Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kredit Perbankan Tumbuh 8,59%, Kuy Cari Modal Buat Usaha!

by Gito on 26 September, 2019

Sektor jasa keuangan Indonesia dikatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih dalam fase stabil. Hal itu terefleksi dalam kinerja kredit sektor perbankan di Agustus yang mencatatkan pertumbuhan 8,59%. Masih bertumbuhnya jumlah penyaluran dana bank menandakan bahwa sektor produktif dan konsumtif masih menggeliat.

bisnis miliaran - CekAja.com

Tumbuhnya kredit perbankan juga merupakan bukti bahwa permintaan akan kredit masih cukup tinggi. Umumnya orang meminjam kredit bank untuk modal usaha ataupun untuk renovasi rumah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tumbunya kredit perbankan didorong oleh kredit investasi yang bertumbuh 12,72%.

Sementara dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), tren yang ada juga menunjukkan peningkatan sebesar 7,62% yang ditopang oleh pertumbuhan deposito sebesar 7,86%.

Pada fase ini, Lembaga jasa keuangan mampu menjaga profil risiko pada level yang manageable. Risiko kredit perbankan berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,60% (NPL net: 1,17%). Sementara itu, rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil di level 2,8% (NPF net: 0.55%, Agustus 2019).

Risiko nilai tukar perbankan berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,11%, di bawah ambang batas ketentuan. Likuiditas dan permodalan perbankan juga berada pada level yang memadai.

Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 198,84% dan 92,90%, jauh di atas threshold. Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi.

Capital Adequacy Ratio perbankan perbankan sebesar 23,93%. Sejalan dengan itu, Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 323% dan 684%, jauh di atas ambang batas ketentuan.

Berdasarkan gambaran tersebut, terlihat bahwa sektor jasa keuangan domestik masih mencatatkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan intermediasi yang stabil dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terjaga.

Rendahnya tingkat inflasi inti, turunnya volume perdagangan global, dan terkontraksinya business confidence semakin memperkuat keyakinan akan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara advanced economies (AE).

Menyikapi hal tersebut, mayoritas bank sentral global mengambil stance yang lebih akomodatif dan diprediksi masih akan berlanjut sampai dengan akhir tahun ini.

Di sisi lain, berlanjutnya penurunan harga komoditas di tengah masih tingginya tensi perang dagang antara AS-Tiongkok menjadi tambahan downside risk yang meliputi potensi pertumbuhan perekonomian ke depan, termasuk emerging markets (EM).

(Baca juga: Mau Jajal Bisnis Franchise? Simak Kiat-kiat Suksesnya!)
Yuk Usaha Sendiri

Buat kamu yang ingin memanfaatkan dana perbankan untuk menambah pendapatan kamu, kondisi ini merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan pendanaan eksternal. Berikut merupakan beberapa jenis usaha yang bisa kamu lakukan melalui pendanaan bank.

1. Franchise makanan atau minuman

Kamu yang baru akan menjajal usaha secara mandiri, mungkin piihan berbisnis melalui mekanisme franchise bisa menjadi opsi yang baik. Karena kamu hanya perlu memikirkan pemasaran produk kamu saja, sementara perihal man power dan juga kebutuhan bahan baku sudah dipasok oleh franchisor.

Untuk urusan modal juga tidak perlu merogok kantong dalam. Kamu juga bakal mendapatkan skema Break Event Point (BEP) atau balik modal. Jadi kamu bisa langsung menghitung berapa lama modal kamu bisa kembali hingga akhirnya hanya menarik keuntungan saja.

2. Ternak Lele

Usaha – usaha riil juga bisa menjadi opsi yang baik untuk kamu memulai usaha. Cuma disini diperlukan inisiatif dan juga sikap proaktif yang kuat agar usaha kamu bisa berjalan maju dan berkembang.

Ternak lele bukanlah bisnis yang sulit, tapi juga bukan masuk dalam kategori mudah. Kamu bisa manfaatkan pinjaman perbankan untuk menyewa lahan pengembangbiakan lele. Setelah itu kamu bisa mulai membeli bibitnya.

Belilah bibit lele ukuran 9 cm hingga 12 cm. Hal itu bertujuan agar masa panen lele kamu tidak terlalu lama. Rata-rata lele siap panen di 2 hingga 3 bulan dari bibit.

(Baca juga: Tips Memulai Bisnis Ternak Ayam Potong yang Cepat Menghasilkan)
3. Bisnis Baju Online

Kamu juga bisa memanfaatkan pinjaman perbankan untuk membeli stok baju untuk kemudian dijual kembali secara online atau daring. Modalnya tidak perlu besar dan tidak memerlukan tempat untuk berdagang.

Medianya cukup melalui media sosial ataupun jejaring lain yang kamu punya. Tingginya tingkat pengguna internet di Indonesia bisa menjadi ceruk pasar yang sangat jika tidak dimanfaatkan.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami