Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Larangan Puasa Dalam Bermacam Agama

by lhmdi on 28 Mei, 2017

niat puasa
Ibadah puasa merupakan ritual wajib bagi umat beragama di seluruh dunia. Namun, di setiap agama terdapat berbagai pantangan puasa yang artinya haram menjalankan sebuah Ibadah dengan syarat tertentu.

Larangan  yang merusak atau membatalkan puasa ini bahkan tidak hanya berlaku pada satu agama saja. Sebut saja Islam yang dikenal memiliki ibadah khusus satu bulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.

Namun, larangan puasa ini berlaku bagi seluruh umat beragama dengan syarat dan ketentuannya masing-masing. Lalu, seperti apa saja larangan selama berpuasa atau hal-hal yang membatalkan puasa dalam berbagai macam agama?

Sambil menunggu jam berbuka puasa, yuk, Kenali beberapa larangan dalam berpuasa bagi agama Buddha, Kristen dan Islam:

  1. Berpuasa bagi Agama Buddha

Dalam ajaran Buddha, Ibadah puasa disebut dengan Uposatha. Puasa ini sendiri dilaksanakan dua kali dalam satu bulan dan didasarkan pada perhitungan kalender bulan. Namun yang unik puasa ini sedikit berbeda dari jenis puasa yang selama ini kita kenal.

Dalam Uposatha, pemeluk Budha yang sedang berpuasa masih diperbolehkan untuk minum. Terlepas dari itu, terdapat larangan-larangan yang wajib untuk dipatuhi selama menjalankan Uposatha.

Beberapa diantaranya adalah tidak boleh melakukan hubungan intim atau sex, tidak mencuri, tidak berbohong, dilarang mengonsumsi makanan atau minuman yang membuat kesadaran menjadi hilang seperti alkohol atau obat-obatan terlarang, tidak boleh membunuh serta mencuri, dilarang makan setelah lewat tengah hari, tidak boleh menikmati hiburan hingga tidak menggunakan perhiasan, kosmetik dan juga pewangi.

Puasa ini dikatakan sah, jika seseorang pemeluk Budha mematuhi larangan tersebut, dan jika dilanggar, maka puasanya dianggap batal atau tidak sah.

Berikutnya, terdapat juga jenis puasa yang dikenal dengan sebutan Vegetaris. Sebutan ini dalam umat Budha tidak boleh atau berpuasa mengonsumsi makanan daging, hingga telur, dan minum susu. Namun, pemeluk Budha masih tetap dapat mengonsumsi makanan namun hanya jenis sayur-sayuran. Jenis puasa ini sendiri tidak wajib dilaksanakan bagi umat Budha.

  1. Berpuasa bagi pemeluk Kristen

Bagi umat Kristiani, aturan berpuasa, terdapat dalam Kitab perjanjian lama dan juga perjanjian baru. Dalam dua kita ini disebutkan beberapa contoh, bahwa pendahulu mereka juga melakukan Puasa .Akan tetapi, pengertian puasa bagi pemeluk Kristen terlihat berbeda.

Beberapa perbedaan pun terlihat dalam gambaran berikut ini:

  1. Puasa biasa yang berisikan berpantang semua makanan, baik yang keras maupun yang lembut, tetapi tidak berpantang air
  2. Puasa penuh, dimana tidak makan dan tidak minum
  3. Puasa yang melibatkan pembatasan makanan dan bukan tidak boleh mengonsumsi makanan sama sekali.
       3. Berpuasa bagi pemeluk Islam

Dalam bahasa Arab, Puasa memiliki arti Shaum (jamaknya Shiyam) dengan Al-Imsak (menahan), sementara itu, dalam istilah, berpuasa dalam Islam adalah tidak mengonsumsi makanan serta minuman dan semua yang membatalkannya, mulai dari terbit matahari hingga terbenam .

Tentu, saja momen berpuasa paling besar bagi umat Islam, adalah puasa di bulan Ramadhan, dimana umat Muslim merayakannya selama 30 hari penuh. Namun, berpuasa bagi umat Muslim ternyata tidak hanya di bulan Ramadhan saja, namun terdapat juga puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis dan juga puasa untuk membayar utang jika satu puasa tidak dilakukan di bulan Ramadhan.

Sama dengan jenis puasa lainnya, dalam Islam juga terdapat berbagai macam larangan yang dapat membatalkan puasa. Secara umum berikut gambaran umum tentang larangan puasa bagi umat Islam:

  1. Membuat perkataan palsu atau berbohong.
  2. Melakukan perbuatan sia-sia atau kotor seperti memfitnah dan bergunjing.
  3. Makan dan minum yang disengaja.
  4. Muntah dengan sengaja.
  5. Seorang Wanita yang sedang mengalami Hadi dan Nifaz.
  6. Melakukan hubungan sex atau mengeluarkan mani dengan sengaja

Meskipun secara umum, memiliki berbagai macam larangan yang dilakukan saat puasa, namun, terdapat juga beberapa ketentuan lainnya yang menyangkut waktu atau hari-hari yang dilarang untuk puasa. Apa saja ya?

  1. Berpuasa pada dua hari raya

Dalam Islam terdapat dua hari raya besar yaitu Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, serta Idul Adha, yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah. Maka pada dua hari raya besar, ini umat muslim dilarang untuk berpuasa.

  1. Berpuasa di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik merupakan waktu yang terjadi setelah perayaan hari raya idul Adha. Dalam kalender Islam, waktu ini bertepatan dengan tanggal 11,12,13 Dzulhijjah.

  1. Puasa hari Syak

Berdasarkan Hadist Ammar Bin Yasir Rodhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa pada hari terakhir di bulan Sya’ban umat Muslim tidak disarankan untuk berpuasa.

Namun, jika terdapat umat Muslim yang terbiasa berpuasa dan berpetepatan dengan puasa Sunnah senin dan kamis, tetap diperbolehkan untuk berpuasa.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami