Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Kiat Kaya Raya Ala 4 Pengusaha Muda Indonesia

by Miftahul Khoer on 18 September, 2018

Lagu Slank berjudul ‘Entah Jadi Apa’ dalam album Minoritas rilisan tahun 1996 terdapat penggalan lirik yang menarik untuk disimak: kecil disuka, muda terkenal, tua kaya raya, mati masuk surga. Siapa pun, termasuk Anda mungkin ingin menikmati hidup seperti itu. Tetapi akan lebih baik lagi jika sebelum tua Anda bisa menjadi seorang yang kaya.

Justru kita harus bisa belajar menjadi orang sukses biar bisa kaya sewaktu muda. Tak usah jauh-jauh, Anda bisa meneladani empat anak muda yang usianya masih 30-an, tapi sudah masuk 150 orang paling kaya di Indonesia versi Majalah Globe Asia.

Keempat anak muda ini bahkan berhasil menjadi kaya karena cerdas memanfaatkan teknologi sebagai sumber kekayaannya. Siapa saja keempat orang paling kaya di Indonesia berusia muda ini, Yuk Simak!

(Baca Juga: Fakta-fakta Ronaldo, Sang Fenomena yang Memborong Saham Real Valladolid)
Ferry Unardi, Founder Traveloka

Siapa sangka, aktor yang melahirkan perusahaan marketplace tiket perjalanan dan juga hotel terbesar di Indonesia, Traveloka merupakan anak muda yang masih berusia 30 tahun. Ferry Unardi, pria dengan nilai kekayaan senilai 145 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,1 triliun itu sukses mengubah budaya masyarakat yang sebelumnya membeli tiket perjalanan di bandara, stasiun ataupun terminal.

Sebelum mendirikan Traveloka, Ferry juga sempat bekerja di perusahaan IT raksasa, Microsoft  hingga kemudian memutuskan keluar dan mendirikan perusahaan penyedia kebutuhan perjalanan tersebut. 

(Baca Juga: Belajar Kaya Raya dari Jack Ma, Si Manusia Rp500 Triliun)

Sempat menempuh kuliah di Universitas Purdue, Ferry melanjutkan pendidikannya di Sekolah Bisnis Harvard meski tak dilanjutkan karena fokus mendirikan bisnis startup-nya. Pada awalnya, seperti kebanyakan pengusaha anyar, Ferry merasa kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya karena karyawannya yang berjumlah delapan orang.

Dia juga sempat merasa kesulitan saat penawaran kerjasamanya ditolak oleh maskapai penerbangan. Usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memang tidak pernah salah, perlahan tapi pasti banyak investor yang kemudian membenamkan modalnya di Traveloka, seperti Expedia Inc yang menyuntikkan modal US$2 miliar pada 2017 serta investor lain yang akhirnya membuat valuasi Traveloka mencapai Rp26,2 triliun.

Nah kini bukan hanya perusahaannya saja yang dibanjiri uang. Uang pun terus mengalir ke kantong pribadinya selaku pengusaha startup paling sukses di Tanah Air.

William Tanuwijaya, Founder Tokopedia

Menjadi orang sukses itu tak bisa datang ujug-ujug dari langit begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilalui. Itulah yang dirasakan oleh William Tanuwijaya, seorang pemuda berusia 36 tahun asal Pematang Siantar yang sukses menaklukkan Ibukota.

Awalnya William datang ke Jakarta untuk kuliah di Universitas Bina Nusantara. Untuk mencukupi kehidupannya selama kuliah, ia menjadi penjaga warnet dari jam 9 malam hingga jam 9 pagi.

Meski begitu, ia akhirnya lulus kuliah dan bekerja di perusahaan tak jauh dari latar belakang pendidikannya di Teknik Informasi. Pekerjaan pertamanya pasca lulus adalah game developer di salah satu perusahaan.

Hingga kemudian dirinya hengkang ke perusahaan lain dan didapuk sebagai IT and Businessment Manager. Tepat pada 2009, William mendirikan Tokopedia dari hasil gagasan yang ada di pikirannya.

Dia merasa membuat ide mal online akan memiliki peluang yang bagus di zaman digital seperti sekarang ini. Hingga akhirnya ia berhasil membawa nama Tokopedia menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Tokopedia makin banyak diminati investor. Salah satu raksasa e-commerce terbesar Alibaba menyuntikkan dana segar sekitar Rp14,7 triliun kepada Tokopedia.

Rencananya, suntikan dana tersebut digunakan untuk pengembangan pusat riset perusahaan. Kini William tak usah lagi menjaga warnet, karena kekayaannya sudah mencapai 130 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,9 triliun.

(Baca Juga: Cek, Fakta Unik Dibalik Perjuangan Orang-orang Terkaya!)
Achmad Zaky, Founder Bukalapak

Hampir semua pengusaha sukses pernah merasakan kegagalan. Tak terkecuali bos Bukalapak, Achmad Zaky.

Pria dengan nilai kekayaan sebesar 105 juta dolar AS atau sekitar Rp1,5 triliun itu pertama kali mendirikan Bukalapak.com saat duduk di bangku kuliah tingkat 3 di ITB. Kala itu bisnisnya kurang dilirik orang.

Hingga akhirnya pada 2011, Bukalapak mulai berkembang. Latar belakang Zaky bukan dari keluarga berada. Namun karena kegigihannya dalam bekerja, akhirnya ia berhasil mengembangkan bisnis marketplace-nya.

Saat membangun Bukalapak, tak banyak modal yang dikeluarkan Zaky. Ia mencoba mengajukan modal ke beberapa perusahaan namun ditolak. Akhirnya ia mendapat suntikan modal dari Jepang.

Tak hanya itu, pada 2014 hingga 2015, Bukalapak mendapat suntikan dana dari Emtek Group mulai dari Rp29,4 miliar, Rp123,6 miliar dan Rp215,4 miliar. Emtek memiliki saham di Bukalapak sekitar 49%.

Kini, Bukalapak menjadi salah satu marketplace paling banyak dikunjungi yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Per harinya, puluhan miliar transaksi terjadi di Bukalapak. Oleh karnea itu wajar, jika pria yang sering tampil unik ini jadi salah satu pengusaha muda paling tajir di Tanah Air.

Nadiem Makarim Pendiri Gojek

Nama Nadiem Makarim dalam beberapa tahun ini memang selalu tampil membanjiri pemberitaan. Maklum, anak muda lulusan Universitas Harvard ini merupakan bos Go-Jek, salah satu transportasi berbasis aplikasi yang sedang ngetren di Indonesia.

Kiprah Go-jek saat ini memang menjadi salah satu transportasi paling digemari di Indonesia. Untuk membangun perusahaan Go-Jek, pria berusia 33 tahun itu mengaku tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses berliku untuk menjadikan Go-jek seperti sekarang ini.

Nadiem mengaku pernah tiga kali gagal saat mendirikan Go-Jek. Namun, karena ia tak putus asa, ia terus mencoba membangun perusahaannya. Hingga akhirnya Go-Jek berkembang dan terus ekspansi ke negara lain.

Saat ini, Go-Jek merupakan perusahaan transportasi berbasis aplikasi yang banyak diburu investor. Kabar yang paling menghebohkan, Google menyuntikkan modal sekitar US$1,2 miliar atau lebih dari Rp16 triliun ke G0-Jek.

(Baca Juga: Jika Nyambi Gojek, Anak Kuliahan Bisa Dapat Gaji Setara Manajer. Lihat Hitungannya Yuk!)

Selain itu, suntikan dana juga diberikan oleh JD.com Inc sebesar US$100 juta. Investor lainnya yang membenamkan modal di Go-Jek antara lain Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLD dan lainnya.

Dari seorang yang awalnya berprofesi sebagai pegawai di perusahaan orang lain, sekarang Nadiem berhasi menjadi orang paling tajir di Indonesia dengan jumlah kekayaan sekitar Rp1,4 triliun. Bukan itu saja, Go-Jek bersama perusahaan startup lain seperti Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak saat ini sudah terdaftar sebagai startup yang menyandang status unicorn atau perusahaan yang memiliki vaulasi lebih dari US$1 miliar.

Nah, apakah Anda terinspirasi dari keempat sosok di atas. Paling tidak Anda bisa menjadi seorang muda yang terkenal dan kaya raya. Anda bisa mulai menjadi kaya dengan investasi, mulailah mencari produk investasi yang cocok untuk Anda, akses CekAja.com dan temukan ragam produk investasi untuk kebutuhan finansial Anda.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami