Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kenapa Finansialmu Lebih Aman Jika Miliki Dana Darurat?

by Ariesta on 1 April, 2016

Masih banyak orang yang tidak mengetahui pentingnya memiliki dana darurat (emergency fund). Padahal keberadaannya merupakan bagian dari finansial yang sehat dan aman. Yuk cari tahu dan kenali tentang dana darurat.

Memiliki dana darurat (emergency fund) sama pentingnya seperti tabungan pensiun dan asuransi. Mike Rini Sutikno, perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, membantu kamu untuk memahami dana darurat. Bagi kamu yang masih ragu-ragu menabung dana ini atau menganggap remeh simpanan satu ini, simak penjelasan yang akan membuatmu berubah pikiran. Apa saja?

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah sejumlah uang yang berfungsi sebagau dana liquid/sumber tunai untuk hal-hal tak terduga. Sejatinya dana ini adalah dana talangan.

Berapa besar dana yang dibutuhkan?

Jumlah dana darurat yang dimiliki setiap orang tentunya berbeda karena kebutuhan yang berbeda pula. Dana darurat ini disisihkan di luar dari pengeluaran rutin seperti tagihan listrik, telepon, dan air. Pengeluaran tersebut disebut rutin karena sifatnya berulang-ulang dan bisa diprediksi seberapa besar selama sebulan ke depan.

“Yang jelas penghasilan harus lebih besar dari pengeluaran rutin agar bisa menyisihkan untuk dana darurat setiap bulannya,” jelas Mike. Idealnya, dana ini berjumlah enam sampai 12 kali lebih besar dari penghasilan bulanan. Untuk mengumpulkan sebanyak itu, kembali kepada masing-masing individu karena kebutuhan setiap orang pasti berbeda.

(Baca juga: Sering Lupa? Ini Tips Supaya Kamu Selalu Ingat Menabung)

“Total emergency fund ditentukan dari risiko apa aja yang bisa terjadi dari kita. Misalnya kalau merasa khawatir tiba-tiba menderita penyakit keras yang tidak ditanggung asuransi atau takut di-PHK, maka emergency fund harus bisa menutup semua kemungkinan tersebut.”

Kenapa harus berjumlah 6 – 12 kali penghasilan?

Ada risiko yang tidak bisa ditanggung oleh asuransi, misalnya terkena PHK. Kemudian untuk mendapatkan pekerjaan baru biasanya sulit diprediksi. Mike menjelaskan, pada titik inilah dana darurat akan menyelamatkan hidupmu.

“Ketika kehilangan pekerjaan berarti kehilangan penghasilan untuk sementara waktu. Sedangkan misalnya masih punya KPR yang harus dilunasi. Kalau tidak mau kredit macet atau rumahnya disita bank, katakanlah dana emergensinya harus 12 kali penghasilan dengan target bisa mendapat pekerjaan baru dalam enam bulan. Yang enam untuk biaya hidup, dan enam lagi untuk membayar KPR.”

Kapan waktu yang tepat menggunakannya?

DI luar pengeluaran rutin, ada pula pengeluaran yang tidak rutin. Contohnya membeli hadiah untuk teman yang ulang tahun atau uang study trip anak. Yang terakhir ini penting, tapi bukan emergensi karena tidak mendesak.

“Dana darurat harus dikeluarkan hanya pada saat-saat darurat yang mendesak untuk dibayar. Ibaratnya jika tidak dibayar, kita tidak bisa melanjutkan hidup,” lanjut Mike.

Biaya rumah sakit, kehilangan pekerjaan, renovasi rumah sehabis bencana, adalah situasi-situasi yang ditangani dengan menggunakan dana emergensi.

Kenapa disebut dana talangan?

“Meski biaya kesehatan di-cover (dana) emergency, tapi ada yang sifatnya reumbers. Ada prosedur klaim yang membuat kita harus membayar di depan. Ketika sudah diganti oleh pihak asuransi, masukan kembali uang yang diterima ke dalam simpanan darurat.”

(Baca juga: Bila Punya 20 Alasan Berikut, Tandanya Kamu Perlu Pinjam Uang ke Bank)

Bolehkah meminjam dana ini ke bank?

“Tidak bijak kalau untuk memenuhi pos dana darurat tapi dengan cara berutang. Apalagi dalam kondisi tidak punya pekerjaan. Prinsip meminjam itu ketika kita tahu bahwa kita bisa membayarnya. Jadi kalau tidak punya penghasilan tidak boleh berutang, apalagi yang pakai bunga.”

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami