Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Lebih Sehat di Tahun Baru dengan Gaya Hidup Vegetarian

by Sindhi Aderianti on 28 Desember, 2018

Dalam hitungan hari, tahun akan berganti. Berbagai resolusi pun dibuat demi menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi ke depan. Tak terkecuali, gaya hidup yang mungkin selama ini masih dirasa kurang menyehatkan. Menjadi Vegetarian tampaknya bisa menjadi solusi menarik.

Lebih Sehat di Tahun Baru dengan Gaya Hidup Vegetarian

Kebiasaan buruk mengonsumsi makanan cepat saji, minum minuman berkadar gula tinggi, ditambah tidak berolahraga pastinya akan memperngaruhi kesehatan setiap orang. Untuk itu, diet yang benar amat diperlukan. Salah satu contoh diet yang sudah terbukti ampuh adalah dengan mengurangi kadar protein hewani.

Vegetarian selalu identik dengan perilaku diet yang menyehatkan. Melalui gaya hidup tersebut, beberapa manfaat untuk tubuh pun bisa didapat.

Terhindar dari penyakit? Sudah pasti, karena hampir semua kudapannya tidak mengandung lemak hewani. Bonusnya, tubuh jadi lebih langsing! Tak heran kalau beberapa public figure Indonesia kini terarik untuk ikut menjadi vegetarian. Sebut saja baru-baru ini DJ Dipha Barus.

Vegetarian Menghemat Anggaran

Nah, tujuan menjalani gaya hidup yang lebih sehat ini ternyata bukan hanya itu. Percaya atau tidak, seorang vegetarian juga amat mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Hal itu sudah dibuktikan melalui riset di Amerika. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh The Vegetarian Resource Group dan Harris Poll pada 2015, menunjukkan sekitar 80 juta orang dewasa di Amerika Serikat merupakan vegetarian.

Angka tersebut cukup memberikan pengaruh besar terhadap industri makanan dan restoran. Negara pun bisa menghemat anggaran hingga 250 miliar dolar AS, karena sektor pangan beralih ke ekonomi berbasis tanaman yang norabene lebih terjangkau.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Institute for Cancer Research turut mengungkapkan bahwa menjadi vegetarian dapat mengurangi risiko kanker perut, usus, pankreas, payudara, rahim, dan ovarium. Negara otomatis bisa menghemat pengeluaran untuk biaya kesehatan hingga 1 triliun dolar AS per tahun.

Namun untuk mencapai angka tersebut, tentu saja tidak mudah. Masyarakat dunia setidaknya wajib mengurangi 56% konsumsi daging merah dan memangkas asupan kalori hingga 15%.

Beda Vegetarian dengan Vegan

Banyak orang yang masih salah paham dengan istilah vegetarian. Awalnya vegetarian lebih bersifat ajaran agama. Seiring efek positif yang kian terasa, lama kelamaan vegetarian menjadi gaya hidup.

Vegetarian sering kali disamakan dengan vegan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kalau vegetarian masih mengonsumsi susu, telur, dan madu, lain halnya seorang vegan. Vegan adalah kelompok vegetarian yang paling ketat. Bisa dibilang, benar-benar hanya mengonsumsi sumber nabati saja.

Sementara itu perbedaan lain yang menyebabkan seseorang menjadi vegetarian atau vegan adalah dari selera pribadi masing-masing. Beberapa orang ada yang tidak menyukai rasa daging sejak kecil. Alasan lain bisa juga dikarenakan alergi pada susu sapi dan olahannya seperti keju, sehingga lebih memilih untuk menghindarinya.

(Baca juga: Alasan Vegetarian Adalah Pasangan Hidup yang Ideal)
Menjadi Vegetarian di Indonesia

Walaupun memberi banyak manfaat, namun hal tersebut tidak serta merta membuat masyarakat Indonesia tertarik untuk menjadi vegetarian. Kepala Vegan Society of Indonesia, dr. Susiantio menyebut bahwa baru 2 juta orang yang menjadi pelaku vegan di Indonesia.

Angka ini cukup kecil mengingat jumlah penduduk Indonesia yang begitu banyak. Edukasi dan informasi mengenai gaya hidup vegetarian masih sangat minim.

