Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Kiprah 3 Srikandi Inspiratif yang Sukses Lagi Kaya

by Gito on 8 Maret, 2019

Kita harus banyak berterima kasih pada Raden Ajeng Kartini, wanita kelahiran Jepara yang mempelopori kesetaraan gender pada zaman kolonial dulu. Berkat upayanya, lahir “Kartini-kartini” modern yang memiliki semangat juang yang mudah berkobar dan tak mudah padam.

Pemikiran Kartini yang dituangkan dalam secarik surat berjudul Door Duuistermis tox Licht atau yang berarti Habis Gelap Terbitlah Terang kepada sahabatnya di Belanda, menginspirasi banyak wanita muda untuk berbuat kreatif dan juga inovatif demi masa depannya dan juga masa depan keluarganya.

(Baca juga: Alasan Kenapa Kamu Masih Miskin dan Tidak Bisa Menjadi Miliarder)

Nah berikut tiga sosok wanita Indonesia inspiratif yang mampu mendobrak segala halangan hingga akhirnya berhasil menyesap kesuksesan.

  1. Susi Pudjiastuti

Siapa yang tak kenal dengan wanita fenomenal ini? Menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Indonesia periode 2014 hingga 2019, Susi sukses menjadi salah satu Srikandi yang ditakuti dalam dunia kemaritiman di Indonesia.

Lihat saja, sejak awal masa tugasnya hingga akhir tahun 2018, wanita bertato ini telah menenggelamkan sebanyak 488 kapal asing ilegal yang menyelinap mencuri ikan dari perairan Indonesia. Jumlah itu menjadi angka terbanyak sepanjang sejarah dunia kelautan Indonesia.

Walaupun hanya mengenyam pendidikan sampai SMA tingkat dua, tidak menyurutkan langkah Susi untuk terus berkarya. Dia akhirnya mulai mengumpulkan uang dan memulai bisnis menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983.

Demi dapat memperoleh modal, Susi sampai harus menjual perhiasan yang dimilikinya sehingga terkumpul dana Rp750 ribu. Nah berkat kegigihannya, 13 tahun kemudian, bisnis pengepulan ikannya menjelma menjadi pabrik pengolahan ikan yang diberi nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product.

Lewat perusahaan itu, Susi bahkan telah memilki produk andalan, yakni lobster yang diberi merek Susi Brand. Seiring dengan perkembangannya, bisnis yang dimiliki oleh wanita kelahiran 1965 itu akhirnya terus membesar hingga akhirnya merambah Asia dan juga Amerika.

(Baca juga: Kartini Modern, Yuk Simak 7 Kalimat Inspiratif dari Para Wanita Hebat Indonesia)

Demi menjaga kualitas pasokannya, perempuan bersuara berat itu akhirnya memutuskan membeli sebuah pesawat Cessna Caravan seharga Rp20 miliar melalui pinjaman bank. Pesawat tersebut digunakan untuk mengirimkan hasil produksi pabrik ke para pembeli.

Nah, aksi korporasi itu merupakan cikal bakal terjunnya Susi ke bisnis logistik dan juga aviasi dengan membuka sekolah pilot, Susi  Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School bersama sang suami.

  1. Carline Darjanto

Forbes memasukkan nama Carline Darjanto dalam 30 under 30 Asia dalam bidang Art, Health & Care, Science dan Marketing & Advertising. Ya, pemilik merek fesyen Cotton Ink itu dinobatkan menjadi salah satu sosok sukses di bidang Retail & E-Commerce Asia.

Memulai bisnisnya sejak kuliah bersama dengan teman sejawatnya, Ria Sarwono. Carline dan rekannya itu hanya bermodalkan Rp1 juta. Itupun merupakan hasil talangan dari masing-masing orang tua kedua remaja.

Dana pinjaman tersebut berhasil diubah menjadi 2 lusin kaus berlabel Cotton Ink. Desain pertamanya yang keluar adalah kaos bersablon Barrack Obama, pemenang Pemilihan Presiden di Amerika Serikat pada 2008 silam. Berharap dapat mendulang untung dengan kebekenan lelaki keturunan Afrika – Amerika, Carline akhirnya memulai bisnis yang awalnya menjadi sampingan itu.

Cotton sendiri secara harafiah merupakan katun dan ink adalah tinta. Disini duo sahabat itu ingin memberikan bahan yang nyaman kepada konsumennya.

Ya, dari produksi awal yang hanya menyentuh 2 lusin, siapa sangka, hasil produksi Cotton Ink sekarang sudah mampu menembus ribuan potong pakaian dan juga aksesoris.

Bisnis yang dimiliki Carline terus membesar, 1 tahun berselang, tepatnya di 2009, pegawai Cotton Ink baru berjumlah 2 orang, itu pun awalnya berstatus sebagai asisten rumah tangga orang tua Carline dan juga Ria.

Meskipun hanya dibekali pasukan yang mini, Carline dan Ria tidak berhenti bereksplorasi, keduanya akhirnya mengeluarkan produk convertible scarf. Dan ternyata, pasar merespon positif peluncuran produk anyar dari Cotton Ink tersebut, alhasil pada tahun 2010 Carline dan Ria memutuskan bahwa Cotton Ink tidak akan menjadi merek aksesoris semata, melainkan menjadi merek mode yang terkenal.

9 tahun berselang, Cotton Ink diketahui sudah mempekerjakan 125 pegawai. Tidak hanya itu, Cotton Ink juga sudah memiliki 4 lini produk, yakni pakaian, aksesoris, Cotton Ink Studio dan Cotton Ink Mini dan setiap pekannya ada 4 produk baru yang meluncur ke pasaran.

  1. Nilam Sari Sahadewa

Mayoritas dari kamu pasti pernah mendengar Kebab Turki Baba Rafi. Pelopor ritel kebab di Indonesia yang akhirnya mendunia itu ternyata diawali dengan modal yang sangat mini, Rp2 juta saja.

Adalah Nilam Sari, di usianya yang baru menginjak 20 tahun itu, dia bersama suaminya kala itu, Hendy Setiono memulai bisnis kebab di pinggir jalan kaki lima dengan gerobak yang mirip dengan gerobak martabak.

Ide bisnisnya lahir dari ide Hendy yang baru saja pulang dari Qatar sehabis menemui ayahnya.

Siapa sangka, beberapa belas tahun kemudian, jumlah outlet yang dimilikinya sudah mencapai lebih dari 1.300 outlet yang tersebar di 9 negara. Prestasi yang membanggakan ini bukanlah secara mudah digapai oleh wanita kelahiran Surabaya pada 1981 silam.

Di awal merintis bisnisnya, ia bahkan sempat terserang penyakit tipes selama 2 kali dalam kurun waktu satu tahun. Memang tidak ada keberhasilan yang dapat diraih dengan cara mudah, kadang terselip tangis dan juga air mata dalam setiap pertumbuhannya.

Namun yang jelas, optimisme dari Nilam lah yang akhirnya sukses membawa merek lokal mendunia dan berhasil menjadikan bisnis kulinernya menggurita. Karena selain memiliki Kebab Turki Baba Rafi, dia juga diketahui sebagai pemilik franchise Ayam Bakar Mas Mono, Bebek Garang, Piramizza dan satu perusahaan agensi, Voila! 360’ Communication Agency.

Jangan sungkan meminjam modal

Buat kamu yang tengah merintis suatu usaha, jangan pernah menyerah dalam menjalaninya. Siapa tahu, kamu bisa generasi penerus kesuksesan tiga Srikandi tersebut dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

Kalau bisnis yang kamu rintis terbentur masalah permodalan untuk dapat berkembang, ajukan kredit tanpa agunan (KTA) atau kredit usaha kecil menengah (UKM) lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit