Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Klaim Dihadiri 1 Juta Simpatisan, Ini Fakta Kampanye Prabowo-Sandi

by Sindhi Aderianti on 8 April, 2019

Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02, Prabowo-Sandi menggelar kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/4) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh lautan manusia yang jumlahnya digadang-gadang menembus angka 1 juta simpatisan.

Kampanye politik dari masing-masing kubu selalu memberi cerita tersendiri. Terlebih menjelang pemilihan presiden yang tinggal 9 hari lagi. Berikut fakta-fakta menariknya yang bisa dihimpun:

1. Adakan shalat subuh berjamaah

Tim suskes paslon 02 memilih kampanye akbarnya diawali dengan beberapa ritual keagamaan umat Muslim. Mulai dari shalat tahajud dan subuh berjamaah, juga zikir serta salawat.

Semua pendukung yang hadir kompak melakukan runtutan acara tersebut. Meski tampak kesulitan, khususnya ketika sujud dan duduk awal dan tahiyat akhir, mereka yang salat di atas tribun tetap khusuk.

Tak hanya di dalam stadion, hal sama juga dilakukan massa yang berada di luar lapangan.

(Baca juga: Siapa Saja Konglomerat Pendukung Capres – Cawapres 01 dan 02?)
2. Saf campur yang diperdebatkan

Ketika shalat berlangsung, foto-foto saf yang terlihat bercampur antara laki-laki dan perempuan dalam kampanye akbar Prabowo Subianto di Stadion GBK ramai menjadi pembahasan di media sosial.

Yusuf Martak selaku ketua GNPF-U menyebut, bukan panitia yang mengatur barisan sedemikian rupa. Ada kemungkinan besar itu terjadi lantaran kondisi darurat, dimana mustahil saf bisa tertata selayaknya.

Menurut syariat Islam sendiri, salat dengan saf yang bercampur terhitung sah. Asalkan ada pembatas antara laki-laki dan perempuan saat berdampingan.

3. Hadirin diperkirakan berjumlah 1 juta orang

Jumlah massa yang datang pada kampanye akbar Prabowo-Sandi ditaksir mencapai 1-3 juta orang. Hal ini dilontarkan langsung oleh panitia kepada sang capres.

Pernyataan tersebut lagi-lagi memunculkan kontroversi yang akhirnya memancing komentar ‘pedas’ dari pihak lawan. Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan stadion GBK sendiri tidak mampu menampung sejuta orang.

Hingga kini tidak ada yang bisa membuktikan kebenarannya. Namun yang terlihat, hadirin memang tak hanya meramaikan lapangan utama dan tribun.

Seluruh arena di luar pun begitu dipadati ribuan massa. Oleh karena itu, kapasitas 80 ribu orang saja tidak bisa menjadi patokan.

(Baca juga: Soal Naikin Gaji PNS, SBY Lebih Royal Ketimbang Jokowi)
4. Tokoh penting dan artis turut berpartisipasi

Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan putri Presiden pertama RI Soekarno terlihat datang ke acara tersebut. Sementara dari keluarga Soeharto adalah Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto, dan Siti Hutama Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto).

Tak hanya itu, kampanye akbar pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno juga dihadiri oleh para artis. Sebut saja Rhoma Irama, Fauzi Baadila, Indra Brugmann, Mulan Jameela, dan Jaja Mihardja.

5. Guyonan meniru presiden Jokowi

Dalam kampanye akbar tersebut, Prabowo juga sempat mencuri perhatian karena gurauan satirenya. Kali ini, ia berguyon sembari menyindir presiden Jokowi.

Jokowi yang selalu menyampaikan pencapaian-pencapaian pemerintahan selama memimpin dan program lewat sejumlah  kartu, ternyata menjadi bahan sindiran Prabowo di dalam orasinya.

Secara tiba-tiba, Prabowo mengubah nada suaranya menjadi lebih berat. Ia kemudian berkata seolah-olah sebagai lawan politiknya itu.

(Baca juga: Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Hari Perempuan)
6. Prabowo janji turunkan harga listrik

Di 100 hari pertamanya kelak apabila terpilih menjadi presiden RI, Prabowo berjanji akan menurunkan harga listrik. Hal ini telah diperhitungkan berdasarkan analisis dari tim pakar ekonominya, yakni Rizal Ramli.

Namun, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa memberi penilaian berbeda. Secara ekonomi, peluang untuk menurunkan tarif listrik sangat kecil karena dengan tarif sekarang pun, margin PLN sangat rendah hanya 2-4%, jauh dibandingkan margin ideal 10-12%.

7. Dikritik SBY

Sebagai bagian dari parpol pengusung capres dan cawapres nomor urut 02, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru tampak tidak hadir dalam kampanye tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SBY masih menemani istrinya, Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital Singapura. Namun, ia menulis surat untuk tiga pejabat teras partainya.

Dalam surat itu, SBY meminta pengurus Demokrat menyampaikan masukan kepada Prabowo yang intinya kampanye akbar harusnya lebih inklusif.

Tingkah polah capres dan cawapres selama masa kampanye memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Kadang bisa dijadikan bahan pertimbangan calon pemilih, namun tak sedikit yang menjadikannya sekadar buah bibir.

Seperti yang tadi dikatakan, pesta demokrasi tinggal menghitung hari. Sudahkah kamu menentukan pilihan di tangal 17 April nanti? Tetapi apapun pilihannya, persatuan dan kesatuan haruslah dikedepankan.

Jangan karena kamu dan teman kamu berbeda pilihan, kemudian hubungan pertemanan berakhir. Ingat, Pilpres hanya 5 tahun, tetapi pertemanan butuh waktu lama untuk memupuknya.

Jadimau Pilpres, Pilkada atau Pilgub, bisnis harus terus jalan. Jangan jadikan modal sebagai hambatan bagimu, ajukan segera aplikasi Kredit Tanpa Agunan (KTA) di CekAja.com untuk mendapatkan layanan keuangan bebas antri.

Cukup mainkan jemari kamu di ponsel, lalu temukan produk keuangan yang paling cocok dan menarik untuk kebutuhan kamu. yuk!

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami