8 Kota yang Menerapkan Ganjil Genap selain Jakarta

Selain Jakarta, ternyata ada beberapa kota yang menerapkan ganjil genap. Dan aturan ini enggak hanya berlaku di Indonesia saja, namun juga luar negeri. Penasaran? Cek di sini informasinya.

8 Kota yang Menerapkan Ganjil Genap selain Jakarta

Sekilas Tentang Aturan Ganjil Genap

Masyarakat Jakarta mungkin sudah familiar terhadap aturan ganjil genap. Aturan ini sendiri telah lama berlaku guna mengurangi kemacetan di ibu kota.

Ya, bisa dibilang memang sistem ganjil genap dapat mengurangi kemacetan atau mobilitas di jalan raya. Karena, konsep dari aturan ini selayaknya pembatasan kendaraan dengan acuan plat nomor.

Artinya, tiap kendaraan roda empat dapat melintas di beberapa titik yang memberlakukan aturan ganjil genap sesuai harinya.

Misal, hari Senin diberlakukan aturan genap dan Selasa berlaku aturan ganjil, begitupun seterusnya.

Bagaimana Menentukan Plat Ganjil Genap?

Menentukan plat nomor kendaraan roda empat sesuai dengan aturan ganjil genap sebetulnya sangat gampang.

Kamu hanya perlu melihat dua angka terakhir pada plat, untuk mengetahui apakah kendaraan yang digunakan telah sesuai dengan aturan ganjil genap yang berlaku saat itu.

Contohnya seperti ini, ‘B 5216 MM’ itu berarti plat genap karena dua angka belakangnya adalah 16. Sedangkan plat ganjil misalnya ‘B 2431 VL’ karena dua angka terakhirnya adalah 31.

Inilah Kota-kota yang Menerapkan Ganjil Genap

Dan berikut beberapa kota yang menerapkan ganjil genap seperti yang CekAja rangkum dari beragam sumber.

1. Kota Jakarta

Ngomongin soal aturan ganjil genap gak afdal rasanya kalau tidak memasukkan ibu kota Indonesia dalam daftar ini.

Memang sih, Jakarta sendiri bukanlah yang pertama ketika berbicara mengenai kota yang menerapkan ganjil genap.

Namun, ibu kota tercinta kita ini termasuk salah satu yang paling lama memberlakukan kebijakan tersebut, kalau tidak salah sejak tahun 2013.

Bahkan hingga saat ini, kebijakan ganjil genap masih berlaku meski pemerintah setempat memperpanjang masa PPKM level 4.

Sebelumnya, pemerintah DKI Jakarta menamakan aturan lalu lintas di masa perpanjangan PPKM ini dengan istilah penyekatan. Namun diubah per 12 Agustus 2021 lalu menjadi sistem ganjil genap.

Sistem ganjil genap Jakarta berlaku di 8 titik ruas jalan, dengan skema pemberlakukan mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.

Apabila terdapat pelanggaran selama aturan tersebut berlaku, maka akan dikenai sanksi berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 Ayat 1 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Adapun 8 titik yang memberlakukan sistem ganjil genap di wilayah DKI Jakarta, yaitu:

  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gatot Subroto

(Baca Juga: 7 Negara dengan Sistem Trnasportasi Terbaik di Dunia)

2. Kota Bogor

Jakarta bukan satu-satunya kota yang menerapkan ganjil genap di Tanah Air.

Pasalnya, Bogor juga telah memberlakukan aturan tersebut, seiring dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Terpantau sejak Juli lalu, Kepolisian Resor Bogor telah memberlakuan sistem ganjil genap.

Aturan itu juga kembali berlaku sejak awal Agustus 2021, guna mengurangi lonjakan kasus Covid-19 di masyarakat.

Dan agaknya, pemberlakuan ganjil genap di Bogor cukup efektif. Karena, berdasarkan data Kompas, jumlah kendaraan yan diputarbalik selama PPKM berlangsung kurang lebih 20 ribu atau sebesar 50 persen.

Kebijakan ganjil genap di Bogor sendiri berlaku selama 24 jam dengan 17 kawasan check point, yaitu:

  • Simpang Jembatan Merah
  • Simpang Baranangsiang
  • Simpang Empang
  • Simpang MCD Lodaya
  • Simpang Pos Terpadu Juanda
  • Simpang Denpom
  • Simpang Warung Jambu
  • Simpang SPBU Vivo Air Mancur
  • Simpang ex Bale Binarum
  • Underpass Soleh Iskandar
  • Simpang Tol BORR
  • Simpang Salabenda
  • Putaran SPBU Veteran
  • Simpang Ciawi
  • Simpang Yasmin
  • Simpang Dramaga
  • Simpang Brimob Kedung Halang

3. Kota Bandung

Kota yang menerapkan ganjil genap berikutnya masih dari wilayah Tanah Air. Kali ini, giliran Bandung yang memberlakukan aturan tersebut sebagai pengganti skema penyekatan di masa PPKM.

Sistem ganjil genap di Kota Bandung telah diterapkan sejak 14 Agustus 2021 lalu.

Tujuannya pun untuk mendisiplinkan masyarakat terutama perihal mobilitas di jalan raya selama masa pandemi Covid-19.

Namun tak seperti kota lainnya yang menerapkan ganjil genap, Bandung justru hanya memberlakukan skema tersebut di dua ruas jalan saja, yaitu Jalan Asia Afrika-Otto Iskandardinata, serta Jalan Ir H Djuanda (Dago).

Penerapan ganjil genap ini berlaku mulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, yang dibagi dalam dua sesi, pagi dan sore hari.

4. Kota Cirebon

Kota yang menerapkan ganjil genap berikutnya adalah Cirebon. Kota ini menerapkan skema ganjil genap mulai puluk 07.00 hingga 17.00 WIB.

Pemberlakuan aturan tersebut sama halnya dengan yang terjadi di Jakarta, Bandung, dan Bogor.

Dimana, pemerintah setempat ingin menekan angka mobilitas di jalan raya selama masa PPKM masih berlaku.

Berdasarkan informasi yang CekAja dapat, penerapan aturan ganjil genap di Kota Cirebon telah berlaku sejak Senin (16/8/2021). Dan adapun lokasi penerapan aturan tersebut diantaranya:

  • Jalan Tuparev
  • Jalan Kartini
  • Jalan Dr Cipto Mangunkusomo
  • Jalan Pasuketan
  • Jalan Pekiringan
  • Jalan Siliwangi
  • Jalan Karanggetas
  • Jalan Pemuda

Selain di Indonesia, Ini Dia Beberapa Kota yang Menerapkan Ganjil Genap

Nyatanya, enggak hanya di Indonesia saja aturan ganjil genap itu berlaku. Namun di luar negeri juga begitu. Contohnya saja, seperti beberapa kota berikut ini.

5. Kota Meksiko

Mexico City boleh jadi kota yang menerapkan ganjil genap pertama kalinya di dunia. Aturan itu dikenal dengan istilah ‘Hoy no Cicrula’, yang jika diartikan ‘Hari ini (mobil) tidak boleh jalan’.

Hoy no Circula telah diberlakukan sejak 1989 silam. Memang di tahun tersebut, tepatnya 1980-an akhir hingga awal 1990-an, Meksiko menjadi kota terpadat dengan tingkat polusi paling buruk.

Alhasil, pemerintah di sana menerapkan program ganjil genap, dengan skema pembatasan hinga 20 persen kendaraan roda empat atau yang telah terdaftar.

Program tersebut berlaku setiap harinya, yang membuat Kota Meksiko jauh lebih bersih dari polusi akibat penggunaan kendaraan pribadi.

(Baca Juga: Segini Biaya Derek Mobil di Jalan Tol Terbaru dari Jasa Marga)

6. Kota Beijing

Menyusul Mexico City, Beijing juga termasuk salah satu kota yang menerapkan ganjil genap.

Namun, berbeda dari negara lainnya, Kota Beijing hanya memberlakukan skema ganjil genap kala tingkat polusi di kota tersebut memburuk.

Terbukti, saat skema ganjil genap diterapkan selama kurang lebih tiga hari berturut-turut, ‘The Forbidden City’ (julukan Beijing), menjadi salah satu kota yang sangat minim polusi udara.

FYI, aturan ganjil genap di Beijing ini jauh lebih ketat dibandingkan Jakarta lho. Karena, bukan menggunakan aturan dua angka terakhir pada pelat kendaraan, namun sudah dipatok angka pasti.

Misalnya, hari Senin yang boleh melintas adalah kendaraan dengan plat angka 1 dan 9 (ganjil). Begitupun untuk hari berikutnya, menyesuaikan dengan aturan ganjil genap itu sendiri.

7. Kota Paris

Kota yang menerapkan ganjil genap lainnya dan dinilai berhasil menekan tingkat polusi udara di kota tersebut adalah Paris.

Aturan ganjil genap di Paris seperti halnya Beijing, yakni hanya berlaku saat kualitas udara di kota mengalami penurunan atau dikatakan buruk.

Jadi, saat aturan tersebut berlaku, kendaraan yang melintas di kota hanyalah yang sesuai dengan plat ganjil genapnya mulai pukul 5.30 sampai tengah malam.

Apabila ada warga yang melanggar aturan ganjil genap, pemerintah setempat otomatis akan memberikan sanksi berupa denda hingga EUR22 atau sekitar Rp351 ribu dan opsionalnya adalah mobil diderek.

Sementara, kendaraan umum seperti bus, taksi, mobil listrik, serta mobil polisi masih boleh melaju di ruas jalan Paris karena dianggap bersih.

8. Kota Bogota

Terakhir, kota yang menerapkan ganjil genap adalah Bogota, Kolombia. Kota ini menerapkan skema ganjil genap yang sangat ketat seperti halnya negara lain.

Dimana, aturan ganjil genap diberlakukan selama jam padat mobilitas dari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 tiap Senin-Jumat.

Tidak hanya itu saja, pemerintah Bogota juga menerapkan kebijakan kombinasi hari dan nomor plat kendaran tiap harinya, agar masyarakat lebih disiplin.

Apabila ada yang melanggar, akan dikenai denda sampai 15 persen dari upah minimum regionalnya.

Dengan aturan tersebut, terbukti Kota Bogota menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kendaraan tidak melebih ambang batas normal dan membuat masyarakat lebih sering menggunakan transportasi umum.

Walau Mobil Jarang Dipakai selama Masa PPKM, Tapi Tetap Butuh Asuransi lho!

Nah, itu dia informasi mengenai kota-kota yang menerapkan ganjil genap. Di Indonesia, aturan tersebut paling banyak berlaku selama masa PPKM, terutama di wilayah padat penduduk seperti Jakarta, Bandung, Bogor.

Hal itu dikarenakan pemerintah ingin menekan laju mobilitas masyarakat di jalan raya. Sehingga, tak sedikit dari masyarakat yang akhirnya jarang bepergian.

Fenomena seperti itu, tentu membuat mobil hanya terparkir di garasi rumah saja. Namun demikian, bukan berarti mobil tidak diberikan proteksi tambahan.

Karena meski mobil jarang digunakan, risiko-risiko seperti pencurian dan rusak bisa saja dialami.

Makanya, dibutuhkanlah asuransi kendaraan untuk mengurangi risiko tersebut mengingat fungsi asuransi sendiri sebagai perlindungan tambahan.

Jika berniat memiliki asuransi kendaraan untuk jangka panjang, coba ajukan saja di CekAja.com. CekAja menyediakan produk asuransi TLO dan All Risk untuk mobil kamu.

Asuransi kendaraan di CekAja dijamin memberikan perlindungan menyeluruh dengan besaran premi yang terhitung masih aman untuk dompet kamu.

Pengajuan asuransinya juga sangat mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan dokumen diri seperti KTP dan lainnya kemudian apply secara online melalui situs kami.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, tambah perlindungan untuk mobil dengan asuransi kendaraan terbaik dan terdaftar OJK di CekAja.com!