Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ketika Liburan ke Korea, Beberapa Tempat Wisata Ini Bisa Dikunjungi Gratis

by Ariesta on 27 Januari, 2016

Sejak booming-nya K-Pop dan drama Korea, Korea Selatan memang menjadi salah satu destinasi paling hits di Asia. Penggemar drama Korea berbondong-bondong mengunjungi lokasi-lokasi syuting terkenal seperti Nami Island yang dijadikan tempat syuting Winter Sonata. Penggemar K-Pop tentu saja berharap bertemu cowok seganteng personil boy band atau aktor Korea jika suatu saat berkunjung ke sini.

Kamu yang ngebet ke Korea tapi hanya punya budget pas-pasan sebenarnya tidak perlu khawatir. Soalnya, ada banyak tempat wisata di negara ini yang bisa dinikmati secara gratis.

National Palace Museum

National Palace Museum Korea

Museum yang berada di lingkungan Istana Gyeongbokgung ini didirikan tahun 1992. Berkunjung ke museum ini, kamu dapat menyaksikan 40.000 artefak yang di antaranya berupa lukisan dan alat-alat musik peninggalan dinasti Joseon. Pada lantai dasar gedung ini terdapat toko suvenir dan kafe yang dikelola museum. Di kafe tersebut kamu bisa membeli oleh-oleh lalu menikmati secangkir teh Korea.

Widget TRV Insurance

National Folk Museum

National Folk Museum of Korea-93

Masih berada di lingkunga istana Gyeongbokgung, National Folk Museum menyajikan replika rejarah dan kehidupan tradisional masyarakat Korea mulai dari zaman prasejarah sampai akhir era Dinasti Joseon tahun 1910. Lewat 98.000 artefak yang dipajang, kamu bisa memahami keseharian orang Korea zaman duhulu dan siklus hidup mereka yang banyak mengakar pada ajaran Confucius.

(Baca juga: Kondisi Tidak Menyenangkan yang Butuh Perlindungan Ketika Liburan)

Bukchon Hanok Village

Bukchon

Bagi kamu yang ingin merasakan nuansa Korea tempo dulu, Bukchon Hanok Village lah tempatnya.  Area yang terletak di antara istana Gyeongbokgung dan Changdeokgung ini terdiri dari gang-gang kecil dan hanok-hanok berusia ratusan tahun. Hanok merupakan rumah tradisional Korea berbahan kayu, batu, dan tanah. Karakteristik utama bangunan ini menggunakan pipa asap untuk menghangatkan lantai (ondol) dan  beratap jerami. Bila pemiliknya cukup berada, mereka menggunakan genteng berwarna hitam.

Gwanghamun Square

Gwanghamun

Gwanghamun Square merupakan ruang publik yang terletak memanjang dair Gwanghamun Gate sampai Gedung Kyobo Book Centre. Saat musim panas, halamannya berubah menjadi arena pancuran air. Terdapat dua patung pahlawan Korea yakni Laksamana Yi Sun-Sin dan King Sejong The Great yang melahirkan huruf hangul. Dari Gwanghamun Square, kamu juga bisa melihat Gwanghamun Gate, Istana Gyeongbokgung, dan gunung Bugaksan. Pada jam-jam tertentu, kamu bisa menyaksikan upacara pergantian pengawal kerajaan di sini.

Cheonggyecheon Stream

cheon

Sungai Cheonggyecheon merupakan ruang publik modern di jantung Kota Seoul sepanjang 10,9 kilomenter. Awalnya, sungai ini kumuh dan kotor. Sebuah restorasi besar-besaran berbiaya USD 900 juta menuai protes publik. Sungai bersejarah ini direstorasi dengan meruntuhkan jalan layang yang selama ini menutupi. Setelah dibuka kembali pada tahun 2005, sungaki ini sangar populer di kalangan penduduk lokal maupun turis.

(Baca juga: Ini Dia Caranya Mendulang Kekayaan di Bulan Februari 2016)

Changuimun Gate dan Fortress Walls

changuimun

Changuimun Gate aslinya dibangun tahun 1396. Changuimun merupakan salah satu dari delapan gerbang dari Fortress Walls atau benteng yang mengelilingi dan melindungi Seoul dari ancaman musuh. Zaman dulu, orang yang ingin keluar dari Seoul harus melalui gerbang ini. Berjalan-jalan di tempat ini membuatmju seakan kembali ke masa lalu waktu Korea masih berbentuk kerajaan.

(Baca juga: Wisata Peninggalan Perang di Asia yang Wajib Kamu Kunjungi, Sedikit Menyeramkan Lho)

Pergantian penjaga di istana Deoksugung

Deoksugung

Untuk memasuki istana Deoksugung, pengunjung memang diharuskan membayar 1.000 won. Tapi bagi kamu yang tidak memasuki istana ini pun tetap bisa menyaksikan upacara pergantian penjaga istana yang dihelat di gerbang Deoksugung.

Tabuhan drum menandai dimulainya acara disertai dengan komando, sera iringan musik perang tradisional Korea. Upacara berlangsung setiap pukul 11.00, 14.00, dam 15.30.

(Baca juga: Modal Rp 1,5 Juta Bisa Puas Jalan-jalan di Tokyo? Ini Caranya)

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami