Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

8 Komplikasi Penyakit Hipertensi yang Wajib Diwaspadai

by Vera Khairifah on 27 Desember, 2019

Kekhawatiran penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah efek jangka panjang yang ditimbulkan. Komplikasi dari penyakit hipertensi sangat berbahaya, sehingga membutuhkan langkah pencegahan.

Komplikasi Penyakit Hipertensi

Idealnya, tekanan darah seseorang adalah sekitar 120/80 mmHg untuk dikatakan normal. Jika sudah menyentuh angka 140/90 mmHg, maka peringatan bahwa kamu memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu kamu ketahui.

Dengan begitu, komplikasi penyakit hipertensi bisa diantisipasi secepat mungkin.

Penyebab Penyakit Hipertensi

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita penyakit hipertensi. Penyebab ini mungkin bisa kamu hindari untuk mempersempit risiko komplikasi penyakit hipertensi. Di antaranya meliputi:

  • Kurang olahraga

Tubuh manusia yang kurang bergerak atau olahraga membuat pembuluh darah tak lagi elastis. Tak usah keburu malas membayangkan olahraga berat. Kamu bisa mulai membiasakan diri dengan peregangan otot-otot setiap bangun tidur dan sebelum tidur.

Atau, lakukan jalan kaki rutin, naik-turun tangga, atau jogging yang bisa kamu lakukan di pagi atau malam hari, sebelum atau sesudah beraktivitas.

  • Obesitas

Kelebihan berat badan (obesitas) dan jarang olahraga juga membuat kinerja pembuluh darah akan kurang maksimal. Pantau berat badan idealmu dengan menghitungnya sesuai dengan kadar body mass index (BMI).

Angka BMI yang berkisar 18,5 sampai 24,9 dikatakan normal. Namun jika kurang atau lebih dari itu, maka kamu harus menaikkan atau menurunkan berat badan agar lebih sehat.

Cara hitungnya yakni sebagai berikut. Berat badan : tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Contohnya, berat badan 50 kg dan tinggi badan 160 cm. Maka BMI nya adalah 50 cm : (1,6 m x 1,6 m) = 50 cm : 2,56 m kuadrat = 19,5 yang mana masih dalam ukuran berat badan normal.

  • Tidak menjaga asupan makanan

Asupan makanan yang tinggi kalori namun minim nutrisi tentu saja tak baik untuk tubuh. Jauhi makanan siap saji, junk food, dan gorengan. Konsumsi makanan penurun tekanan darah tinggi seperti pisang, yogurt, sayuran, buat beri, oatmeal, dan lain sebagainya.

  • Terlalu banyak konsumsi garam dan gula

Konsumsi garam dan gula yang terlalu banyak membuat tekanan darah tinggi. Ini sudah terbukti lewat berbagai penelitian para ahli. Jadi, kurangi makanan asin dan manis, ya. Sebaiknya kamu perbanyak mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan yang mengandung gula alami.

  • Merokok dan minum alkohol

Gaya hidup yang sehat perlu kamu terapkan agar kondisi tubuh selalu prima. Rokok yang mengandung nikotin mengakibatkan menyempitnya pembuluh darah yang berimbas pada lonjakan tekanan darah. Sedangkan alkohol memiliki efek jangka panjang pada tekanan darah.

  • Stres

Kondisi fisik tubuh memang benar terpengaruhi juga oleh suasana hati. Stres dan raca cemas akan meningkatkan denyut jantung yang berakibat pada tekanan darah tinggi atau hipertensi.

  • Keturunan

Seseorang yang terlahir dari orang tua atau silsilah keluarga yang dekat dengan tekanan darah tinggi semakin berpeluang menderita penyakit hipertensi pula. Hal ini semakin sulit dicegah sehingga membutuhkan penerapan gaya hidup sehat sedini mungkin.

Menurut penelitian, laki-laki lebih berisiko terkena penyakit hipertensi pada usia di bawah 64 tahun. Sedangkan untuk perempuan, harus lebih mewaspadai risiko penyakit hipertensi pada usia di atas 65 tahun.

(Baca juga: Cara Cek Kadar Asam Urat dan Pengobatannya!)

Komplikasi Penyakit Hipertensi

Penyakit hipertensi seolah seperti bahaya yang sangat mengancam. Sangat berbahaya, sebab efeknya bisa menjalar ke organ mana pun mana-mana, sangat berbahaya. Berikut daftar komplikasi penyakit hipertensi.

1. Serangan Jantung

Hipertensi akan membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini berkontribusi terhadap pembentukan penyumbatan yang dapat mengganggu aliran darah.

Penyumbatan ini lah yang akan mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi ke otot-otot jantung berkurang. Akibatnya, kondisi sel jantung kekurangan oksigen dan kematian sel. Serangan jantung sebagai komplikasi penyakit hipertensi bisa terjadi kapan saja.

Serangan jantung sendiri menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Hal ini disampaikan pada hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 yang dilakukan Kementrian Kesehatan.

Jika kamu tak mau merasakan akibat dari komplikasi penyakit hipertensi ini, maka sebaiknya jaga tekanan darahmu.

2. Stroke

Komplikasi penyakit hipertensi ini disebabkan karena gangguan aliran darah yang terjadi di otak. Kemudian, menyebabkan kerusakan fungsi otak yang tak mampu bekerja dengan sebagaimana fungsinya.

Sehingga anggota tubuh lainnya terutama kontrol motorik terganggu. Stroke juga bisa terjadi saat pembuluh darah tersumbat dan jaringan otak kekurangan nutrisi dan oksigen.

Hipertensi juga bisa menyebabkan stroke hermoragik yang menyebabkan fungsi otak hilang secara permanen. Hal itu terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak.

3. Kerusakan Ginjal

Hipertensi juga menyebabkan kerusakan ginjal. Akibat ini menimbulkan efek yang juga cukup gawat. Karena ginjal adalah organ yang berfungsi menyaring nutrisi dan membuang racun di dalam tubuh.

Zat racun yang tertimbun di tubuh dan mengalir di jalur aliran darah akan memperburuk hipertensi itu sendiri. Komplikasi penyakit hipertensi lainnya yang berkaitan dengan ginjal adalah tidak adanya keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah di dalam tubuh.

4. Detak Jantung Tak Teratur

Istilah medis dari komplikasi penyakit hipertensi ini adalah Atrial Fibrillation. Di mana irama jantung tak teratur sehingga menyebabkan perubahan dalam efisiensi pompa jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Jika sudah begini, ada peluang terjadinya pembekuan darah kecil yang menyebabkan gangguan aliran darah dan stroke.

5. Penyakit Arteri Koroner

Ini adalah kondisi di mana pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk jantung mengalami penyempitan. Penyakit arteri koroner ini memperbesar terjadinya serangan jantung.

6. Masalah Mata

Penykit hipertensi ternyata juga bisa mempersempit pembuluh darah pada bagian mata. Penyempitan ini bisa membuat penderitanya merasaka nyeri di bagian mata. Kemudian mengakibatkan kaburnya penglihatan, hingga yang terburuk yakni kebutaan.

7. Disfungsi Seksual

Sebagian penderita hipertensi juga berisiko merasakan komplikasi yang satu ini. Baik pria maupun wanita, penurunan gairah seksual akan terjadi. Keluhan yang dirasakan mungkin bertahap. Mulai dari kehilangan gairah seksual hingga penurunan kinerja organ reproduksi.

8. Aneurisma

Komplikasi penyakit hipertensi yang terakhir adalah aneurisma. Aneurisma adalah istilah medis dari pelebaran dan penggelembungan dinding pembuluh darah yang bisa mengakibatkan dampak fatal. Yakni pembuluh darah akan pecah dan mengakibatkan kematian.

(Baca juga: Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini)

Itu lah komplikasi yang bisa ditimbukan dari hipertensi. Tak hanya menerapkan gaya hidup sehat, kamu juga perlu melindungi dirimu dan keluarga dengan produk asuransi kesehatan yang bisa kamu ajukan lewat CekAja!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast