Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Konglomerat Batu Bara di Indonesia: Dari Boy Thohir Hingga Kiki Barki

by Miftahul Khoer on 13 Juni, 2019

Dari banyak pro dan kontra yang ada, bisnis batu bara tetaplah menjadi komoditas yang paling banyak digeluti oleh para konglomerat di tanah air. Bahkan harta kekayaan para konglomerat di Indonesia ini sebagian berasal dari bisnis batu bara. Siapa saja para konglomerat batu bara di Indonesia? Kuy simak!

Konglomerat batu bara

Batu bara atau disebut juga emas hitam memang merupakan sebuah komoditas yang cukup populer di kalangan para pebisnis. Selain mampu membuat kaya raya banyak orang, bisnis batu bara juga membuka lahan pekerjaan bagi banyak orang. Kehadiran bisnis batu bara ini cukup kontroversial seiring banyak disebut-sebut sebagai bisnis yang merusak lingkungan. Nah, inilah nama beberapa konglomerat batu bara di Indonesia, cek yuk!

Low Tuck Kwong, Rp34 triliun

Menjadi orang kaya dan sukses gak bisa didapat secara instan. Semuanya butuh proses dan pengorbanan. Hal itu dirasakan oleh Low Tuck Kwong yang sejak remaja sudah terjun di dunia bisnis mengikuti orangtuanya. Sejak 1972 ia pindah dari Singapura ke Indonesia dan resmi menjadi warga negara Indonesia pada 1992.

Berawal sebagai kontraktor bangunan, Low Tuck akhirnya mengakuisisi perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama pada 1997. Setelah itu, ia mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan, Kalimantan. Lambat laun ia pun membentuk perusahaan PT Bayan Resources yang menjadi induk banyak perusahaan yaitu lebih dari 15 perusahaan tambang.

Data Forbes mencatat saat ini Low Tuck Kwong memiliki total kekayaan mencapai sekitar 2,4 milar dolar AS atau sekitar Rp34 triliun. Low juga dinobatkan sebagai salah satu orang paling kaya di Indonesia di peringkat ke-11 pada 2018.

(Baca juga: Messi Bergelar Atlet Terkaya Tahun Ini, Maaf Ronaldo Sudah Dua Kali)
Garibaldi “Boy” Thohir, Rp24,2 triliun

Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini memiliki kekayaan mencapai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp24 triliun. Boy Thohir yang tercatat sebagai orang terkaya di peringkat ke-16 menurut Forbes ini merupakan salah satu pemilik saham terbesar Adaro Energy selaku induk perusahaan yang banyak memiliki entitas atau anak usaha.

Adapun beberapa perusahaan pertambangan di bawah Adaro Group antara lain PT Semesta Centramas (SCM), PT Laskar Semesta Alam (LSA) dan PT Paramitha Cipta Sarana (PCS). Ada juga PT Mustika Indah Permai (MIP) dan PT Bukit Enim Energi (BEE) dan banyak lagi. Selain perusahaan tambang, Boy juga masih punya banyak perusahaan lain, salah satunya start up yang sedang dibangunnya melalui aplikasi Umma.

Boy Thohir merupakan kakak dari Erick Thohir yang saat ini menjadi ketua tim kampanye Jokowi – Ma’ruf pada kontestasi Pilpres 2019. Keduanya merupakan sama-sama pengusaha meski bergerak di sektor yang berbeda. Jika Boy Thohir lebih ke pertambangan, maka Erick bergerak di bisnis media, hiburan dan olahraga.

Theodore Rachmat, Rp24,2 triliun

Perusahaan tambang batu bara yang dimiliki oleh Theodore Rachmat adalah Padang Kurnia Group yang didirikan pada 2002. Perusahaan ini mulai mengeksplorasi kali pertamanya di Kalimantan Selatan. Kapasitas batu bara yang diperolehnya mencapai 15 juta ton per tahun. Berkat bisnis batu baranya ini, Theodore memiliki harta kekayaan mencapai 1,7 juta dolar AS atau sekitar Rp24,2 triliun. Kekayaannya menurut Forbes berada di peringkat ke-17 persis di bawah Boy Thohir. 

Selain perusahaan tambang, ia juga punya banyak sektor bisnis lainnya dalam Triputra Group yang terdiri dari sektor agribisnis, manufaktur, perdagangan dan jasa, institusi dana pensiun hingga yayasan. Theodore juga memiliki saham minoritas di PT Adaro Energy Tbk dan menjabat sebagai wakil presiden komisaris di perusahaan tersebut.

(Baca juga: Lebih Tajir dari Klan Halilintar, Ini Ranking Kekayaan Keluarga Kardashian-Jenner)
Kiki Barki, Rp21,3 triliun

PT Harum Energy Tbk pernah mengharumkan namanya menjadi salah satu orang paling tajir di Indonesia. Bisnis batu bara yang dilakoninya menjadikan ia memiliki kekayaan mencapai sekitar 1,5 juta dolar AS menurut Globe Asia atau sekitar Rp21,3 triliun. Sekarang, perusahaannya ia serahkan kepada anaknya Lawrence Barki untuk dikelola.

PT Harum Energy Tbk merupakan induk perusahaan yang didirikan pada tahun 1995, dengan portofolio usaha di bidang pertambangan batu bara dan kegiatan logistik berlokasi di Kalimantan Timur, Indonesia. Pada Mei 2019 lalu, keluarga Barki melalui anak usahanya PT Karunia Bara Perkasa kembali menambah kepemilikan sahamnya mencapai Rp21,79 miliar atau sekitar 16,2 juta lembar saham. Itu artinya saham milik Karunia Bara atas Harum Energy bertambah dari 74,05 persen menjadi 74,65 persen.

Nah, itulah beberapa crazy rich yang kaya berkat bisnis batu bara. Siapapun bisa kok menjadi orang kaya asalkan berani belajar dan memulai usaha dari nol dengan tekad kuat dan pantang menyerah.

Tentunya jika ingin usaha harus memiliki modal terlebih dahulu. Dan jika kamu sedang mencari modal, kamu bisa akses Cekaja untuk memperoleh panduan permodalan yang terpercaya.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.