Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Keuangan UKM: Ini 6 Langkah Penting dalam Mengelolanya

by Miftahul Khoer on 20 Januari, 2020

Bisnis berskala usaha kecil menengah alias UKM saat ini semakin diminati oleh masyarakat. Karena, berbisnis UKM sangat mudah dilakukan dengan modal yang seadanya dan bisa dimulai dengan produk apa saja yang banyak diperlukan masyarakat. Bagaimana cara mengelola keuangan UKM?

keuangan UKM

UKM yang ada di negara kita ini menyumbang sekitar 60% dari PDB (Product Domestic Bruto) dan juga memberikan kesempatan kerja pada banyak masyarakat kita. Jadi, bisnis UKM akan terus berkembang dan memberikan peluang besar yang menguntungkan bagi mereka yang menyukai dunia wirausaha.

Bisnis UKM bisa bermacam-macam. Jika memang bisnisnya berkembang, maka bisa mendatangkan profit yang lumayan. Karena itulah, bisnis UKM meskipun tidak membutuhkan modal yang cukup banyak, tapi keuntungan yang didapat cukup banyak.

Meskipun masih dikelola secara kecil-kecilan, tapi para pelaku bisnis UKM ini perlu memperhatikan beberapa hal, terutama dalam hal keuangan. Karena, keuangan adalah hal yang penting dalam bisnis. Kalau kamu tidak begitu pandai mengelola keuangan, maka sebesar apapun keuntungan yang didapat, maka kamu tetap akan kelabakan. Untuk itu, kamu perlu mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan bisnis kamu. Berikut penjelasannya.

1. Pisahkan rekening pribadi, keluarga, dan usaha

Hal yang paling sering banget dialami oleh para pelaku usaha pemula, adalah menggabungkan rekening pribadi dengan rekening usaha. Hal ini sangat salah besar. Karena, kalau kamu menyatukan rekening kamu, maka kami tidak akan tahu berapa jumlah pemasukan yang masuk dan keluar. Semuanya akan tercampur.

Karena itu, ketika kamu memulai bisnis UKM, maka ada baiknya membuat rekening lain yang terpisah. Rekening ini khusus untuk keuangan bisnis kamu.

(Baca juga: 4 Pinjaman Modal Usaha Terbaik di Tahun 2020)
2. Alokasikan pengeluaran bulanan, meskipun untuk gaji kamu

Meskipun usaha tersebut punya kamu, maka kamu tetap mengalokasikan dana untuk pengeluaran bulanan kamu. Hal ini juga penting karena kamu sebagai pengelola bisnis kamu sendiri, tetap harus mendapatkan penghasilan semacam gaji, meskipun tidak seberapa.

3. Membuat catatan proyeksi arus kas

Ketika berbisnis, kamu perlu membuat sebuah catatan, tentang pemasukan dan pengeluaran, serta apakah kamu masih memiliki uang cash atau tidak. Dengan begini, maka kamu bisa mengantisipasi apabila terjadinya minus. 

4. Membuat laporan keuangan

Selain catatan, kamu juga perlu membuat laporan tentang keuangan seperti catatan kerugian atau laba, dan neraca. Meskipun kamu belum memungkinkan, setidaknya kamu memiliki catatan saja untuk laporan keuangan

(Baca juga: Mau Jadi Pengusaha? Ini 7 Langkah Mudah Mendirikan PT)
5. Jangan ada uang yang dipegang karyawan

Sering ada kasus di mana karyawan membawa pulang uang hasil penjualan, alasannya karena mungkin tidak sempat untuk menyerahkan uang ke atasan. Hal ini akan menimbulkan uang tersebut akan terpakai, apapun itu alasannya. Kalau sudah begini, maka kamu sendiri yang akan bingung. Karena itu, ada baiknya uang hasil penjualan langsung diambil sama kamu selalu pemilik.

6. Cek stok barang secara berkala

Mengecek stok barang juga harus rutin kamu lakukan. Hal ini untuk menghindari adanya manipulasi yang dilakukan oleh karyawan kamu. Karena itu, ada baiknya kami rutin mengecek stok barang.

Itulah beberapa hal yang harus kami lakukan dalam mengelola keuangan bisnis kamu. Meskipun bisnis UKM kamu masih kecil-kecilan, tapi pengelolaan keuangan harus secara profesional, supaya kamu tidak dirugikan.

Butuh tambahan modal bisnis? Cek pilihannya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.