Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Kiat Atasi Bokek Dengan Cara Menggadaikan Laptop Di Pegadaian

by Satrya Agung on 10 November, 2016

Sejak tahun 1746, Pegadaian sudah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi keuangan. Sebagai lembaga keuangan yang didirikan oleh VOC dengan nama Bank Van Leening, Pegadaian memberikan kredit kepada masyarakat dengan sistem gadai.

Dengan demikian tak heran kalau kehadiran Pegadaian ini sudah menjadi bagian dari masyarakat. Bahkan bisa dibilang sudah menjadi top of mind masyarakat saat membutuhkan kucuran dana segar.

Pada dasarnya ada banyak macam barang yang bisa digadaikan di Pegadaian. Selain cara menggadaikan laptop di Pegadaian yang mempunyai nilai jual yang pasti, beberapa barang pun bisa digadaikan di sini, seperti kain panjang dari batik.

Sudah jadi hal yang lumrah bagi orang tua terdahulu menggadaikan kain panjang batik mereka. Dan biasanya lagi Pegadaian ramai dikunjungi ketika akan Lebaran. Kamu akan banyak menemukan barang-barang baru yang digadaikan di sana.

(Baca juga: 5 Benda yang Paling Sering Digadaikan Orang Menjelang Lebaran)

Tapi kali ini kita tidak membahas hal tersebut, kita akan menjabarkan apa saja cara yang bisa ditempuh untuk menggadaikan laptop. Ini berasa perlu dibahas karena banyak orang yang gagal menggadaikan laptopnya karena kurangnya informasi yang didapat.

Ada beberapa hal yang harus kamu siapkan sebelum menggadaikan laptop di Pegadaian. Pertama adalah cari tahu harga laptop kamu di pasaran. Ini untuk memberikan patokan kira-kira harga yang cocok untuk laptopmu.

Sebelum memulai cara menggadaikan laptop di pegadaian, pastikan bahwa laptopmu tersebut memiliki semua kelengkapan, mulai dari kotaknya, tas, charger, dan kelengkapan lain jika memang ada. Ini akan berpengaruh akan nilai jual.

Pihak Pegadaian akan memberi nilau yang sesuai pasar jika semua kelengkapan ada. Dan ditambah jika baik dari sisi tampilan maupun performa kerja laptop kamu masih sangat bagus.

Kalau sebelumnya kamu suka menempel berbagai macam stiker di laptop, maka mulai dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut, atau kamu bisa pasangkan hardcase pada laptop atau stiker. Jadi kalau pun mau pasanga stiker tidak akan merusak dari badan laptop.

Yang terpenting ketika kamu membawa laptopmu untuk digadaikan adalah kuitansi pembelian yang asli. Tanpa secarik kertas ini, usaha kamu akan sia-sia. Pegadaian tidak akan mau menerima.

Petugas Pegadaian bisa saja beranggapan bahwa laptop yang kamu bawa adalah barang curian karena kamu tidak bisa menunjukkan kuitansi pembeliannya. Jika diibaratkan, kuitansi pembelian itu seperti BPKB kendaraan bermotor.

Setelah semua yang dibutuhkan tersedia, sekarang kamu bisa gadaikan laptop itu. Tentu dengan melampirkan kartu identistas, baik KTP atau SIM. Dan setelah semua beres, harga pun disepakati, kamu akan disodorkan perjanjian. Harap baca baik-baik dan secara perlahan.

Pastikan kamu memahami betul semua isi perjanjian tersebut. Jika ada hal yang tidak kamu mengerti jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas dan mintalah untuk dijelaskan hingga kamu paham.

Pahami juga sistem pegadaian yang berlaku di Pegadaian. Ada dua sistem yang berlaku, jika kamu menggunakan pegadaian konvensional, maka bunga yang dibebankan kepadamu adalah per 15 hari, sedangkan sistem syariah menerapkan per 10 hari. Maka hitunglah keuanganmu dengan cermat untuk melakukan pelunasan

Lunasi dan penuhi kewajibanmu tepat waktu. Jika tidak maka jangan heran kalau laptop kesayanganmu telah berpindah tangan. Karena banyak orang yang mengincar barang-barang bekas namun berkualitas bagus di Pegadaian.

Selain menggadaikan barang berharga, kamu juga melakukan investasi di Pegadaian. Salah satunya adalah berinvestasi emas. Bahkan kamu bisa saja berkebun emas. Penasaran? Simak di artikel berikut ya.

(Baca juga: Investasi Emas dengan Cara Gadai)

Sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara menggadaikan laptop di pegadaian?

Tentang Penulis

Tenggelam dalam lautan kata, bernapas dengan insang bahasa.