Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Lagi Cari Dana Tapi Bebas Riba? Cek Pilihan Pinjaman Syariah Ini!

by Miftahul Khoer on 31 Juli, 2019

Istilah syariah dalam kehidupan sehari-hari saat ini semakin populer di berbagai bidang. Mulai dari pakaian, wisata, bisnis hingga persoalan kebutuhan pinjaman dana. Ya, pinjaman syariah saat ini mulai banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat.

pilihan pinjaman syariah

Bukan apa-apa sih. Mereka yang lebih memilih pinjaman syariah ketimbang pinjaman konvensional punya alasan tersendiri, salah satunya tak mau terjerat riba. Dalam pinjaman syariah, pihak kreditur tidak membebankan sistem bunga kepada nasabah melainkan menerapkan sistem bagi hasil yang dinilai sudah sesuai syariah.

Hadirnya lembaga keuangan bank dan non bank yang memberikan pinjaman secara syariah kepada nasabah mampu memberikan jawaban bagi mereka yang selama ini membutuhkan dana tapi tak mau terjerumus dalam kungkungan riba. Nah, berikut ini kami sudah merangkum beberapa lembaga pinjaman syariah tanpa riba yang bisa menjadi pilihan. Kuy cek!

Kredit Tanpa Agunan (KTA) Syariah

Buat kamu yang lagi butuh pinjaman syariah tanpa riba, bisa mengajukan ke beberapa bank yang menawarkan KTA Syariah. Ada beberapa bank yang punya produk KTA Syariah antara lain:

1. KTA Bank Syariah & iB Pinjaman Qardh Bukopin

Pinjaman yang ditawarkan Bank Syariah Bukopin ini merupakan pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Nasabah akan diberi jangka waktu pembiayaan maksimal 1 tahun yang sistem pengembaliannya dilakukan secara angsuran.

Manfaat:

  • Pembiayaan dapat diberikan kepada nasabah yang memerlukan dana dalam masa yang relatif pendek.
  • Pembiayaan berkontribusi untuk menyumbang usaha yang sangat kecil atau membantu sektor sosial.
  • Nasabah wajib mengembalikan jumlah pokok pinjaman qardh yang diterima pada waktu yang telah disepakati bersama.
  • Jangka waktu pengembalian pinjaman qardh adalah maksimum sampai dengan jatuh tempo dana yang bersangkutan (untuk pelengkap produk dana) dan maksimum 1 tahun (untuk qardhul hasan).
  • Bank boleh meminta jaminan apabila dianggap perlu.
(Baca juga: Jenis Investasi Syariah yang Telah Disetujui MUI, Cek Yuk!)

2. Permata KTA iB Multiguna

Salah satu pilihan pinjaman syariah yang dapat kamu manfaatkan adalah Permata KTA iB Multiguna. Produk KTA Syariah yang dikeluarkan Bank Permata ini bisa dimanfaatkan nasabah untuk berbagai kebutuhan. Namun, pihak bank tidak akan memberikan pinjaman langsung berupa uang melainkan pembiayaan tanpa agunan.

Misalnya ketika kamu butuh beli laptop untuk menunjang aktivitas kerja kamu, maka pihak bank akan membelikannya dan menjualnya kembali ke kamu dengan margin yang telah disepakati. Setelah itu kamu membayarkan cicilannya sesuai ketentuan syariah.

Beberapa keunggulan pada produk ini antara lain nasabah dibebaskan dari uang muka, tanpa jaminan, jangka waktu hingga lima tahun, proses cepat dan mudah serta bebas biaya administrasi dan biaya transfer. Selain itu, ada juga produk dari KTA BRI Syariah dan KTA Mandiri Syariah.

2. Pinjaman Syariah Online

Pinjol alias pinjaman online sekarang sudah banyak yang berstatus syariah. Baik bank maupun lembaga keuangan non bank bahkan hingga perusahaan financial technology alias fintech saat ini juga sudah terjun ke bisnis pinjaman online syariah.

