Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ketahui Tanda Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis!

by Sindhi Aderianti on 13 Februari, 2020

Quarter life crisis adalah sebuah fase dimana seseorang merasa cemas, dan bingung akan tujuan hidupnya. Selain tujuan hidup, quarter life crisis juga kerap terjadi pada mereka yang mulai ragu terhadap masa depan serta kualitas hidup, seperti pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan. Seperti apa tanda quarter life crisis? 

Tanda kamu mengalami quarter life crisis

Semua perasaan tersebut umumnya terjadi ketika seseorang berusaha untuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam hidup, karena merasa sudah dewasa. Quarter life crisis atau krisis seperempat baya ini sering kali dialami oleh mereka yang berusia 20 tahun ke atas. Meski demikian, sebagian ada pula yang menghadapi krisis ini di usia 18 tahun.

Pemicu Quarter Life Crisis

Banyak hal yang memicu timbulnya quarter life crisis dalam psikis seseorang. Jika dibandingkan dengan baby boomers ataupun generasi X, kaum millennials memang lebih rentan mengalami fase ini karena perspektif khususnya dalam urusan karier dan asmara yang mulai berbeda.

Semisal begini, menikah bagi generasi terdahulu mungkin sewajarnya dilakukan pada usia 20an tahun. Di luar itu terutama bila sudah menginjak kepala 3, kamu yang belum menikah akan dianggap tua oleh sebagian besar masyarakat. Perasaan khawatir pun muncul, bertanya-tanya kepada diri sendiri mengapa belum juga menemukan jodoh. “Diriku kurang apa?”, saat itulah akhirnya quarter life crisis terjadi.

Nah, sementara dalam urusan kerja perlu diakui persaingan kini semakin ketat. Semua orang berlomba-lomba untuk bisa merdeka secara finansial bersamaan dengan karier yang mulus dan terus menanjak. Butuh kerja keras, pengorbanan, serta kreativitas tingkat dewa untuk bisa mencapainya.

Mereka yang mengalami quarter life cirisis hanya kaget saat harus menapaki hidup sebagai orang dewasa, dimana ternyata sama sekali tidak mudah. Terlebih bagi yang sudah memutuskan untuk hidup mandiri tanpa support dari segi materi dari orangtua lagi. Real life has just begun!

(Baca Juga: 10 Makanan Penenang Pikiran dan Hati Bermanfaat Lawan Stres)

5 Tanda Kamu Mengalami Quarter Life Crisis

Tanda quarter life crisis sepintas mirip dengan orang yang mengalami stres. Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang membedakan. Apakah di umurmu yang sekarang tengah mengalami quarter life crisis? Tak banyak yang menyadari hal ini terjadi pada diri mereka, cek tanda-tandanya berikut.

1. Sulit bahagia

Seperti yang dilansir melalui lifehack.org, salah satu tanda seseorang mengalami quarter life crisis adalah ketika ia merasa sulit bahagia, padahal sudah banyak hal yang telah dilakukan dan dicapai. Secara materi, kamu pun dikategorikan mampu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari karena kehilangan tujuan hidup sesungguhnya dan terlalu ambisius tanpa dibarengi usaha sepadan.

2. Media sosial bikin insecure

Kedua, insecure setiap kali melihat timeline media sosial. Instagram adalah musuh terbesarmu sejak teman-teman dekat satu per satu mengirimkan undangan atau posting foto kelahiran anaknya. Di satu sisi, kamu ikut berbahagia. Namun di sisi lain, postingan tersebut seolah menyudutkanmu yang hingga kini masih jadi single fighter. Tak jarang kamu juga mempertanyakan kapan giliranmu seperti mereka.

3. Demotivasi dan serba salah

Jika merasa tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas apapun seperti bekerja, perasaan demotivasi ini juga bisa menjadi tanda kamu mengalami quarter life crisis. Apa yang kamu lakukan tersebut dirasa tak memberi keuntungan berarti dalam hidup. Padahal jika melakukan hobi seharusnya dibawa santai karena tujuannya hanya untuk melepas stres. Sementara kalau cuma berdiam diri, kamu merasa useless alias tidak berguna. Serba salah!

4. Mempertanyakan untuk apa hidup

Bagaikan seorang filsuf, kamu mulai bertanya-tanya apa gunanya kamu terlahir di dunia ini. Pertanyaan sederhana tapi sulit itu memang absurd dan tak bisa diprediksi. Kamu juga mulai overthinking kalau belum melakukan hal-hal terbaik dalam hidup. Dulu, target ingin menikah di usia 25 tahun, punya bisnis sembari bekerja, atau membahagiakan orangtua dengan materi. Nyatanya, semua tak semudah yang direncanakan.

5. Takut keluar dari zona nyaman

Pekerjaan yang kamu lakoni memang sudah membuat nyaman, hanya saja tidak berkembang. Sebenarnya banyak hal yang ingin kamu realisasikan demi karier. Namun ketika mengalami quarter life crisis, kamu berpikir bahwa akan sulit untuk memulai segalanya dari awal. Terutama saat harus beradaptasi di lingkungan baru; teman baru, atasan baru, ranah pekerjaan baru. Sehingga kondisi ini cenderung membuat kamu takut untuk keluar dari zona nyaman.

6. Sering membandingkan hidup orang lain

Tanda quarter life crisis yang satu ini paling menyakitkan tetapi sulit untuk dihindari Di masa krisis pada usia 20an tahun, kamu mungkin sudah menyaksikan banyak keberhasilan yang diraih teman-temanmu baik itu secara finansial, karier, ataupun asmara. Lalu membandingkan kalau mereka sudah berhasil, tapi kamu masih dengan hidup yang gitu-gitu aja. Hal ini dipicu oleh perasaan iri dan rendah diri. Dengan begitu, kamu hanya fokus pada pencapaian yang belum terwujud.

 7. Minder

Memasuki umur yang lebih dewasa, tentu banyak perubahan terjadi dalam hidupmu. Ada beberapa hal yang terkadang luput dari perhatian karena terlalu sibuk bekerja. Mulai dari kesehatan, perubahan fisik khususnya tubuh, hingga sadar akan masalah keuangan. Kamu mulai merasa sudah tua, namun tidak lebih sukses dari teman-temanmu. Sehingga kamu pun bahkan minder dan menolak saat diajak mereka kumpul bersama.

Seperti itulah kira-kira tanda quarter life crisis yang mungkin banyak dialami para millennials. Dengan mengenali tanda-tandanya, kamu bisa mulai pelan-pelan mengontrol diri untuk tidak khawatir berlebih terhadap hidup. “Adulting is hard”, ya memang begitu adanya. Tapi kamu pasti bisa melewati masa transisi ini. Semangat!

Kalau stres yang dirasa mulai mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Jangan khawatir dengan tarifnya yang mahal, karena asuransi kesehatan bisa meng-cover semua biaya tersebut.  Dapatkan asuransi kesehatan terbaik untuk hidupmu hanya di CekAja.com!

(Baca Juga: Cara Mengatasi Depresi tanpa Minum Obat paling Mudah dan Ampuh)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.