Kota Penghasil Garam Terbesar di Indonesia, Salah Satunya Madura!

Garam menjadi salah satu bahan yang berperan penting, dalam kehidupan manusia di dunia, termasuk di Indonesia. Karena berada di negara kepulauan, dan punya banyak sumber perairan (laut), maka banyak kota penghasil garam terbesar di Indonesia, yang bisa hasilkan ratusan ribu ton garam, per tahunnya.

Pasalnya, tidak hanya dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga, keberadaan garam juga dibutuhkan oleh banyak industri, hotel-hotel, restoran, pedagang dan lainnya.

Untuk hasil garam premium asli Indonesia, bahkan ada yang dijual, dengan harga selangit. Maka tak heran, jika garam Indonesia juga dipasarkan ke luar negeri, karena kualitasnya yang bagus.

Manfaat Garam Selain untuk Masak

Seperti yang diketahui, bahwa garam biasa digunakan untuk kebutuhan memasak. Tapi, jangan salah, karena ternyata ada banyak manfaat garam selain untuk memasak.

Berikut manfaat garam dalam kehidupan manusia, selain untuk memasak:

  • Sebagai penghilang bau kaki dan sel kulit mati
  • Sebagai penghilang noda pada pakaian dan perabotan rumah tangga
  • Sebagai pembersih furniture
  • Sebagai pembersih karpet
  • Sebagai pengikis karat di benda yang terbuat dari besi, alumunium dan lainnya
  • Sebagai pembersih drainase air yang tersumbat
  • Sebagai pembersih teflon
  • Sebagai obat atau untuk kesehatan tubuh (sakit gigi, gatal-gatal dan lain-lain)
  • Sebagai kecantikan
  • Keperluan industri, dan lain-lain.

Karena memiliki banyak manfaat, maka tak heran jika manusia pasti akan terus membutuhkan pasokan garam. Jadi, sebagai warga Indonesia, kita patut bangga, karena negara kita, punya banyak kota penghasil garam terbesar di Indonesia.

Kira-kira di kota apa saja, yang menjadi kota penghasil garam terbesar di Indonesia? Yuk, intip informasi lengkapnya berikut ini, beserta jumlah garam yang dihasilkan.

(Baca Juga: Kota Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia)

Kota Penghasil Garam Terbesar di Indonesia

1. Cirebon

Kota penghasil garam terbesar di Indonesia yang pertama adalah Kota Cirebon, Jawa Barat. Terlebih, letak geografis Cirebon berada persis di pesisir pantai, maka tak heran jika kota ini bisa menjadi kawasan, yang terkenal dengan produksi garamnya.

Tidak hanya itu, hasil garamnya yang melimpah, membuat Cirebon juga dinobatkan sebagai daerah atau kota penyumbang garam paling banyak untuk Indonesia.

Berapa banyak garam yang dihasilkan kota Cirebon? Jika dihitung rata-rata produksi garam, Cirebon sendiri bisa menghasilkan garam dengan jumlah mencapai 435,4 ribu ton per tahun.

Jika dilihat hasilnya yang banyak, maka tak heran jika di Cirebon, terdapat ribuan hektare tambak garam, yang dikelola oleh masyarakat.

Selain itu, garam Cirebon juga tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan rumahan saja, tapi juga banyak dimanfaatkan sebagai garam industri.

Pada 2018 sendiri, Cirebon mencatat hasil garam yang dihasilkan, cukup melimpah yakni mencapai 483 ribu ton, angka tersebut melebihi target yang ditentukan yaitu 350 ribu ton.

Meski jumlahnya melimpah, namun kualitas garam yang dihasilkan, disebut masih kurang baik dalam segi mutu. Mengapa? Hal tersebut disebabkan kandungan NaCl pada garam, hanya sebesar 20 persen saja. Padahal, untuk standar garam yang baik, harus mengandung NaCl setidaknya 94 persen.

2. Madura

Dulu Madura dikenal dengan pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Namun, kini sudah banyak kota penghasil garam terbesar di Indonesia, selain Madura.

Meski begitu, Madura tetap menghasilkan garam yang melimpah, untuk pasokan di tanah air, dan juga untuk dipasarkan ke mancanegara.

Nah, di Madura sendiri, tepatnya di Kabupaten Sampang, kini berhasil menempati urutan kedua sebagai produsen garam terbesar di Indonesia, setelah Cirebon.

Karena, hal tersebut dilihat dari jumlah hasil garam yang diperoleh setiap tahunnya. Adapun, Sampang mampu menghasilkan garam sebanyak 399 ribu ton.

Di Madura, terdapat suku Madura yang merupakan suku asli daerah tersebut, bahkan menjadi salah satu suku dengan populasi terbesar di Indonesia.

Pulau Madura sendiri, terdiri dari 4 kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Semua kabupatennya tercatat memproduksi garam. Maka tak heran jika, menjadi petani garam adalah salah satu mata pencaharian utama mereka.

Bahkan, garam asal Sampang, Madura ini juga turut mencukupi kebutuhan garam konsumsi di Tanah Air.

3. Indramayu

Setelah Cirebon dan Madura, kini ada Kota Indramayu yang menjadi kota penghasil garam terbesar di Indonesia selanjutnya. Namun, garam yang diproduksi Indramayu lebih dikenal sebagai garam industri.

Jumlah garam industri yang dihasilkan Kota Indramayu, mencapai 317.000 ton setiap tahunnya. Awalnya, garam di Indramayu ini, diproduksi secara tradisional, di mana prosesnya bisa memakan waktu hingga sebulan.

Namun, kini para petambak garam, sudah menerapkan dan menggunakan teknik yang lebih canggih. Sehingga, mampu menghasilkan garam dalam waktu satu hari saja.

Untuk soal kualitas garam, Kota Indramayu bisa menghasilkan jenis garam yang terbilang unggulan.

4. Kupang – NTT

Kota penghasil garam terbesar di Indonesia yang berikutnya adalah Kupang, NTT. Bahkan, menurut Jokowi selaku presiden Indonesia, pernah mengatakan bahwa garam asal Kupang ini, sudah diproduksi dengan baik, hasil garamnya juga berkualitas dan bersih.

Di Kupang sendiri, terdapat setidaknya 21.000 hektare lahan tambak garam. Selain Kupang. Bisa dibayangkan betapa banyaknya garam yang dihasilkan di sini.

Rembang dan Pati – Jawa Tengah

Balik lagi ke Pulau Jawa, karena ada dua kota penghasil garam terbesar di Indonesia selanjutnya, yakni Rembang dan Pati. Untuk hasil garam produksi Rembang saja, bisa mencapai 218.000 ton dalam setahun.

Sementara di Kota Pati, hasil garam yang diproduksi bisa mencapai 318 ribu ton garam per tahun.

Produksi garam-garam di Rembang dan Pati, kebanyakan digunakan untuk garam industri. Meski begitu, sebagai kecilnya ada yang diolah lagi menjadi garam konsumsi.

Jika pengolahan produksi garam di daerah ini bisa lebih dikembangkan, maka Indonesia bisa mengkonsumsi garam lokal, atau garam hasil tambak sendiri, tanpa harus melakukan impor dari luar negeri.

5. BimaNTB

Selain kawasan NTT, di Nusa Tenggara Barat juga terdapat kota penghasil gara terbesar di Indonesia, yakni di Kota Bima. Di Bima sendiri, terdapat lahan untuk tambak garam yang cukup luas, yakni sekitar 4.620 hektar.

Akan tetapi, dari lahan seluas itu, tidak sampai setengahnya yang baru digarap. Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintah setempat mulai mengolah lahan-lahan yang sangat berpotensial tersebut, untuk dijadikan lahan garam.

Jika dirata-rata, untuk jumlah produksi garam di Bima, bisa menghasilkan garam mencapai 152.000 ton per tahunnya. Namun, ada yang menarik dibalik proses produksi garam di Bima.

Karena, banyaknya gundukan garam berwarna putih tersebut, ternyata menjadi daya tarik tersendiri di Bima, bagi para wisatawan.

Bagi para wisatawan yang penasaran, bisa mengunjungi lokasi tambak garam, untuk dijadikan wisata edukasi, atau bahkan hanya untuk mengabadikan pemandangan tersebut, yang mungkin jarang ditemukan di tempat lain.

6. Bali

Tidak hanya terkenal dengan lokasi wisatanya, yang diincar wisatawan asing,
Bali juga punya garam premium yang banyak dihasilkan dari Pantai Kusamba.

Di daerah ini, juga menjadi salah satu kota penghasil garam terbesar di Indonesia. Namun, memang di daerah ini agak berbeda dari daerah lain, yang bisa menghasilkan garam berlimpah.

Pasalnya, di Kusamba ini tidak terlalu banyak petani tambak garam. Maka tak heran, hasil garamnya juga terbatas.

Akan tetapi, hasil garam di Bali ini memiliki keunggulan, yakni garam di sini adalah garam organik yang memiliki cita rasa tinggi, kualitas baik dan punya sensasi rasa gurih.

Harganya pun lebih tinggi, dari garam dari daerah lain. Namun, meski harganya tinggi, garam Kusamba banyak diburu.

Nah, itu dia beberapa informasi terkait kota penghasil garam terbesar di Indonesia, mulai dari Cirebon, Madura, hingga Bali.

(Baca Juga: 11 Manfaat Garam Selain untuk Memasak)

Kamu sendiri, pasti juga butuh pasokan garam di rumah bukan? Maka dari itu, agar kualitas garam mumpuni, kita sebagai penduduk Indonesia harus menjaga alam, termasuk laut, agar bisa menghasilkan sesuatu, seperti garam.

Seperti yang sudah dibahas, bahwa garam tidak hanya bisa digunakan untuk memasak, yakni bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya, salah satunya kesehatan dan kecantikkan.

Tidak hanya bagi petambak garam, kamu pun juga memiliki peluang besar dalam berbisnis dari garam.

Mulai dari menjual garam beryodium, garam himalaya untuk kesehatan dan kecantikan, hingga garam celtic untuk pengobatan.

Nah, apapun bisnis garam yang akan dibangun, yang paling penting siapkan dulu modal yang mumpuni.

Kamu bisa mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan atau KTA, melalui CekAja, secara online, dengan mudah dan praktis.

Selain itu, CekAja.com juga menyediakan banyak produk pinjaman KTA terbaik, dari berbagai bank terpercaya dan ternama di Indonesia.

Jadi, untuk urusan modal usaha, CekAja.com bisa dijadikan solusi tepat, untuk atasi masalah kekurangan modal. Segera ajukan pinjaman KTA terbaik pilihan kamu, hanya di CekAja.com!