Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Kisah Sukses Pavel Durov Membangun Aplikasi Telegram

by Kartika Ratnasari on 13 Desember, 2017

pavel durov - CekAja.com

Berhasil membuat situs dan aplikasi ternama di usia muda bernama Telegram, Pavel Durov disebut-sebut sebagai Mark Zuckerberg versi Rusia.

Beberapa waktu lalu, aplikasi Telegram sempat ramai dibicarakan setelah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Menkominfo Rudiantara menjelaskan bahwa aplikasi pesan instan tersebut kerap digunakan jaringan teroris untuk berkomunikasi secara rahasia.

Ia menemukan sekitar 17 ribu halaman di Telegram yang membahas penyebaran propaganda radikal ke masyarakat, salah satunya cara untuk merakit bom. Menurut Rudiantara, salah satu alasan para teroris memilih Telegram sebagai alat komunikasi adalah karena keamanannya yang sangat terjaga.

Beberapa saat setelah pemblokiran Telegram oleh pemerintah Indonesia, sang pendiri, Pavel Durov bertandang ke Jakarta untuk bertemu dengan Menkominfo Rudiantara di kantor Kemenkominfo. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas standar keamanan yang diterapkan aplikasi pesan instan tersebut untuk menangkal konten terorisme.

Patut dicontoh, ini kisah jatuh bangun Pavel Durov hingga sukses dirikan Telegram

Konsisten dengan konsep keamanan yang selalu diutamakan oleh Telegram kepada penggunanya, Pavel Durov tak segan untuk menolak permintaan pemerintah dari negara mana pun untuk membuka identitas pengguna aplikasinya. Sikapnya dalam mempertahankan privasi pengguna Telegram kerap menjadi kontroversi.

Meski demikian, Durov tegas membantah bahwa dia dan timnya berteman dengan teroris, meski Telegram menjadi alat komunikasi favorit para teroris. Banyak yang bisa kita contoh dari karakter kuat dan sikap konsisten yang dimiliki Pavel Durov, yang membuatnya menjadi sukses seperti sekarang. (Baca juga: 4 Keuntungan Membuat Website Gratis Bagi Pebisnis)

Terusir dari negara kelahirannya

Telegram merupakan produk kedua yang dibuat Durov setelah sukses mendirikan Vkontakte pada tahun 2006.  Vkontakte atau yang biasa disebut vk.com adalah sebuah media sosial populer di Rusia untuk menyebar informasi yang mirip dengan Facebook.

Namun sayangnya, masa kejayaan vk.com terpaksa berakhir setelah kerahasiaannya dicampuri oleh Vladimir Putin untuk urusan politik. Pemerintah Rusia memaksa Durov untuk menyerahkan data lawan politik Putin yang menjadi pengguna aplikasi vk.com.

Uang dan kekuasaan tidak bisa membeli prinsip Durov

Ia menolak untuk memenuhi permintaan pemerintah lalu memilih pergi dari Rusia dan memperoleh kewarganegaraan Saint Kitts dan Nevis, sebuah negara dengan dua pulau yang berada di sekitar Laut Karibia. Durov menilai bahwa kekuasaan pun tidak bisa membeli prinsipnya untuk menjaga privasi pengguna vk.com.

Tidak larut dalam kekecewaan, Durov bangkit dan mendirikan Telegram

Merasa dikhianati oleh negara kelahirannya sendiri, Durov mencoba membuka lembaran hidup yang baru dan tidak berencana kembali ke Rusia. Ia kemudian meluncurkan aplikasi pesan instan Telegram pada 2013 yang mengedepankan privasi untuk para penggunanya.

Bahkan kini Telegram berhasil menandingi aplikasi pesan instan populer WhatsApp. Selain kerahasiaan data pengguna yang terjamin, aplikasi Telegram disebut-sebut sangat cepat dalam menerima dan mengirim pesan dalam keadaan minim jaringan sekali pun. (Baca juga: Lebih Mudah, Begini Cara Bikin Paspor Via Whatsapp)

Widget TRV Insurance

Bukan keuntungan, konsistensi adalah orientasi utama dalam berbisnis

Pavel Durov mendirikan Telegram dari dananya sendiri. Menurutnya, mencari uang tidak akan pernah menjadi orientasi utama Telegram. Konsistensi dan prinsip yang ia pegang lah yang lebih penting dari uang. Bahkan Durov memilih untuk mengajak pengguna Telegram untuk menyumbang dan menambahkan opsi berbayar yang murah jika aplikasi pesan instan besutannya tersebut mulai bangkrut.

Bagi Durov, uang bukanlah segalanya

Pada tahun 2016, pria berusia 33 tahun ini tercatat memiliki kekayaan sebesar 600 juta dolar atau Rp8 triliun. Meski kaya raya, menurut Durov uang bukanlah segalanya. Ia gemar membagikan hartanya dengan tujuan untuk menciptakan kebahagiaan bagi orang lain. Bahkan Durov pernah menyebar uang sebanyak 2 ribu dolar atau Rp19 juta lewat jendela kantornya.

Siapa sebenarnya Pavel Durov?

Pavel Durov merupakan seorang pria asal Saint Petersburg, Rusia, yang lahir pada 10 Oktober 1984. Ia lebih banyak menghabiskan masa kecilnya di Italia, mengikuti sang ayah yang bekerja di sana. Menggeluti bisnis di bidang teknologi, ternyata Durov telah belajar coding dan programming sejak kecil. Bahkan ia berhasil membat game versinya sendiri sejak usia 11 tahun.

Bukan tanpa alasan, ternyata minat dan keahlian coding & programming yang dimilikinya diwariskan oleh sang kakak, Nikolai Durov. Sang kakak yang memiliki selisih usia 4 tahun dengannya berprofesi sebagai seorang ahli matematika dan memiliki kemampuan di bidang komputer.

Sebelum menjadi mahasiswa di Saint Petersburg University, Durov menghabiskan masa sekolahnya di Italia. Pada 2006, ia memasuki bangku perkuliahan dan mengambil jurusan Filologi, ilmu kombinasi dari kritik sastra, sejarah, dan linguistik.Tak menyia-nyiakan keahliannya dalam bidang teknologi, Durov membuat aplikasi perpustakaan dan aplikasi jaringan sosial untuk kampusnya. (Baca juga: 4 Cara Belanja Menguntungkan Manfaatkan Promo Akhir Tahun)

Bersama sang kakak tercinta, Durov bersaudara membangun Vkontakte pada 2006. Selang 2 tahun setelah didirikan, Vkontakte menjadi media sosial paling populer di Rusia. Namun sayangnya tekanan dari pemerintah membuat Pavel Durov menjual kepemilikan Vkontakte ke Ivan Tavrin, pemilik utama perusahaan internet Rusia, Mail.ru, dan meninggalkan negara kelahirannya tersebut.

Hal inilah yang melatarbelakangi Durov mendirikan Telegram dan mengedepankan privasi bagi para penggunanya. Sukses dengan aplikasi pesan instannya, Durov memilih untuk tinggal nomaden bersama beberapa karyawan setianya.

Pada Agustus 2014, Durov dipilih untuk bergabung dengan WEF Young Global Leaders, mewakilkan Finlandia. Berkat kesuksesannya dalam bidang teknologi di usia muda, majalah Forbes menyebut Pavel Durov sebagai Mark Zuckerberg versi Rusia.

Tentang Penulis