Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Lebih Unik, Ini 5 Keistimewaan Asian Para Games 2018

by Gito on 8 Oktober, 2018

Asian Para Games resmi dibuka pada Sabtu, 6 Oktober 2018 kemarin. Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, opening ceremony perhelatan olahraga khusus atlet disabilitas ini sukses mencuri banyak perhatian.

asian games 2018 palembang

Bukan karena penampilan berbagai artis Ibu Kota, namun justru kali ini penonton lebih disuguhkan dengan atraksi hebat para difabel mulai dari menari di kursi roda, memanjat perahu pinisi, hingga memanah.

Seperti ketika Bulan Karunia Rudianti, sosok gadis berkursi roda yang mengajak Presien Joko Widodo memanah contohnya. Mereka bersama-sama memanah 3 huruf “DIS” yang pada akhirnya menyisakan “Ability”. Dimana hal tersebut merepresentasikan kemampuan di atas keterbatasan. Tak sedikit penonton yang akhirnya menitikkan air mata karena pertunjukan ini.

Di luar cerita menarik soal opening ceremony, masih banyak lagi hal-hal unik yang membuat Asian Para Games tidak kalah luar biasa dari Asian Games. Penasaran? Berikut 7 keistimewaan Asian Para Games yang sayang jika Anda lewatkan.

(Baca juga: INTERVIEW: Sritex, Perusahaan Kelas Dunia yang Garap Merchandise Asian Games)
1. Pertama kali di Indonesia

Di bawah naungan Asian Paralympic Committee, Asian Para Games disepakati menjadi ajang multisport empat tahunan yang “satu paket” dengan penyelenggaraan Asian Games di suatu negara atau kota. Nah, Asian Para Games Jakarta 2018 ini merupakan gelaran yang ketiga setelah Asian Para Games Guangzhou 2010 dan Incheon 2014.

Jadi inilah kesempatan pertama bagi Indonesia bersama INAPGOC selaku panitia penyelenggara untuk mengulang keberhasilan negara-negara lain sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih baik.

(Baca juga: Mengenal Erick Thohir, Pengusaha di Balik Kesuksesan Asian Games 2018)

2. Hanya ada 18 cabang olahraga

Lama penyelenggaraan Asian Para Games tergolong sebentar, yakni satu minggu saja dari 6-13 Oktober 2018. Hal ini dikarenakan terbatasnya cabang olahraga yang dipertandingkan. Hanya ada 18 cabang olahraga yang digelar di 19 venue, di antaranya adalah:

• Atletik
• Bulu tangkis
• Panahan
• Catur
• Boccia
• Judo
• Balap sepeda
• Goal ball
• Lawn ball
• Angkat berat
• Menembak
• Renang
• Boling
• Tenis meja
• Basket kursi roda
• Anggar duduk
• Tenis kursi roda
• Voli duduk

Dari 18 cabang ini akan ada 568 nomor pertandingan yang diikuti sebanyak 41 negara di Asia dan 2.800 atlet.

3. Tiket gratis untuk penyandang disabilitas

Untuk pengunjung yang menyandang disabilitas. Kementrian Sosial RI bekerja sama dengan INAPGOC menyediakan tiket gratis, baik masuk ke arena festival ataupun menonton setiap pertandingan Asian Para Games 2018.

Demi menunjang pendaftaran tiket gratis ini, Kemensos pun telah membuat laman khusus di internet dan menyediakan helpdesk untuk calon penerima tiket. Bahkan di venue nanti, ada sejumlah transportasi khusus yang secara cuma-cuma bersedia mengantar pengunjung difabel ke tempat tujuan mereka.

4. Harga tiket reguler murah

Selain pemberian tiket gratis untuk penyandang disabilitas, Asian Para Games juga membanderol harga tiket pertandingan dengan harga yang sangat terjangkau. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar 25 ribu rupiah untuk satu tiket cabang olahraga.

Ada pula tiket seharga 100 ribu rupiah untuk menonton pertandingan apapun selama sehari. Pembelian tiket secara online bisa melalui situs Loket.com. Sementara kalau offline, Anda dapat membeli langsung tiket pertandingan di pintu 5 dan pintu 7 SUGBK.

(Baca juga: Jokowi Naik Motor dan Fakta-fakta Menarik Asian Games 2018)

5. Medali berbunyi

Sekilas, medali Asian Para Games tampak serupa dengan Asian Games. Namun yang membedakan, medali ini berbunyi. Untuk medali emas, ada 26 butiran bola, medali perak 20, sedangkan medali perunggu 16 bola-bola kecil.

Bola-bola yang dimasukkan nantinya akan menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, sehingga memudahkan atlet- atlet tuna netra untuk mengenalinya. Bukan cuma itu, medali Asian Para Games juga turut menyertakan huruf braile pada permukaannya agar bisa terbaca dengan jelas oleh mereka.

Itulah berbagai keistimewaan yang dimiliki Asian Para Games 2018. Sebelum menyesal karena melewati momen ini, yuk dukung atlet-atlet disabilitas Tanah Air dengan datang langsung ke Gelora Bung Karno Jakarta. Belum tentu 50 tahun ke depan Indonesia dipilih menjadi tuan rumah lagi, lho. Selamat berpesta olahraga!

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami