Ketahui Serba-Serbi Asuransi Untuk Perahu Nelayan

7 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Ada banyak sekali asuransi yang ditawarkan di Indonesia. Mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, sampai asuransi property. Karena di Indonesia ada beragam profesi, maka asuransi kadang tidak bisa mencakup semuanya. Contohnya saja untuk mereka yang berprofesi nelayan. Profesi ini jarang sekali disentuh oleh perusahaan asuransi. Entah mengapa alasannya. Padahal profesi nelayan juga memiliki banyak risiko. Selain risiko bagi diri nelayan itu sendiri, risiko terhadap alat utama yang digunakan untuk mencari ikan yaitu perahu nelayan juga mestinya bisa diasuransikan. Asuransi untuk perahu nelayan sebenarnya ada di Indonesia namun tidak semua perusahaan asuransi tertarik untuk bermain di bidang ini. Nah kalau kamu ingin lebih tahu banyak tentang serba-serbi asuransi untuk perahu nelayan simak terus tulisan ini ya!

asuransi untuk perahu nelayan

Pada artikel ini, kita akan menemukan jawaban atas beberapa pertanyaan paling umum tentang asuransi perahu nelayan.

Apakah Saya Membutuhkan Asuransi perahu nelayan?

Secara hukum, hanya dua negara bagian yang mensyaratkan beberapa jenis asuransi kapal (dan untuk salah satu negara bagian ini, hanya kapal dengan mesin yang menghasilkan lebih dari 50 tenaga kuda). Ada persyaratan asuransi tambahan di beberapa negara bagian Amerika untuk pelaut yang memenuhi kriteria tertentu, adalah dengan memastikan bahwa nelayan yang memiliki kapal dapat memverifikasi persyaratan asuransi kapal dengan dewan kelautan negara yang bersangkutan atau badan pengatur lainnya.

Indonesia sebagai negara kelautan ini pun cukup peka dengan kondisi nelayan. Di Amerika saja, sampai sekarang, hanya dua negara bagian yang memiliki undang-undang asuransi kapal Arkansas dan Utah. Di Arkansas, semua perahu motor yang ditenagai oleh mesin lebih dari 50 tenaga kuda, dan semua PWC, harus ditanggung oleh polis asuransi pertanggungjawaban. Kebijakan tersebut harus menyediakan setidaknya USD 50.000 pertanggungan kewajiban, dan ilegal mengoperasikan PWC tanpa asuransi yang diwajibkan.

Di Utah, semua perahu motor dan PWC diharuskan membawa asuransi pertanggungjawaban pemilik atau operator saat dioperasikan di perairan Utah. Perahu motor yang dilengkapi dengan mesin kurang dari 50 tenaga kuda dan perahu udara dikecualikan. Adalah ilegal untuk mengoperasikan PWC di perairan Utah tanpa asuransi yang diperlukan.

Kebijakan asuransi kapal di Utah mensyaratkan batas cakupan minimum berikut per kejadian:

  • USD 25.000 untuk cedera tubuh per orang.
  • USD 50.000 untuk total cedera tubuh jika banyak orang terluka dalam kecelakaan itu.
  • USD 15.000 untuk kerusakan properti.

Asuransi kapal jenis apa yang kamu butuhkan?

Seperti banyak polis asuransi lain, asuransi kapal biasanya dapat dipisahkan menjadi beberapa jenis: kewajiban, pengendara yang tidak diasuransikan, dan pertanggungan / pertanggungan komprehensif.

Asuransi kewajiban adalah standar minimum yang disyaratkan oleh sebagian besar negara bagian, bank, dan marina. Profesional asuransi kapal merekomendasikan membeli setidaknya USD 1.000.000 dalam asuransi kewajiban. Jumlah pertanggungan pertanggungan yang direkomendasikan bahkan bisa lebih tinggi jika kamu memiliki kapal yang cepat dan kuat yang sama-sama berisiko dan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Kembali ke dalam negeri, Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki hasil laut yang melimpah. Kekayaan hasil laut Indonesia ini bahkan sudah sampai ke telinga orang luar. Hasil laut itu bisa dengan gampang kita temukan di pasar atau supermarket di penjuru Indonesia. Ini adalah kerja keras dari para nelayan loh. Kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi oleh lautan membuat banyak masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan. Namun sayangnya, banyak nelayan kita yang hidup di bawah garis kemiskinan dan keselamatan kerja nya pun tak ada jaminan, terlebih untuk nelayan kecil yang hanya bermodal perahu kecil. Berbeda dengan nelayan besar yang memiliki perahu besar dan anak buah kapal yang banyak.

(Baca Juga: Cara Mendapatkan Kartu Asuransi Nelayan)

Mencari informasi tentang asuransi perahu untuk nelayan memang tidak mudah. Mengingat asuransi jenis itu juga sangat jarang ada. Ada banyak faktor yang mendasari kenapa hanya ada sedikit asuransi untuk perahu nelayan. Salah satunya adalah ini karena produk ini memerlukan ketelitian yang tinggi dan spesifik. Selain itu, nelayan tradisional juga tak mengerti mengenai asuransi perahu. Berbeda memang jika dibandingkan dengan luar negeri, di luar negeri nelayan bekerja dengan lebih modern, dan memberikan asuransi pada kapal atau perahu mereka pun sudah biasa. Bahkan ada perahu atau boat pribadi yang diasuransikan agar keamanan lebih terjamin.

Tak dipungkiri memang saat ini kondisi nelayan Indonesia juga masih banyak yang nelayan tradisional. Artinya mereka belum menggunakan alat-alat menangkap ikan yang modern. Perahu nelayan Indonesia hampir semuanya terbuat dari kayu. Perahu dari kayu memiliki risiko yang tinggi. Salah satu alasan lagi mengapa asuransi perahu untuk nelayan hanya ada sedikit jumlahnya. Banyaknya perahu nelayan yang tidak memiliki identitas resmi juga menjadikan asuransi untuk perahu nelayan semakin sulit berkembang. Itulah mengapa kepemilikan itu penting ditunjukkan saat akan mengambil asuransi.

Jenis fishing vessel

Bagi sebagian nelayan ada yang sudah memakai alat penangkap ikan modern. Perahu atau kapal penangkap ikan sering disebut fishing vessel. Kalau dikategorikan menurut jenisnya fishing vessel ini dibagi menjadi 3 yaitu:

  • Kapal penangkap ikan yaitu kapal khusus yang hanya dipakai untuk menangkap ikan.
  • Kapal pengolah ikan yaitu kapal yang dipakai untuk mengolah ikan atau menjadi pabrik terapung.
  • Kapal yang tidak masuk kategori di atas, biasanya ada kapal pengangkut, kapal riset atau untuk training.

Sedangkan menurut alat tangkapannya, fishing vessel juga dibagi menjadi 3 kategori juga seperti:

  • Kapal penangkap ikan dengan memakai alat tembak.
  • Kapal penangkap ikan dengan memakai jaring.
  • Kapal penangkap ikan dengan memakai alat kail.

Asuransi untuk kapal nelayan salah satunya disediakan oleh asuransi ACA dan asuransi Astra. Berikut ini penjelasannya ya!

Asuransi kapal ikan nelayan ACA

Asuransi ini adalah asuransi yang memberikan perlindungan atas perahu nelayan dengan tujuan nelayan bisa tetap mempertahankan keberlangsungan usahanya jika terjadi sesuatu atas sebuah risiko misalnya perahu yang tenggelam. Dengan demikian nelayan masih tetap bisa menangkap ikan setelah melakukan klaim. Jaminan asuransi terhadap perahu nelayan ini membuatnya memiliki nilai yang bisa dipakai untuk layanan kredit dari pihak perbankan loh. Asuransi ini juga menyediakan jaminan atas kecelakaan untuk nelayan atau awak perahu itu sendiri.

Jenis perahu yang bisa diasuransikan oleh asuransi untuk perahu nelayan ACA ini adalah jenis perahu atau kapal penangkap ikan. Kapal penangkap ikan ini (fishing vessel) adalah kapal khusus yang dipakai untuk menangkap ikan. Ini berarti nelayan yang sudah modern karena memakai fishing vessel.

Sedangkan jaminan asuransi yang ditawarkan oleh asuransi untuk perahu nelayan ACA antara lain:

  • Total Loss Only untuk kondisi rangka kapal
  • Marine Cargo bagi perahu pengumpul ikan
  • Jaminan atas kecelakaan diri bagi kru perahu
  • Jaminan P&I bagi nahkoda perahu

Asuransi ini memberikan ganti rugi bagi nelayan jika perahu mereka mengalami kerusakan parah atau tenggelam. Asalkan nelayan memiliki bukti data identitas resmi dari perahu atau kapalnya maka asuransi ini bisa diklaim. Asuransi untuk perahu nelayan ini dinilai menjadi salah satu asuransi terbaik bagi nelayan.

Asuransi untuk perahu nelayan Astra

Asuransi dari Astra ini ternyata bisa menjamin atas kerusakan dan kerugian perahu atau kapal seperti mesinnya, rangkanya atau peralatannya. Perlindungan ini atas risiko utama seperti kerusakan kapal karena bahaya laut, pencurian, ledakan, kebakaran, kontak dengan pesawat, pembajakan, gempa bumi, letusan gunung berapi, kecelakaan saat bongkar muat, kelalaian nahkoda. Sedangkan jaminan pilihannya mengenai akibat tabrakan antar kapal dan kontribusi kerugian umum.

Pemberian ganti rugi atas kejadian risiko kepada kapal nelayan harus sesuai dengan kebijakan dari perusahaan asuransi Astra. Kapal dengan bobot minimal 30 gross ton (GT) ini bisa memenuhi syarat untuk asuransi. Asuransi Astra juga menggandeng beberapa perbankan yang bisa menjadi cara meningkatkan minat para nelayan dan pengusaha kapal untuk membeli asuransinya. Jika perbankan tersebut bisa lebih memberikan bantuan kredit kepada nelayan maka perahu-perahu atau kapal-kapal nelayan juga membutuhkan asuransi.

Selain asuransi untuk perahu nelayan ternyata pemerintah juga memberikan asuransi untuk nelayannya. Karena risiko tidak hanya terjadi untuk perahu nelayan saja tapi juga manusianya. Maka dari itu Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan asuransi kepada nelayan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan perlindungan ini nelayan juga bisa lebih tenang ketika pergi melaut. Asuransi nelayan ini ternyata tidak hanya untuk yang berprofesi sebagai nelayan saja loh. Beberapa profesi yang berkaitan juga bisa menerima asuransi ini. Penerima asuransi nelayan ini adalah para nelayan tradisional dan nelayan kecil, pembudidaya ikan kecil serta petambak garam kecil.

Manfaat asuransi perahu nelayan Astra

Kalau begitu apa sih manfaat yang bisa didapatkan bagi mereka? Manfaat asuransi nelayan ini lebih kepada perlindungan jiwa manusianya bukan asuransi untuk perahu nelayan. Namun dalam perkembangannya bisa saja perlindungannya bertambah menjadi asuransi untuk perahu nelayan. Asuransi ini memiliki manfaat seperti berikut:

  • Ada santunan kematian yang disebabkan karena aktivitas menangkap ikan senilai Rp200 juta
  • Ada santunan kecelakaan dari aktivitas menangkap ikan yang hsia menyebabkan kematian senilai Rp160 juta
  • Ada santunan kecelakaan yang bukan disebabkan oleh aktivitas dalam menangkap ikan dan berakibat cacat permanen sebesar Rp100 juta
  • Biaya pengobatan untuk nelayan sebesar Rp20 juta

Syarat asuransi nelayan Astra

Setelah mengetahui manfaatnya tentu kita juga harus bagaimana syaratnya jika akan mengajukan asuransi nelayan ini. Menurut Undang-Undang No 18 Tahun 2016, persyaratan akan asuransi nelayan ini antara lain:

  • Usia maksimal nelayan adalah 65 tahun
  • Mempunyai kartu nelayan
  • Belum pernah menerima program asuransi dari pemerintah atau menerima program asuransi yang waktu periodenya sudah selesai dan pertanggungannya berbeda
  • Tidak memakai alat menangkap ikan yang dilarang pemerintah
  • Memakai kapal penangkap ikan dengan ukuran maksimal hanya 10 GT

Setelah syarat-syarat tersebut dipenuhi maka nelayan bisa mendaftar melalui situs satudata.kkp.go.id. berbagai tahap harus dilalui seperti tahap Persiapan, tahap Sosialisasi, tahap Pendataan dan Verifikasi, Pengusulan Calon Penerimaan Asuransi, tahap Validasi, tahap Penetapan Penerima Asuransi, dan Pengajuan dan Pembayaran Klaim.

Dengan adanya jaminan perlindungan bagi nelayan berupa asuransi untuk perahu nelayan maupun asuransi untuk nelayannya itu sendiri diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dari sektor kelautan. Kehidupan nelayan yang selalu bergantung dengan kondisi alam yang tidak pasti membuat jaminan perlindungan ini lebih terasa manfaatnya. Demi kepentingan nelayan memang seharusnya asuransi lebih bisa lagi menggali potensi dari nelayan di Indonesia mengingat ada banyak sekali orang yang profesinya sebagai nelayan.

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti