Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Lahan Prabowo dan Fakta Menarik Bisnis Kelapa Sawit

by Sindhi Aderianti on 19 Februari, 2019

Ada yang menarik dari Debat Calon Presiden kedua, Minggu lalu (17/2) lalu. Selain ‘unicorn’,  komentar lain Joko Widodo kepada lawan debatnya Prabowo Subianto, menuai bahan pembicaraan netizen .

bisnis pemain bola

Menurut kubu petahana, capres nomor urut 02 itu memiliki lahan di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektare.

Hal ini tak ditampik oleh Prabowo Subianto. Ia mengakui bahwa data yang dilontarkan Jokowi benar adanya.

Terlebih di samping menjadi politikus, Prabowo juga dikenal sebagai pengusaha yang ulung dalam berbagai sektor. Perusahaan-perusahaan yang dimilikinya bergerak di bidang perkebunan, tambang, batu bara, dan kelapa sawit.

Namun berdasarkan keterangan Prabowo sendiri, kepemilikan dua lahan tersebut hanyalah berstatus HGU (Hak Guna Usaha). Artinya, sewaktu-waktu bisa dikembalikan lagi kepada negara.

Lahan Kelapa Sawit di Kalimantan

Berbicara mengenai lahan di Kalimantan, pulau terbesar di Indonesia itu memang terkenal dengan perkebunan kelapa sawitnya. Untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur saja, hingga akhir 2017 luas yang terhampar sudah mencapai 1.208.697 hektare.

Semua berawal dari masa pemerintahan Orde Baru yang tumbang. Melihat banyaknya lahan terlantar, pemerintah setempat mulai pro aktif mempromosikannya.

Beberapa investor diundang untuk memanfatkan lahan tersebut. Nah, bidang yang dinilai paling berkembang cepat adalah kelapa sawit.

Tingginya harga minyak kelapa sawit  di pasar dunia, membuat banyak tergiur untuk membenamkan modalnya di kebun sawit. Tahun berganti tahun, hadirnya perkebunan kelapa sawit ini membuat sektor-sektor ekonomi lain di Kalimantan ikut mengalami dampak positif.

Selain kondisi ekonomi yang terus mengalami perbaikan, Borneo pun kian hidup dengan lahan belantara yang kini menjelma sebagai perkebunan yang hijau dan produktif.

Ada beberapa perusahaan yang sudah lama menjadi pemain handal dalam bidang ini. PT Astra Agro Lestari Tbk merupakan salah satunya.

Perusahaan milik Astra Group itu mengelola lahan perkebunan kelapa sawit seluas 287.011 hektar (ha) yang di antaranya terdiri dari; 233.382 ha perkebunan inti dan 63.629 ha perkebunan plasma.

(Baca juga: 4 Bidang Bisnis Cepat Dapat Uang)

Untung Berbisnis Kelapa Sawit

Sektor perekonomian di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan minyak kelapa sawit. Bagi pemerintah, banyaknya lahan sawit diharapkan dapat menjaga tingkat kestabilan harga minyak nabati, sumber devisa negara, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menilik dari segi bisnis, apa keuntungan yang bisa diperoleh tiap pengusahanya? Bisnis kelapa sawit jelas selalu menawarkan keuntungan yang tidak sedikit. Ini fakta-faktanya:

  • Modal investasi cepat balik

Selama tanaman masuk dalam masa tanam, kelapa sawit belum dapat menghasilkan. Disini investor dituntut menyediakan dana yang sangat banyak.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuka lahannya saja, kurang lebih sebanyak Rp30 juta per hektare. Biaya tersebut belum termasuk ongkos penanaman dan perawatan pohon kelapa sawit.

Namun, semua biaya tersebut akan kembali pada saat tanaman sudah menghasilkan dan bisa dipanen. Modal investasi akan balik ketika 4 tahun setelah masa panen.

Jangka waktu ‘balik modal’ ini tergolong singkat untuk bisnis yang berskala masif. Kabar baiknya lagi, tanaman itu akan terus menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) hingga 25 tahun mendatang.

(Baca juga: Ini 10 Orang Super Kaya di Indonesia Tahun 2018)
  • Laba tiga kali lipat

Kalau soal laba, tentu bukan rahasia lagi kalau bisnis ini amatlah menjanjikan. Mari buktikan dengan perhitungan berikut.

Rata-rata biaya produksi kelapa sawit sebesar Rp500 per kg, sedangkan nilai jual TBS sekitar Rp1.597 per kg.

Praktis, nilai keuntungan yang ditawarkan adalah Rp1.500 per kg, berlaku kelipatannya.

Dengan demikian bisa disimpulkan, bahwa laba bisnis ini mencapai tiga kali lipat bahkan lebih jikalau harga TBS mengalami kenaikan.

  • Harga kebun selalu naik

Selain menjual TBS, berbisnis di sektor ini juga bisa dilakukan dengan merambah jual-beli lahan. Harga lahan kelapa sawit selalu mengalami kenaikan drastis di setiap tahun.

Harga lahan kelapa sawit umumnya sangat dipengaruhi oleh kualitas tanaman-tanaman sawit yang tumbuh di dalamnya. Kalaupun berkurang, tingkat penurunan harga tersebut tidak begitu signifikan, bahkan jarang sekali terjadi.

(Baca juga: 6 Orang Indonesia Ini Masuk Daftar Manusia Terkaya Versi Bloomberg)

Kegunaan Kelapa Sawit

Besarnya keuntungan berbisnis kelapa sawit, tak lepas dari permintaan masyarakat yang juga tak kalah tinggi. Kelapa sawit banyak memberi manfaat baik untuk kehidupan manusia karena dipakai sebagai bahan baku produk pangan sampai kosmetik. Berikut beberapa diantaranya:

  • Minyak goreng

Kelapa sawit merupakan bahan baku pembuatan minyak goreng. Boleh dibilang, minyak goreng yang beredar di pasaran saat ini hampir semuanya berasal dari hasil olahan sawit.

  • Lotion

Dikenal memiliki kandungan alami untuk melembapkan kulit, krim wajah atau lotion  yang kamu gunakan pun ternyata berasal dari minyak kelapa sawit, loh.

Minyaknya ini kemudian juga diformulasikan dengan berbagai macam skincare lain seperti vitamin atau serum kecantikan.

  • Sabun

Minyak kelapa sawit sangat penting sebagai bahan pembuat sabun. Minyak tersebut berfungsi sebagai penghasil busa dan menghasilkan sabun yang keras dan kadang memberikan rasa yang kering di kulit.

Buat kamu yang kebetulan kehabisan stok  minyak goreng, lotion kecantikan, atau sabun mandi di rumah, belanjanya di Carrefour saja. Karena kartu kredit Bank Mega otomatis memberikan diskon 10% untuk berbelanja di Carrefour tanpa ketentuan apapun.

Kalau kamu belum punya kartu kredit Bank Mega, CekAja.com akan membantu kamu memilikinya dengan syarat yang mudah. Tidak percaya? Langsung saja klik disini dan ikuti proses selanjutnya.

  • Industri baja

Sedangkan dalam industri baja, minyak sawit dikenal bermanfaat untuk melindungi seluruh bagian baja dan besi.

Konon nantinya, kedua material itu menjadi lebih kuat dan tahan terhadap karat setelah dilapisi minyak yang bernama latin Elaeis guineensis tersebut.

Untuk dapat menggeluti bisnis ini, mungkin sementara waktu masih sekedar angan-angan. Tapi paling tidak, kita jadi tahu kalau Indonesia memang kaya akan sumber daya alamnya.

Sebagai warga negara yang baik, tentunya siapapun wajib memelihara aset berharga ini demi kepentingan bersama.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.