Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kontroversi di SEA Games 2019, Harap Bersabar, Ini Ujian!

by Sindhi Aderianti on 5 Desember, 2019

SEA Games ke-30 sedang digelar di Filipina. Pertandingan sejumlah cabang olahraga pun sudah berlangsung dan menghasilkan pemenang. Hingga Selasa pukul 13.30 WIB, ada tambahan 12 medali emas, 20 medali perak, dan 21 medali perunggu yang dipersembahkan oleh atlet-atlet kebanggaan Indonesia. Atas perolehan tersebut, Indonesia menduduki peringkat empat di klasemen sementara.

Diselenggarakan hingga 11 Desember 2019 nanti, ada sekitar 11 negara peserta yang  berpartisipasi. Selain Indonesia dan Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam turut unjuk gigi dalam turnamen multi-event olahraga dua tahunan itu.

Pesta olahraga yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara ini menyimpan sejumlah kekecewaan. Mulai dari kabar dipulangkannya atlet senam karena isu tak perawan hingga sajian makanan ngasal yang disediakan panitia hingga. Waduh!

Kabar menyedihkan hadir dari salah satu atlet cabor senam, berinisial SA. SA yang seharusnya ikut bertanding di SEA Games 2019, justru dipulangkan paksa oleh tim pelatihan karena tuduhan sudah tak perawan.

Hal ini sontak mengundang banyak protes dari berbagai kalangan. Terlebih saat dilakukan pemeriksaan medis, pesenam asal Kediri, Jawa Timur itu terbukti masih perawan. Pihak keluarga kini telah mengambil jalur hukum dan melaporkan ke Presiden Joko Widodo, serta Kemenpora.

Di awal pembukaan, SEA Games 2019 sempat menuai banyak kritik terkait kesiapan infrastruktur dan akomodasi. Beredarnya foto kondisi ruang konferensi pers cabor sepakbola yang memprihatinkan, menjadi puncak yang bikin Filipina jadi bulan-bulanan di media sosial. Tagar #SEAGamesFail bahkan sempat menempati urutan teratas trending topic Twitter

Keluhan terhadap kinerja panitia bukan cuma muncul dari kalangan media. Tamu dari berbagai negara, khususnya para atlet mengalami hal lebih parah. Kontingen dari Thailand misalnya, Mereka mengeluhkan kondisi penginapan dan makanan. Menu yang disediakan panitia disebut tak memenuhi asupan nutrisi yang sepantasnya didapat para pemain. Sementara soal penginapan, jarak yang terlalu jauh dengan lokasi latihan bikin Tim Gajah Putih sempat melakoni latihan di lapangan pinggir jalan.

Pengalaman buruk dengan bus yang disiapkan panitia juga dialami Myanmar. Bus ditumpangi menurut kabar, terlalu kecil hingga tak cukup untuk menampung seluruh pemain. Belum lagi komplain dari kontingen Singapura, perihal minimnya pilihan makanan halal yang disajikan oleh panitia.

Cobaan SEA Games 2019 tak berhenti sampai di situ. Filipina pun diterjang badai tropis Kimmuri. Badai disebut-sebut masuk sejak Sabtu (30/11) dan mengakibatkan sejumlah warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Tak hanya aktivitas warga yang terganggu, badai juga berdampak pada jadwal pertandingan SEA Games 2019. Kemarin, pertandingan dua cabang olahraga, Canoeing (kano) dan Windsurfing (selancar angin) dibatalkan dan akan dijadwalkan ulang di hari lain.

Apapun yang terjadi, pesta olahraga Asia Tenggara ini akan tetap berjalan. Presiden Joko Widodo sendiri mematok target kontingen Indonesia untuk menduduki peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali SEA Games 2019. Indonesia tercatat sudah sepuluh kali menjadi juara umum dalam perhelatan SEA Games 2019. Yakni pada 1977, 1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993, 1997, dan 2011. Masih banyak waktu untuk mengejar target atau bahkan mengulang sejarah juara umum tersebut. Indonesia pasti bisa!

Turnamen olahraga kian menjadi ‘alasan untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri sembari menikmati pertandingan yang seru. Jangan lupa selalu bawa kartu kredit BRI World Access demi memudahkan segala kebutuhan transaksimu selama negara orang. Apply sekarang juga hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.