Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Kiat Menjaga Keberuntungan dan Menghalau Sial saat Imlek

by Gentur Putro Jati on 25 January, 2019

Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya persiapan yang mereka lakukan maupun hindari menjelang Imlek. Tujuannya apalagi kalau bukan menjaga keberuntungan dan menjauhkan diri dari nasib buruk selama satu tahun ke depan.

Berikut adalah tradisi yang wajib dan pantang dilakukan ketika menyambut Imlek:

Membersihkan dan Menghias Rumah

Wajib:

– Bersihkan rumah dengan membuang barang yang tidak terpakai dipercaya bisa mengusir nasib buruk, karena kita menyingkirkan energi stagnan dalam benda tersebut.

– Bukan hanya pakaian yang dikenakan, namun rumah masyarakat Tionghoa umumnya dihias dengan ornamen dan lampion berwarna merah saat Imlek tiba. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Menyalakan kembang api dan petasan saat malam pergantian tahun juga diyakini bisa menghalau pergi monster Nian yang membawa kesialan.

Pantangan:

– Jangan bersihkan rumah saat tahun baru tiba karena dipercaya membawa nasib buruk. Dilarang membersihkan rumah menggunakan sapu karena dewa rezeki Ru Yen yang bertubuh sangat kecil dipercaya bisa ikut terbuang bersama tumpukan sampah dan debu yang disapu.

Berbagi Angpao dan Jeruk

Wajib:

– Tradisi berbagi rezeki pada masyarakat Tionghoa identik dengan amplop merah berisi uang. Angpao biasanya dibagikan pada berbagai peristiwa yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, selametan rumah baru, dan perayaan tahun baru.

– Bertukar jeruk juga dianggap bisa mendatangkan peruntungan baik. Karena dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan Gan Ju yang berarti baik, atau bagus.

Dapatkan jeruk Mandarin yang manis dan segar di Ranch Market terdekat di kota Anda untuk keperluan Imlek. Gunakan kartu kredit BRI yang memberikan diskon sebesar 30 persen untuk setiap pembelian produk apapun di seluruh outlet Ranch Market.

Jika belum memiliki kartu BRI, ajukan aplikasinya sekarang juga melalui CekAja.com. Klik tautan pengajuan aplikasi kartu kredit BRI dan ikuti prosesnya yang mudah sampai tuntas.

(Baca juga: 5 Salah Kaprah Pemahaman Kartu Kredit yang Sering Anda Percayai)

Pantangan:

– Meskipun sudah dewasa secara usia, namun mereka yang belum menikah tidak boleh memberi angpao. Orang yang telah menikah dalam budaya Tionghoa dianggap telah mapan dan secara ekonomi lebih baik daripada yang belum menikah.

Kumpul Keluarga

Wajib:

– Menghabiskan waktu libur bersama keluarga adalah esensi terpenting dari Imlek. Selama perayaan berlangsung, manjakan perut dengan beragam masakan khas yang mengandung berbagai simbol keberuntungan. Ikan, mie, dan pangsit adalah beberapa bahan dasar masakan Imlek yang wajib ada di meja makan.

(Baca juga: 5 Trik Hemat Makan di Restoran Mewah)

Jika Anda tidak sempat memasak sendiri jangan khawatir, The Duck King punya deretan menu yang cocok untuk disantap di hari spesial tersebut.

Bagi pengguna kartu kredit BNI, nikmati diskon 20 persen dari restoran tersebut. Dapatkan kartu kredit BNI dengan mudah melalui CekAja.com yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Ajukan aplikasinya lewat sini.

Pantangan:

– Selama berkumpul bersama keluarga sebaiknya hindari melakukan hal-hal yang bisa membawa nasib buruk. Contohnya memecahkan gelas dan piring, menggunakan benda tajam, berpakaian warna hitam atau putih, berkata buruk, dan menangis. Hal-hal tersebut jika dilakukan saat imlek, konon akan terus berlanjut selama satu tahun ke depan.

Bertukar Hadiah

Wajib:

– Sesuaikan jenis hadiah Imlek yang akan Anda berikan dengan usia si penerima. Untuk orang tua, hadiah bisa berupa pakaian atau alat kesehatan. Sementara untuk yang usianya sebaya, bisa berupa buah-buahan dan kue kering. Kemudian untuk anak-anak, mereka tentu tidak akan menolak jika diberikan hadiah perlengkapan sekolah dan buku bacaan.

Pantangan:

– Jangan memberikan hadiah yang secara simbolis membawa kesialan. Beberapa diantaranya adalah saputangan yang biasanya diberikan di akhir pemakaman, atau cermin yang diyakini menarik kehadiran hantu jahat.

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami