Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Kredit Ditolak Karena BI Checking? Ini Cara Mengurusnya

by JTO on 6 Oktober, 2014

kredit ditolak - CekAja.com

Pernah ditolak oleh bank saat mengajukan pinjaman kredit karena alasan catatan buruk di BI Checking? Ternyata, kamu pun bisa mengecek riwayat kredit dan mengurusnya di Bank Indonesia. Bagaimana caranya?

BI Checking ini memang menjadi momok tersendiri bagi mereka yang hendak meminjam atau mengajukan kredit ke bank. Dalam pengertiannya, BI Checking adalah nama lain dari Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. Karena daftar ini hanya dimiliki oleh Bank Indonesia (BI).

Karena itu, proses permintaan sejarah kredit debitur ini disebut sebagai BI Checking. Jadi, baik atau tidaknya riwayat kredit seorang nasabah akan terdata dan dapat terlihat pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia.

Berapa Nilai Kreditmu?

Informasi debitur ini wajib diberikan oleh Biro Informasi Kredit (BIK) yaitu bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan aset lebih dari 10 milyar rupiah. Lembaga keuangan lain yang ingin ikut BIK bersifat sukarela.

Nah, jika kamu pernah melakukan kredit melalui anggota BIK, maka performa saat melakukan kredit akan dinilai dengan indeks 1 untuk kredit lancar hingga 5 untuk  kredit macet.

Jika performa selama kredit memiliki nilai lebih dari 3, ada kemungkinan kamu akan ditolak untuk pengajuan kredit selanjutnya. Walau begitu, kebijakan bank satu dengan bank lain berbeda. Jadi, kamu masih bisa mencoba mengajukan kredit ke bank lain jika di bank tertentu akan ditolak.

(Baca juga: Tiga Hal Penyebab Kredit Buruk)

Masalahnya, terkadang kamu sebagai debitur tidak sadar bahwa telah masuk pada daftar hitam ini. Karena itulah, tidak ada salahnya jika mencoba melakukan BI Checking sendiri. Melakukannya tidak sulit, namun bisa jadi butuh sedikit dari waktu luang. Bagaimana caranya?

Cara Permintaan IDI Historis BI Checking

Cara mengecek IDI Historis ada beberapa macam. Bisa melalui bank tempat mengajukan kredit, bisa dilakukan sendiri, bisa juga melalui jasa pengecekan yang akhir-akhir ini ditemui di internet. Menggunakan jasa atau melalui bank boleh saja,  namun sebenarnya pengecekan yang dilakukan sendiri ini juga tidak kalah sederhana.

Cara Daftar Ketahui Riwayat Kredit 

Ada 4 langkah untuk melakukan pendaftaran pengecekan BI Checking ini;

  1. Sebelumnya, kamu perlu mengakses situs web resmi Bank Indonesia terlebih dahulu. Di opsi Moneter, kemudian Informasi Kredit, kemudian Permintaan IDI Historis. Dalam halaman Permintaan IDI Historis, kamu akan menemukan sebuah formulir yang harus Anda isi.
  2. Dalam formulir tersebut ada beberapa data pribadi yang harus diisi seperti nama lengkap, alamat surel (surat elektronik atau email), jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, nama ibu kandung, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM), dan alasan permintaan IDI.
  3. Setelah formulir tersebut diisi dengan lengkap, klik tanda kirim dan tunggu balasan di kotak masuk surel mu. Lama balasannya bervariasi, antara empat hari hingga seminggu.
  4. Di poin ini, kamu akan menerima balasan dari BI. Di sini kamu akan diberitahu apakah namamu tercatat dalam IDI Historis. Jika namamu tidak tercatat, berarti kamu belum pernah melakukan kredit atau pernah melakukan kredit di lembaga keuangan yang tidak masuk dalam BIK.
Perorangan atau Badan Usaha? Dokumen mengurus pemutihan BI Checking berbeda

Hal pertama yang wajib diketahui adalah, pengecekan BI Checking ini berbeda antara perorangan dan badan usaha. Sebab, dokumen dan kelengkapannya pun berbeda. Apa saja perbedaannya;

Perorangan
  • Menyerahkan fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas diri asli antara lain Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS.
Badan usaha
  • Serahkan fotokopi identitas badan usaha (akta pendirian perusahaan dan perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus), serta fotokopi identitas diri (KTP atau KITAS) dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis. Tunjukkan juga identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, dan identitas asli diri dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis.
  • Sebuah permintaan IDI Historis atas nama perusahaan dapat dikuasakan kepada pejabat atau pegawai perusahaan. Nantinya, penerima kuasa menyerahkan surat kuasa asli, fotokopi identitas badan usaha dan identitas diri pemberi kuasa dan penerima kuasa, dengan cara menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, serta identitas diri asli dari pemberi kuasa dan penerima kuasa.
  • Harus dicatat! Bila ada perbedaan antara susunan pengurus yang berwenang sesuai anggaran dasar perusahaan dengan data yang terdapat dalam SID, maka permintaan IDI Historis tidak dapat dipenuhi.
Bila masuk dalam daftar blacklist BI Checking, begini cara mengurusnya

Jika kamu tercatat dalam database, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencetak balasan dari BI tersebut. Jika kamu tinggal di Jakarta maka bisa langsung menuju ke Gerai Info Bank Indonesia di Gedung B, Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara. Saran dari kami, kenakanlah pakaian sopan dan rapi, bersepatu, dan berkemeja bagi pria.

Pengurusan ini dibuka pada hari kerja mulai dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Agar tidak menunggu terlalu lama, perlu dipahami bahwa waktu istirahat Gerai Info adalah dari jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB.

Jika tinggal di luar Jakarta, bisa langsung menuju Kantor Bank Indonesia kota atau provinsi setempat, di Kantor Kelompok Kajian, Survei, dan Statistik atau Kantor Tim Pengawasan Bank.

Kamu perlu membawa balasan yang telah dicetak bersama dengan KTP asli. Pengambilan bisa dikuasakan hanya kepada orang tua, anak atau pasangan dengan melampirkan Kartu Keluarga dan Surat Kuasa bermaterai.

(Baca juga: Mau Mulai Menabung Saham, Ini Panduan Lengkapnya)

Mudah bukan? Nah, bila merasa masuk dalam daftar ini, cobalah untuk mendaftarnya sekarang juga.

Butuh uang cepat kebutuhan dana mendesak? Cek pinjaman online tanpa jaminan di sini.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.