Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Ketahui 6 Penyebab Mual di Jam Kritis Puasa beserta Cara Mengatasinya

by Nadhillah Kusindriani on 5 Mei, 2020

Kemungkinan timbulnya berbagai macam penyakit pencernaan selama puasa cukup besar, salah satunya yang kerap kali menghampiri adalah rasa mual. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab mual di jam kritis puasa.

Ketahui 6 Penyebab Mual di Jam Kritis Puasa beserta Cara Mengatasinya

6 Penyebab Mual di Jam Kritis Puasa

Perubahan pola makan, tidur dan aktivitas selama puasa, mungkin jadi faktor utama yang menyebabkan timbulnya rasa mual, khususnya di jam-jam kritis puasa.

Namun ternyata, ada beberapa faktor pendukung lainnya yang menyebabkan mual semakin terasa menyakitkan hingga mengganggu aktivitas puasa mu.

Oleh karena itu, sebelum terserang rasa mual, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab mual di jam kritis puasa, seperti yang telah CekAja.com rangkum untuk kamu di bawah ini.

1. Mengonsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang pertama adalah disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak sehat, baik ketika sahur maupun berbuka. Beberapa contoh makanan tidak sehat yang kerap kali dikonsumsi adalah gorengan dan makanan dengan cita rasa pedas.

Gorengan sendiri sudah dipastikan tidak baik untuk tubuh, terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, gorengan memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi.

Apabila kamu mengonsumsi gorengan atau pun makanan yang digoreng lainnya, dengan minyak berlebih khususnya pada saat sahur, maka perut akan mencerna semua makanan tersebut lebih lambat dari biasanya.

Kemudian untuk makanan pedas, sudah diketahui secara jelas dapat mengganggu proses pencernaan. Terlebih bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, makanan dengan cita rasa pedas tersebut sudah pasti menjadi larangan besar untuk dikonsumsi.

Hal itu dikarenakan, makanan pedas dapat memicu naiknya asam lambung ke tenggorokan, gastritis hingga ke tukak lambung. Jika penyakit tersebut dinilai akan kambuh, maka gejala awal yang akan ditunjukkan adalah mual-mual, yang kemudian berlanjut muntah.

(Baca Juga: 8 Masalah Kesehatan yang Sering Nongol di Bulan Puasa)
2. Dehidrasi

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang kedua adalah dehidrasi. Dimana, hal tersebut dapat terjadi apabila tubuh mu kekurangan asupan air putih. Jika dehidrasi sudah menyerang, maka tubuh mu akan kehilangan energi dan menjadi cepat lelah.

Hal tersebut tentu saja menyebabkan perut bagian bawah terasa sakit, karena adanya tekanan yang terjadi berulang-ulang. Dengan begitu, rasa mual pun tidak apat tertahankan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu tetap mencukupi kebutuhan tubuh mu akan air putih, agar terhindar dari dehidrasi.

3. Langsung Tidur Sehabis Makan

Bergegas tidur sehabis makan sahur nyatanya juga menjadi salah satu penyebab rasa mual di jam kritis puasa. Pasalnya, ketika sahur kamu tentu mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak sedikit, untuk mencukupi kebutuhan energi selama berpuasa.

Apabila setelah sahur kamu langsung tidur, maka kamu tidak memberikan ruang untuk semua makanan mu tercerna dengan baik. Alhasil, asam lambung akan naik dan terjadi heartburn, yang tentu saja sangat berbahaya untuk tubuh.

Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila setelah sahur kamu tunggu satu sampai dua jam untuk makanan mu tercerna dengan baik. Setelah itu, kamu baru bisa tidur kembali dengan tenang.

4. Terlalu Banyak Tekanan

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang keempat adalah stress atau banyaknya tekanan yang sedang kamu alami. Jika kamu sedang berada dalam kondisi tersebut, maka tidak heran apabila kerap kali kamu merasakan mual.

Hal itu terjadi karena sistem pencernaan secara berulang mendapatkan tekanan, yang menyebabkan ulu hati menjadi terganggu. Akibatnya, kamu akan menjadi lebih cepat lapar, haus dan akhirnya perut mu akan merasakan nyeri lambung secara terus-menerus.

Namun, hal semacam itu bisa kamu cegah dengan selalu berpikiran positif. Selain itu, kamu juga bisa melakukan hal-hal menyenangkan yang kamu sukai. Dengan begitu, kamu mengalihkan segala pikiran negatif yang menghampiri.

Adapun beberapa gejala yang menunjukkan kalau kamu sedang stress, di antaranya yaitu terjadinya perubahan perilaku hingga rasa sulit untuk tidur dan beristirahat.

5. Mengonsumsi Makanan secara Berlebihan

Penyebab rasa mual yang kelima adalah berlebihan mengonsumsi makanan saat sahur. Hal ini dapat terjadi apabila kamu tetap memaksa masuk makanan ke dalam perut, ketika lambung sudah tidak sanggup menampung dan mencerna makanan.

Jika sudah begitu, maka sistem pencernaan pun akan memaksa makanan tersebut keluar dari tubuh. Dan salah satu caranya adalah dengan menunjukkan gejala mual sebelum makanan tersebut keluar melalui muntah.

6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein

Penyebab mual di jam kritis puasa yang terakhir adalah terlalu banyak mengonsumsi kafein. Di mana, kafein sendiri sudah terbukti tidak baik dikonsumsi ketika perut dalam keadaan kosong.

Pasalnya, kafein dapat membuat tubuh dehidrasi. Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat lelah saat beraktivitas karena kerap kali merasa haus. Jika sudah begitu, asam lambung akan naik secara otomatis dan kamu akan merasa mual.

Tips Mencegah Mual saat Puasa

Pada pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui enam penyebab mual di jam kritis puasa. Selanjutnya, kamu akan mengetahui beberapa tips untuk menghindari dan mengatasi rasa mual saat puasa yang akan diulas secara lengkap di bawah ini.

Perbanyak Minum Air Putih

Tips mencegah mual saat puasa yang pertama adalah perbanyak konsumsi air putih. Hal ini berguna agar tubuh mu terhindar dari dehidrasi. Sehingga tubuh mu akan lebih kuat dan tetap berenergi selama berpuasa.

Kamu bisa mengonsumsi air putih setiap harinya dengan pola 2-4-2. Maksud dari pola tersebut adalah 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas air putih saat malam hari sebelum tidur dan 2 gelas saat sahur.

Adanya pola tersebut sangat membantu dalam pembagian konsumsi air putih agar tetap sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, yaitu 30-60 mililiter, namun tidak terasa berat ketika dilakukan.

Selain itu, ada baiknya jika air putih yang kamu konsumsi adalah air putih hangat. Sebab, air putih hangat akan membuat perut mu terasa lebih hangat. Sehingga, tubuh mu pun akan terasa lebih nyaman.

Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Sebelum mengonsumsi makanan saat sahur maupun berbuka, pastikan terlebih dahulu bahwa makanan tersebut aman untuk kamu konsumsi, terlebih bagi perut dan sistem pencernaan mu.

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan dengan cita rasa pedas, asam dan jenis makanan lainnya yang dapat memicu rasa mual dan gangguan pencernaan.

Ada baiknya ketika berbuka, kamu konsumsi terlebih dahulu jenis makanan manis dan ringan, seperti biskuit, roti, pisang, puding dan makanan ringan lainnya.

Pasalnya, makanan-makanan ringan semacam itu tidak hanya memiliki cita rasa yang lezat saja, tetapi juga mudah dicerna sehingga aman untuk pencernaan dan tidak membuat mual.

(Baca Juga: Ini Dia 8 Tips Menjaga Stamina saat Puasa yang Perlu Dilakukan)
Mengunyah dengan Perlahan

Tips berikutnya adalah kamu perlu mengunyah makanan yang kamu konsumsi secara perlahan. Sebab, jika kamu mengunyah makanan tersebut dengan buru-buru, kamu bisa saja tersedak. Akibatnya, kamu akan merasa mual dan kemudian muntah. Sangat tidak baik bukan?

Maka dari itu, mengunyah makanan secara perlahan sangat penting untuk kamu lakukan. Pasalnya, hal tersebut tidak hanya berguna untuk melancarkan sistem pencernaan saja, tetapi juga dapat membuat mu tidur dengan nyaman.

Hindari Tidur Sehabis Makan

Tidur sehabis makan pun menjadi hal penting yang harus kamu perhatikan. Pastikan kamu tidak melakukannya sehabis makan sahur atau pun berbuka. Sebab, hal itu memberikan efek yang tidak baik untuk tubuh khususnya kepada sistem pencernaan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya juga, bahwasannya kalau tidur sehabis makan hanya akan membuat sistem pencernaan menjadi terganggu dan kamu akan merasa mual-mual saat bangun tidur.

Melakukan Teknik Pernapasan

Tips mencegah mual saat puasa yang terakhir adalah melakukan teknik pernapasan. Kamu bisa melakukan teknik ini sebagai cara untuk mencegah perut dari rasa mual. Karena faktanya, jika kamu bisa mengendalikan pernapasan dalam, maka mual yang kamu rasakan akan hilang.

Cara untuk melakukan teknik yang satu ini pun sangat mudah, yaitu kamu hanya perlu tidur telentang, kemudian letakkan bantal di bawah leher dan dengkul. Setelah itu, kamu bisa meletakkan kedua tangan mu di atas perut, tepatnya di bawah tulang rusuk dengan posisi saling mengunci.

Kemudian tarik napas yang dalam menggunakan pernapasan perut atau diafragma secara perlahan. Kamu bisa merasakan jari-jari kedua tangan mu akan saling berpisah satu sama lain ketika bernapas. Dengan begitu, maka praktik pernapasan yang kamu lakukan sudah dipastikan benar.

Nah, beberapa tips tersebut bisa langsung kamu terapkan saat sahur nanti, agar puasa mu berjalan dengan lancar dan tidak lagi terganggu oleh rasa mual. Terlebih, kamu juga sudah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab mual di jam kritis puasa.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu memperhatikan apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya rasa mual, seperti jenis makanan yang akan dikonsumsi misalnya. Dengan begitu, kamu perlu memperhatikan makanan terlebih dahulu sebelum menyantapnya.

Pastikan makanan tersebut merupakan makanan yang sehat, agar tubuh terjaga dengan baik selama puasa. Namun, menjaga makanan saja rasanya tidak cukup. Akan lebih baik apabila kamu juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Kamu tidak perlu khawatir jika belum memilikinya. Sebab, kamu bisa mengajukannya dengan proses yang mudah dan cepat melalui CekAja.com, Perusahaan financial technology yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang!

Tentang Penulis