Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Liburan dengan Paylater, Yay or Nay?

by Sindhi Aderianti on 27 November, 2019

Liburan adalah obat terbaik saat penat melanda. Banyak hal positif yang diberikan dari kegiatan ini. Menurut beberapa ahli, traveling baik untuk pikiran, tubuh dan jiwa kita. Sayangnya, liburan kadang harus tertunda karena beberapa alasan terkait ‘urusan dompet’.

Bagaikan oase di gurun yang tandus, fitur paylater kini dihadirkan oleh salah satu online travel agent di Indonesia. Jadi saat tumpukan tabungan masih tak seberapa atau belum gajian, kamu tetap bisa traveling ke destinasi yang diimpikan.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada Juni 2018, pengguna payLater telah bertumbuh mencapai 10 kali lipat. Metode pembayaran ini tentunya sangat memudahkan orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit. Dengan inovasi keuangan yang semakin canggih ini, sebenarnya paylater bikin penggunanya untung atau rugi ya?

Aturan Main Paylater

Seperti namanya, paylater memberi kemudahan ‘beli dulu, bayar nanti’ dengan limit mulai dari Rp3 juta sampai Rp10 juta. Untuk menikmati limit pinjaman ini, cukup siapkan KTP dan beberapa dokumen pendukung. Approval akan diproses  dalam waktu maksimal 24 jam. Setelah itu, kamu bisa langusung menggunakanya untuk berbagai keperluan liburan seperti membeli tiket pesawat/kereta, bayar penginapan, atau tiket masuk tempat hiburan.

(Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru Makin Hemat dengan 7 Promo Kartu Kredit Ini)

 Enaknya lagi paylater menawarkan sistem cicilan dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan. Jadi, pengguna tidak harus membayar lunas di bulan berikutnya. Tapi sebagaimana sistem cicilan pada umumnya, paylater mengenakan bunga per tagihan sebesar 2 sampai 4 persen. Selain itu, ada juga denda keterlambatan jika kamu menunggak pembayaran.

Untung Rugi Liburan Pakai Paylater

Senior Vice President Financial Products Traveloka, Alvin Kumarga mengatakan, inovasi pembayaran paylater didasari banyaknya konsumen yang belum memiliki rekening bank, terlebih kartu kredit. Sebab, proses pengajuan kartu kredit di bank umumnya harus melewati beberapa tahap panjang. Maka dengan paylater, mereka bisa tetap liburan meskipun tidak punya kartu kredit. 

Memang kalau dipikir-pikir juga, entah kapan seseorang bisa pergi liburan jika hanya mengandalkan tabungan dari gaji semata. Sebab, penghasilan bulanan tersebut umumnya sudah habis dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tapi jangan senang dulu. Menggunakan fasilitas paylater, artinya ada utang yang menanti di kemudian hari. Bila tak sanggup mengembalikan pinjaman tersebut sampai lunas, hati-hati dengan sederet risiko ini:

1. Menumpuk utang

Bagi kamu yang telah memiliki kartu kredit, penggunaan fasilitas paylater sama dengan menumpuk utang. Cicilannya mungkin terkesan sedikit, tapi coba deh gabungkan jumlah tagihan kedua alat pembayaran tersebut. Kamu yang mungkin berpenghasilan di bawah Rp10 juta, bakal kewalahan membayarnya secara bersamaan. Alhasil, gaji yang susah payah didapatkan habis cuma untuk membayar utang-utang konsumtif tadi.

2. Keuangan terganggu

Tanpa disadari dengan kemudahan paylater, secara tidak langsung menumbuhkan sikap impulsif dan konsumtif. Jika kebiasaan buruk ini semakin melekat, bukan tidak mungkin keuanganmu terganggu karena banyaknya cicilan yang harus dibayarkan. Padahal dana yang disisihkan untuk membayar tagihan paylater bisa dipakai untuk keperluan lain yang lebih urgent dan tak terduga sewaktu-waktu.

3. Risiko peretasan

Sebagaimana produk digital pada umumnya, paylater rawan akan peretasan. Hal ini karena fitur tersebut lebih rentan disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab jika sewaktu-waktu password ‘bocor’ atau kehilangan gadget yang biasa digunakan.

Beda dengan produk kredit bank yang jika digunakan bukan oleh sang pemilik, prosedurnya bakal sangat rumit. Mulai dari permintan nomor CVV, valid thru, sampai OTP.

4. Dampak pada BI checking

Melalui BI checking, lancar atau tidaknya pembayaran cicilan dengan paylater akan terlihat jelas. Jika ada tunggakan, tagihan yang belum dibayarkan tersebut otomatis membuat catatan reputasi kreditmu jadi buruk.

(Baca juga: Tips Belanja dan Liburan Tanpa Takut Jatuh Misqueen di Awal Tahun)

Hal ini tentu memberi pengaruh amat besar terhadap pengajuan kredit lain yang sifatnya lebih penting, seperti properti dan kendaraan memiliki risiko ditolak di kemudian hari.

Cara Bijak Paylateran

Yakin mau liburan pakai fasilitas paylater? Sebelum menggunakan fasilitas paylater, kamu harus berpikir matang-matang. Lagi pula, rasanya kurang enak bila liburan tapi dibayang-bayangi oleh utang bertumpuk. Paylater tak berarti dilarang, tapi ketahui porsi yang tepat dalam menggunakannya untuk liburan.

Misalnya bujetmu hanya cukup untuk tiket pesawat, nah urusan penginapan biar paylater yang talangin. Akomodasi lain seperti transportasi di kota/negara tujuan dan biaya masuk tempat hiburan, bayarkan secara cash.

Cicil tiket pesawat yang kamu beli melalui paylater tadi, dengan tenor ‘di tengah-tengah’ yakni 6 bulan. Sebab, jumlah tagihan dengan jangka waktu tersebut umumnya tidak begitu besar, pun lebih cepat terselesaikan.

Liburan Aman dan Nyaman dengan Asuransi Sinarmas

Nah, kalau sudah memutuskan untuk cusss liburan di akhir tahun memanfaatkan momen Natal sampai Tahun Baru, jangan lupa lindungi diri dan orang-orang tersayang yang kamu ajak liburan dengan asuransi perjalanan ya.

Asuransi Sinarmas adalah salah satu produk asuransi yang CekAja.com rekomendasikan untuk melindungi kamu selama liburan. Sebab, dengan biaya premi yang rendah, ada banyak jaminan perlindungan yang bisa kamu dapatkan baik untuk rencana perjalanan domestik maupun internasional.

Bayangkan, untuk perjalanan domestik Asuransi Sinarmas cuma mengutip premi mulai dari Rp37.000 per perjalanan per peserta. Namun, kamu bisa mengajukan klaim mulai dari keterlambatan bagasi, biaya perawatan medis, sampai klaim santunan lain akibat kecelakaan selama 7 hari melakukan perjalanan.

(Baca juga: Bonus Akhir Tahun Cair! Manfaatin Buat Hal Produktif Ini)

Sementara untuk asuransi perjalanan internasional, kamu cukup membeli premi mulai dari Rp86.250 per perjalanan per peserta. Sehingga, jika di negara tujuan liburan tiba-tiba kamu mendadak harus masuk rumah sakit, mengalami kerusakan atau keterlambatan bagasi dan hal lain yang tidak menyenangkan, atau mengalami kecelakaan diri yang berakibat fatal, maka asuransi Sinarmas akan melindungi kamu dari semua risiko tersebut.

Jadi sebelum berangkat liburan, buruan dapetin asuransi perjalanan Sinarmas yang paketnya bisa kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.