karena kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja.

Dilihat dari tipe rumah, kenaikan harga yang terbesar pada kuartal I tahun 2018 dialami oleh rumah bertipe kecil seperti rumah tipe 36 yakni sebesar 2,30 persen. Selain itu, rumah tipe menengah seperti rumah tipe 70 juga mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen.

Sementara, pada tipe rumah besar seperti rumah dengan luas 100 meter persegi hanya mengalami kenaikan 0,64 persen saja.

(Baca juga: Ingin Buka Usaha Es Kepal Milo? Cek Modal dan Caranya!)

Kenaikan Harga Rumah di Surabaya Tertinggi

Dalam survei Bank Indonesia, Kota Surabaya tercatat mengalami kenaikan harga rumah tertinggi. Kenaikan harga rumah di Surabaya sebesar 7,12 persen pada kuartal I tahun 2018.

Kenaikan harga rumah di Surabaya bukan tanpa sebab. Pembangunan infrastruktur yang marak di era pemerintahan Presiden Joko Widodo turut menjadi penyebab kenaikan harga rumah di Surabaya.

Dalam surveinya, Bank Indonesia menyebutkan pembangunan jalur penyangga Jalan Ahmad Yani dan Jalan Lingkar Luar Barat, serta jalan lingkar luar timur di Surabaya memicu naiknya harga rumah.

Penjualan Tumbuh

Hasil survei Bank Indonesia juga memperlihatkan pada kuartal I tahun 2018 penjualan properti residensial tumbuh 6,85 persen. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat untuk membeli properti tidak turun. Apalagi, banyak promo yang dihadirkan para pengembang, sehingga membuat masyarakat tergiur membelinya.

Meski begitu, pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 26,69 persen.

Sumber Pembiayaan Masih Didominasi KPR

KPR alias Kredit Pemilikan Rumah masih menjadi cara unggulan bagi masyarakat yang bisa digunakan sebagai jalan pintas untuk memiliki rumah. Dalam hasil survei, sebanyak 75,80 persen masyarakat masih menggunakan KPR untuk membeli rumah.

Sisanya yaitu sebanyak 14,93 persen menggunakan cara lain untuk memiliki rumah yaitu membayar dengan sistem tunai bertahap. Sementara 9,27 persen lainnya membeli properti secara tunai. (Baca juga: Yuk Persiapkan Mudik 2018 dari Sekarang!)

Meningkatnya minat terhadap KPR bisa jadi karena akses pengajuan KPR yang semakin mudah. Apalagi, kini mengajukan KPR bisa dilakukan secara online dengan layar komputer dan handphone Anda. Nah, tunggu apalagi yuk cari rumah pilihan Anda dan segera mengajukan KPR di CekAja.com!

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.