Kenaikan Tarif Ojol Maret 2020,Bisa Mensejahterakan Para Ojek Daring?

2 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Mulai 16 Maret, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia resmi menetapkan kebijakan baru terkait kenaikan tarif ojol Maret 2020. Kebijakan ini diberlakukan hanya untuk zona 2 atau yang termasuk wilayah Jabodetabek.

kenaikan tarif ojol maret 2020

Sebelumnya tarif ojol yang berlaku, baik untuk tarif batas atas dan tarif batas bawah secara berurut adalah Rp 2.500 serta Rp 2.000. Kenaikan ini diketahui bakal menjadi seluk beluk penyempurnaan sistem yang diberlakukan tiap aplikator. Dimana Kemenhub berharap keselamatan dan keamanan penumpang adalah hal utama yang harus diperhatikan.

Perubahan Kenaikan Tarif Ojol Maret 2020

Berdasarkan penuturan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, kenaikan tarif ojol dimulai pada 16 Maret 2020 khusus zona 2 atau yang lebih dikenal Jabodetabek. Kenaikannya sendiri telah dikaji bersama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Dan adapun perubahan tarif ojek online yang diberlakukan adalah sebagai berikut:

  • Khusus Tarif Batas Bawah (TBB): Rp 2.250 per kilometer
  • Khusus Tarif Batas Atas (TBA): Rp 2.650 per kilometer
  • Biaya Jasa Minimal: Rp 9.000 – Rp 10.500

Bakal Memberlakukan Landasan Hukum Terbaru

Selain itu, Budi bersama seluruh rekannya juga tengah mempersiapkan landasan hukum terbaru untuk menggantikan aturan lama. Sehingga nantinya penyesuaian atas algoritma masing-masing aplikasi para ojol sesuai dengan kebijakan yang baru, dimana sebelumnya tarif ojol dibuat berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019.

(Baca Juga: 4 Tips Aman Dibonceng Abang Ojek Online)

Catatan dari Pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Mengenai kebijakan Kemenhub atas kenaikan tarif ojol Maret 2020, pihak YLKI yang juga turut andil dalam diskusi bersama pihak pemerintah, juga memberikan catatan bagi para aplikator di Indonesia, seperti Gojek dan Grab.

Melalui Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, setidaknya terdapat beberapa kritik yang diberikan terkait biaya jasa ojek online. Pertama, kenaikan tarif diberlakukan bukan karena desakan atau tekanan massa, namun memang berdasarkan kebutuhan.

Kedua, ojek online patut memperhatikan aspek keselamatan, baik untuk pengemudi maupun pengguna. Selain aspek keselamatan, ojol pun perlu memberikan pelayanan yang maksimal, seperti kembali menyediakan masker dan penutup kepala bagi para penumpang.

Ketiga, setidaknya pihak aplikator menyediakan asuransi sebagai bentuk perlindungan untuk pengemudi dan penumpang, minimal dengan menggunakan Jasa Raharja.

Kenaikan Tarif Ojol Maret 2020 Sesuai Aspirasi Pengemudi

Dengan adanya kebijakan terbaru terkait kenaikan tarif ojol Maret 2020, Garda Indonesia selaku organisasi pengemudi ojek online alias ojol menyambut secara positif kebijakan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara yang dikutip CekAja dari laman CNN Indonesia, kenaikan tarif ojol ini dinilai telah sesuai dengan aspirasi yang disampaikan pihak Garda Indonesia pada Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.

Tidak hanya dianggap sesuai dengan aspirasi yang disampaikan saja, Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono juga menilai bahwa keputusan Kemenhub tersebut bukan ditetapkan secara abal-abal. Melainkan berdasar pada survei yang dilakukan, di mana 1.860 orang dijadikan responden dan mengaku tidak keberatan atas kenaikan tarif ojol.

Tambah Proteksi Diri dengan Asuransi

Kenaikan tarif ojek online tentu bukan suatu halangan untuk kamu menggunakan asuransi sebagai bagian dari perlindungan diri. Mengingat, manfaat asuransi yang besar dan tidak hanya bagi diri sendiri namun juga keluarga tertanggung.

Untuk itu, enggak ada salahnya loh, kamu menambah proteksi diri dengan menggunakan asuransi dari CekAja.com, salah satunya adalah asuransi kecelakaan diri. Yuk, ajukan sekarang dan nikmati perlindungan terbaik untuk kamu dan keluarga tercinta.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri