Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Kota Venice Banjir, Pemerintah Setempat Rugi 1 Miliar Euro

by Sindhi Aderianti on 20 November, 2019

Banjir tak hanya lazim terjadi di Indonesia. Negara-negara lain sebenarnya kerap mengalami bencana alam ini. Namun yang kini tengah menjadi sorotan adalah banjir cukup parah yang tengah melanda Kota Venice, Italia.

banjir Venice

Sebagian Kota Venice terendam banjir akibat gelombang pasang tertinggi, dengan ketinggian mencapai 1,87 meter. Musibah tersebut mengakibatkan 85 persen jalanan di kota terapung itu sontak lumpuh. Para wisatawan yang biasanya memenuhi jalanan dan kanal-kanal memilih untuk langsung meninggalkan Venice. Bahkan, para pekerja berbondong-bondong mulai menyelamatkan karya seni yang ada di seluruh penjuru kota.

Wali Kota Venice Luigi Brugnaro, memperkirakan kerusakan akibat banjir di kotanya sejak Selasa, (13/11/2019) mencapai sekitar 1 miliar euro.

Penyebab Banjir di Venice

Venice tengah mengalami fenomena banjir yang lebih dikenal warga setempat dengan istilah ‘acqua-alta’. Acqua alta merupakan kondisi dimana air laguna di sekitar kota tersebut mengalami kenaikan (pasang), setinggi lebih dari 1,87 meter. Level ketinggiannya ini membuat alarm banjir dibunyikan di seluruh penjuru kota. Perubahan iklim juga turut berpengaruh, mengingat Venice mulai sering diguyur hujan lebat dalam seminggu terakhir.

Peristiwa acqua alta melanda kawasan wisata ini terakhir pada tahun 1966, yakni hampir 50 tahun lalu. Kala itu, parahnya banjir menenggelamkan sebagian besar wilayah Kota Venesia dan Florence.

(Baca juga: Tips Membuat Biopori untuk Menangkal Banjir di Rumah)
Kondisi Semakin Darurat

Atas musibah ini, Venice dinyatakan siaga tinggi oleh pemerintah di sana. Lalu mengapa sampai menjadi perhatian dunia? Venice, Venesia, atau Venezia adalah kota yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Lantaran kota tersebut menyimpan sejarah berupa bangunan dan arsitektur khas Italia. Di Alun-Alun St. Mark misalnya, ada banyak sekali bangunan antik nan menawan yang bisa ditemui.

Tak hanya bangunan dan karya arsitekturnya yang mengundang atensi dunia. Kota ini pun menjadi rumah bagi lukisan-lukisan terbaik yang terlahir dari tangan seniman handal seperti Canaletto, J. M. W Turner, dan Francesco Guardi. Kemudian ada pula karya-karya kontemporer, contohnya mural Shipwrecked Girl karya Banksy.

Namun akibat banjir, kota yang pernah menjadi lokasi syuting Spiderman: Far From Home itu terancam rusak. Terlebih menurut kabar, kerusakan akibat banjir terjadi bukan hanya di jalanan dan gedung-gedung saja, tetapi juga situs bersejarah di Kota Venice.

Situs Bersejarah Nyaris Rusak

Keprihatinan dunia terkait banjir di ‘floating city’ ini amat beralasan. Pasalnya, banyak situs bersejarah yang rusak, misalnya Basilika St. Mark. Interior bangunan tersebut habis terendam banjir. Adapun tekanan air saat pasang pun sampai melepas jendela bagian bawah dan menenggelamkan ruang bawah tanahnya. Gereja tua itu termasuk spot yang paling parah terkena dampak banjir, karena berlokasi di ketinggian yang lebih rendah dibanding wilayah lain.

Tak berhenti sampai di situ, banjir juga menenggelamkan situs bersejarah lain. Mulai dari gereja yang dibangun bergaya baroque, yakni San Moise. Padahal bangunan ini merupakan rumah bagi karya seni Tintoretto dan Palma il Giovane. Lalu Teatro La Fenice yang dibangun pada abad ke-18, serta Universitas Ca ‘Foscari turut digenangi air pasang.

Menurut Direktur Venetian Heritage, Toto Bergamo Rossi seperti yang dilansir dari Kompas.com, pengaruh air asin tersebut layaknya kanker pada struktur bangunan. Terlebih bangunan-bangunan di Venice berumur sangat tua. Ketika garam menyerap marmer, ubin, plester atau kayu, semua akan mengkristal dan naik secara vertikal begitu cuaca kering, akhirnya kerusakan permanen pun mungkin terjadi.

(Baca juga: Maluku Dilanda Gempa, Siapkan Asuransi Bencana Yuk!)
Molornya Proyek Penangkal Banjir

Ada upaya canggih untuk mencegah hadirnya kembali banjir langganan tersebut. Walikota Venice Luigi Brugnaro sendiri mengatakan bahwa sistem penghalang bawah laut yang dibangun pada sekitar laguna, dipastikan bisa menangkal kondisi serupa di masa depan. Namun, proyek yang dijuluki Moses itu molor dari jadwal yang semestinya karena dilanda pembengkakan biaya dan skandal korupsi.

Sebagai upaya penangkalan sementara, warga biasanya memperkuat pintu mereka dengan logam atau panel kayu untuk mencegah air masuk. Bahkan sejumlah pemilik toko mulai berinovasi dengan memakai pompa air agar barang dagangan mereka tetap kering.

Aksi Kocak Masyarakat Hadapi Banjir

Ada saja tingkah konyol masyarakat yang mengundang tawa, di tengah musibah banjir yang sedang terjadi. Dari foto yang beredar di media sosial, tampak sepasang laki-laki dan perempuan justru berenang di Alun-Alun St. Mark yang terendam banjir air pasang  hampir seperut orang dewasa.

Selain itu, beberapa postingan juga memperlihatkan toko-toko luxury branded seperti Celine yang ikut tergenang banjir. Ketinggian air menenggelamkan setengah etalase tas seharga puluhan juta rupiah tersebut. Netizen pun berandai-andai; “Semoga ada sale 90%” atau “Jadi mau pura-pura bantuin evakuasi tas”. Lucunya lagi, beberapa turis Asia bahkan terlihat mengarungi banjir di Venice sembari tetap menenteng belanjaan Louis Vuitton mereka.

Kamu yang punya mimpi naik gondola di kanal-kanal Venice, sepertinya harus mengurungkan niat sementara untuk mengunjungi kota tersebut ya. Namun, jangan sedih! Indonesia masih punya destinasi lain yang tak kalah menarik dan selalu aman disambangi, kok. Coba deh wisata bahari ke Labuan Bajo, NTT atau Pulau Kei di Maluku.

Jangan lupa, miliki kartu kredit BRI Wonderful Indonesia yang bisa kamu gunakan selama traveling ke destinasi-destinasi Tanah Air. Keuntungannya banyak, seperti:

  • Promo di merchant travel dan hotel
  • Double Point untuk transaksi hotel, travel, airlines
  • Autoconvertion Point BRI ke Point Traveloka

Apply kartu kredit yang memudahkan segala urusan traveling-mu sekarang juga hanya di CekAja.com. Lebih mudah dan cepat!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.