Sehingga orang tak banyak tahu apa saja manfaat sesungguhnya. Ada yang menganggap bentuk tubuhnya sudah cukup proprsional bahkan tampak kurus, jadi mereka merasa tidak perlu menjadi vegetarian.

Karena diet vegetarian yang dikenal orang awam tak ubahnya sebagai solusi menurunkan berat badan. Padahal sesungguhnya, seperti yang tadi sudah dibahas, tujuannya tidak hanya itu.

Dukungan dari restoran penyedia makanan plant based pun bisa dihitung jari. Sejauh ini, baru ada dua ribu restoran yang menawarkan hidangan khusus vegetarian dan vegan di Indonesia.

Bahkan di wilayah ibu kota, Anda bisa menemukannya paling banyak di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Utara saja.

Tips Memulai Gaya Hidup Vegetarian

Banyak orang yang menyerah di tengah jalan saat menjalani pola makan vegetarian. Mereka tiba-tiba jatuh sakit, atau merasa bosan karena menu makanan yang itu-itu saja.

Menjadi vegetarian memang butuh waktu yang tidak instan. Sebab tubuh juga memerlukan adaptasi terhadap perubahan pola makan. Soal bosan dengan menu makanan, itu hanya faktor kebiasaan.

Perlahan tapi pasti, semua kendala pasti bisa terlewati. Asal lakukan diet dengan cara yang baik dan benar saja. Begini caranya:

(Baca juga: 5 Kiat Sukses Bisnis Sayur Organik)
1. Mulai dengan “meatless week”

Di awal masa percobaan, Anda bisa memulainya dengan tantangan “meatless week”. Seperti apa itu? Jadi dalam seminggu, usahakan untuk meminimalisir konsumsi daging baik itu merah ataupun putih.

Kurangi paling tidak setengahnya saja setiap hari, tidak perlu langsung berhenti total. Lalu, perbanyak sayuran dan buah-buahan guna menyempurnakan nutrisi pada diet Anda.

2. Minum suplemen B12

Dengan meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan hewani, tubuh akan kehilangan sumber vitamin B12. Untuk menggantikannya, carilah suplemen B12 tambahan pada bahan makanan seperti susu kedelai dan sereal.

Jangan abaikan kekurangan vitamin B12 karena hal ini akan membuat tubuh Anda mudah lelah, lemah, sembelit, kehilangan nafsu makan, dan stres.

(Baca juga: Bukti Nyata Perjuangan Hidup: 3 Gelandangan yang Sukses Menjadi Miliarder)
3. Konsumsi sumber zat besi nabati

Bila sudah lepas dari daging, zat besi dapat Anda peroleh dari sumber nabati lewat kacang-kacangan, biji bunga matahari, kismis kering, serta sayuran berwarna hijau atau gelap.

Agar zat besi semakin mantap diterima dalam tubuh, tambahkan konsumsii vitamin C dari paprika merah, citrus, dan brokoli.

4. Cari sumber protein utama

Protein merupakan bagian dari hidup yang tak boleh Anda lewatkan. Tugasnya amat penting, yakni mendorong pertumbuhan dan perbaikan dalam tubuh.

Tanpa daging, Anda sebenarnya tetap bisa memperoleh protein lebih dari cukup. Anda bisa menemukan sumber protein nabati melalui kacang kedelai, kacang-kacangan dan quinoa.

Menjadi vegetarian memang tidak mudah. Godaan berbagai makanan lezat berbahan dasar daging jelas menjadi tantangan tersendiri. Minimnya ketersediaan makanan plant based jika berkunjung ke restoran-restoran di Indonesia pun kerap menjadi kendala.

Belum lagi hampir semua makanan vegetarian dipatok dengan harga yang cukup mahal. Mau tidak mau, memasak sendiri adalah jawaban yang paling tepat.

Toh, mengolah makanan sumber nabati tidak sulit. Sesederhana salad yang dicampur croutons pun sudah cukup mengenyangkan. Nikmati proses ini di tahun yang baru, niscaya manfaatnya untuk tubuh akan lebih dari yang dibayangkan. Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.