Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Kredit Sepeda Motor Bisa Bikin Miskin Kalau…

by Ariesta on 5 Februari, 2016

Jika dahulu kebutuhan primer meliputi sandang, pangan, dan papan, kini sekan-akan sepeda motor termasuk ke dalamnya. Apalagi di tengah keterbatasan dan kenyamanan transportasi publik, sepeda motor dijadikan solusi untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Permintaan ini kemudian ditangkap dengan baik oleh para pelaku ekonomi. Berbagai perusahaan kredit sepeda motor menjamur lantas menawarkan kemudahan untuk memiliki sepeda motor. Dengan hanya uang muka beberapa ratus ribu, sepeda motor rilisan terbaru sudah bisa didapatkan. Bahkan CekAja pernah melihat perusahaan kredit motor yang menempelkan ketentuan ‘DP seikhlasnya’!

Seperti dikutip dari Detik.com, kredit kendaraan inilah yang kemudian ‘memiskinkan’ masyarakat menengah ke bawah. Dengan asumsi membayar uang muka (DP) sebesar Rp500 ribu, dalam kurun waktu sekitar 3 sampai 4 tahun mereka harus membayar sepeda motor Rp5-6 juta lebih mahal dari harga sepeda motor yang dibeli secara tunai. Harga yang sangat tidak ekonomis dengan jumlah bunga yang mencapai 25%.  Skema kredit pada awalnya memang ringan, tapi sebenarnya berupa jebakan utang.

Namun bukan berarti kredit motor menjadi faktor mutlak penyebab kemiskinan. Kredit sepeda motor memang membuatmu miskin kalau kondisi finansialmu seperti berikut.

Belum bisa menabung

Membayar kredit motor membutuhkan kedisiplinan menyisihkan sebagian uang penghasilan. Kalau kamu masih merasa berat membagi gaji perbulan, sebaiknya jangan dulu mengambil cicilan meskipun kamu memiliki penghasilan yang cukup.

Mulailah dari mengalokasikan 40% untuk kebutuhan pokok seperti makan dan transportasi, 30%untuk menabung atau investasi, 20% untuk simpanan masa depan, dan 10% untuk pengeluaran tak terduga.

Masih mengkredit motor tapi mengambilan cicilan baru

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset Financial Inclusion Insights menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan sepeda motor dan tingkat penghasilan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain masyarakat kurang mampu cenderung memiliki jumlah sepeda motor yang lebih banyak dibandingkan yang berpenghasilan menengah ke atas.

Kalau kamu belum melunasi kredit motor tapi sudah membeli motor lain dengan cara mencicil, jelas saja keunganmu terperosok. Beban bunga tinggi yang harus kamu bayarkan malah membuatmu makin miskin!

(Baca juga: 6 Langkah Cerdas Ajukan Kredit Kendaraan Bermotor)

Cicilan dan pendapatan tidak sebanding

 Banyak ahli keuangan yang menyarankan agar rasio total hutang dan cicilan tidak melebihi  40% dari penghasilan bersih yang kamu miliki. Sebab, jika rasio pinjaman kamu semakin kecil, maka semakin besar pula uang yang bisa kamu sisihkan untuk ditabung.

Dalam kondisi penghasilan bulanan yang tidak memungkinkan melakukan kredit, membeli sepeda motor bekas yang murah adalah solusi terbaik. Mengutip Detik.com, saat ini, harga sepeda motor bekas di Indonesia bisa mengalami penurunan harga hingga 50% dalam jangka waktu pemakaian lima tahun. Dengan kata lain, kamu yang pas-pasan tetap bisa memiliki sepeda motor tanpa harus terjebak dalam utang jangka panjang.

(Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Kredit Kendaraan Bermotor?)

Membeli bukan karena butuh tapi demi gengsi

Sayangnya, ada saja orang yang berlomba memiliki banyak sepeda motor demi gengsi. Belilah jika kamu benar-benar membutuhkannya dan dengan mempertimbangkan segala keuntungan. Misalnya dengan memiliki sepeda motor, kamu bisa lebih hemat ongkos ke kantor. Kesampingkan segala gengsi demi pos lain yang lebih prioritas.

Tentang Penulis