Hanya saja, buat kamu yang ingin menggunakan jasa pinjaman syariah harus pandai-pandai memilah kreditur mana yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena saat ini banyak banget kreditur online abal-abal yang akhirnya malah merugikan nasabah. Beberapa pinjaman syariah online yang sudah terdaftar di OJK antara lain Pembiayaan Al Salaam Syariah (PAS), Ammana, Dana Syariah, Danakoo, Alamisharia, Syarfi.

(Baca juga: Halal dan Menguntungkan, Ini 5 Jenis Investasi Syariah)
3. Pegadaian Syariah

Salah satu tempat pinjaman dana paling cepat cairnya adalah Pegadaian. Untungnya belakangan telah hadir Pegadaian Syariah yang semakin banyak diminati masyarakat. Prinsipnya sebetulnya sama antara Pegadaian konvensional dan Pegadaian Syariah yakni sama-sama menyalurkan dana pinjaman ke dengan jaminan barang berharga.

Hanya saja, terdapat beberapa perbedaan dari keduanya. Misalnya dari segi beban biaya. Jika Pegadaian menerapkan skema bunga atas pinjaman, maka Pegadaian Syariah memberikan pinjaman qardhul hasan atau pinjaman dengan ketentuan si nasabah harus mengembalikan pokok pinjaman sesuai yang diterima tanpa bunga. Pihak Pegadaian Syariah sendiri memperoleh pendapatan dari jasa pemeliharaan, biaya penitipan, biaya penjagaan hingga biaya penaksiran.

Buat kamu yang lagi butuh dana, bisa ajukan ke Pegadaian Syariah dengan membawa fotokopi KTP, identitas resmi lainnya, menyerahkan barang jaminan berupa barang elektronik dan perhiasan dan membawa BPKB untuk kendaraan bermotor. Prosesnya cepat sekitar 15 menitan dan langsung cair.

4. Kartu Kredit Syariah

Sekitar 13 tahun lalu, telah hadir sebuah alat transaksi pembayaran kartu kredit syariah yang fungsinya sama dengan kartu kredit konvensional. Hanya saja yang syariah ini sudah memperoleh fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nama syariah card. Beberapa penerbit kartu kredit yang telah hadir lebih dulu antara lain CIMB Niaga Syariah dengan mengeluarkan Kartu Syariah Gold dan BNI Syariah dengan nama iB Hasanah Card.

Fatwa DSN MUI menganjurkan agar kehadiran syariah card tidak membebankan bunga kepada nasabah. Namun, nasabah harus membayar iuran keanggotaan dalam setiap bulannya sebagai imbalan izin penggunaan kartu. Adapun iurannya ditentukan pihak bank.

Untuk syariah card, akad yang digunakan antara lain kafalah yang menerima imbalan dari jaminan semua transaksi dengan merchant. Ada juga akad qardh yakni si penerbit memperoleh imbalan ketika nasabah melakukan penarikan tunai melalui ATM. Adapun akad ijarah yakni ketika penerbit kartu sebagai penyedia jasa sehingga membebankan biaya keanggotaan.

Dengan demikian tiga akad ini menjadi pendapatan penerbit kartu yang bukan dari bunga, melainkan komisi dari merchant dan biaya penagihan keanggotaan. Hanya saja, untuk pengguna syariah card atau kartu kredit syariah tidak boleh membelanjakan barangnya yang tak sesuai syariah seperti halnya minuman keras.

Nah itulah beberapa pilihan pinjaman syariah yang bisa digunakan bagi siapapun yang sedang butuh dana tapi enggan terjerat riba. Namun, baik pinjaman konvensional atau syariah, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tergantung kita melihat dan menilainya seperti apa.

Buat kamu yang ingin lebih jauh memperoleh informasi terkait pinjaman, kredit, asuransi hingga kartu kredit, kamu bisa akses CekAja.com untuk mendapatkan panduan finansial terpercaya. Kuy!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami