Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kisah Pasangan Manula Keliling Dunia Tanpa Jadi Bangkrut

by Ariesta on 15 Juli, 2016

Traveling adalah bagian dari gaya hidup kelas menengah. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan tanggal merah atau cuti untuk melancong. Tapi keliling dunia selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tidak semua orang bisa melakukannya. Alasannya apa lagi kalau bukan uang dan waktu.

Oleh karenanya, masa pensiun merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan mimpi ini. Meski fisik tidak lagi muda, uang hasil bekerja bertahun-tahun dan tabungan masa depan sudah terkumpul, waktu luang pun tersedia. Seperti yang dilakukan pasangan Tim dan Lynne Martin.

Tiga tahun lalu, Lynne Martin (73) dan suaminya Tim (68) memutuskan untuk menghabiskan masa pensiun mereka di ‘jalanan’. Untuk mewujudkan impian mereka ini, mereka menjual rumah untuk mendanai biaya keliling dunia. Sejak saat itu, mereka menyewa apartemen untuk tinggal di Meksiko, Argentina, Turki, Prancis, Italia, Inggris, Irlandia, Maroko, Portugal, dan Jerman.

(Baca juga: Nikmati Kekayaannya, Ini yang Dilakukan Miliarder Dunia di Usia Pensiun)

Masing-masing hanya membawa koper sebesar 32 inci selama perjalanan tersebut. Bagi mereka, kemewahan yang sebenarnya adalah, “Bisa bertemu orang baru di negara yang dikunjungi,” kata Lynne dalam uraian pengalaman yang ditulis dalam buku Home Sweet Anywhere: How We Sold Our House, Created a New Life, and Saw the World. Mereka juga menceritakan pengalaman mereka dalam blog homefreeadventures.com.

Sebelum pensiun, Lynne adalah seorang entrepreneur dan berpengalaman di bidang public relation, desain interior, dan produksi keju. Tim merupakan pebisnis di bidang elektronik. Keduanya punya dua putri dari pernikahan sebelumnya dengan total tujuh cucu. “Kami senang tinggal di Amerika, tapi kami lebih bahagia mengunjungi tempat baru setiap satu atau dua bulan,” beber Tim.

Selain sebagai biaya tambahan, alasan mereka menjual rumah karena mereka tidak ingin terbebani dan khawatir oleh rumah yang ditinggalkan. Tentu saja keputusan ini terasa berat pada awalnya. Apalagi mereka juga harus menjual seluruh perabotan dan hanya mengemas yang dibutuhkan dalam sebuah koper.

“Kami merasa sedih melepas foto-foto, perhiasan, dan barang kenangan lainnya,” aku Lynne. Tak hanya itu, keduanya juga harus menemukan orang yang tepat untuk mengasuh anjing Terrier kesayangan.

Mungkin kamu menyangka mereka berdua sangat kaya. Tapi Lynne berkata tidak harus menjadi kaya untuk mulai keliling dunia. “Kami bukan orang kaya, tapi penasihat keuangan kami melakukan yang terbaik agar kami bisa mewujudkan mimpi ini,” ujarnya lagi.

Pendapatan mereka peroleh dari hasil investasi sebesar US$6.000 per bulan, belum termasuk uang pensiun. Mereka sama sekali tidak menyentuh tabungan pensiun jika belum waktunya karena, “Kami ingin mengurus diri sendiri dan tidak ingin menjadi beban bagi anak kami.”

Tim berkata dia senang melakukan semua perencanaan travel termasuk mencari apartemen satu kamar di homeaway.com. Salah satu hasil pencarian tersukses adalah sebuah apartemen di sisi pantai di Portugal seharga kurang dari US$1.800 per bulan. Kondisi setiap tempat yang mereka sewa juga sangat bersih.

Mereka juga tidak fasih berbahasa lain selain bahasa Inggris. Namun mereka berusaha mencari tahu kata-kata umum seperti tolong, terima kasih, dan permisi. Selebihnya mereka tersenyum dan menggunakan bahasa tubuh, karena senyum adalah bahasa universal.

Baik Lynne maupun Tim hampir selalu sehat selama bertahun-tahun perjalanan keliling dunia dan hanya pergi ke dokter untuk sakit ringan. Saat kangen dengan anak dan cucu, mereka mengunjungi mereka di Florida, Texas, dan California. Atau sebaliknya mereka yang dikunjungi anak cucu.

Untuk saat ini Lynne dan Tim tinggal di New York dan berencana kembali ke Parik lalu ke Ekuador. Mereka tidak punya keinginan menetap secara permanen di negara yang mereka kunjungi atau segera mengakhiri petualangan mereka. Tapi sejauh apapun mereka pergi, mereka tetap akan pulang ke kota mereka, California.

(Baca juga: Inspirasi: Tidak Ingin Kerja Terus, Empat Pasangan Muda Ini Pilih Pensiun Dini dan Keliling Dunia)

“Untuk menjadi seperti kami, kamu harus berjiwa petualangan,” kata Lynne. “Kamu wajib punya rasa penasaran dan fleksibel karena akan ada kejutan tak terduga setiap harinya. Kami tidak bilang setiap pasangan pensiun akan bahagia dengan gaya hidup seperti kami, tapi kami benar-benar menikmatinya.”

Bagaimana, tertarik seperti Lynne dan Tim?

Tentang Penulis