Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Lima Tahun Lagi, Kamu Pasti Semakin Nyaman Berinvestasi Online

by JTO on 18 September, 2015

Kehadiran teknologi finansial (fintech) dipastikan akan menjadi andalan lima tahun mendatang. Semua orang akan semakin nyaman untuk mencaritahu dan menentukan pilihan instrumen investasi mereka. Hal ini diakui para pembicara di diskusi bertema “Advancing The Role of Technology in Indonesia Capital Market Outlook for Next 5 Years” yang menjadi bagian dari acara InvestDay 2015, Kamis (17/9) lalu.

Dalam diskusi yang dimoderatori langsung oleh JP Ellis, CEO Compare88 Group dan CEO CekAja.com, semua panelis optimistis teknologi akan memainkan peranan penting di dalam keputusan finansial setiap orang. Sebastian Togelang, Founding Partner Mountain Kejora Ventures, mengakui teknologi akan melatih orang dan mengenal cara berinvestasi dengan lebih baik.

“CekAja.com dan bareksa.com bisa membantu komunikasi di antara calon nasabah dengan penyedia produk keunangan dan investasi,” katanya

Sebastian sangat yakin minat masyarakat untuk berinvestasi akan semakin besar berkat kehadiran fintech. Dia mengingatkan agar Indonesia bisa belajar dari kesalahan Jerman di awal tahun 2000an ketika penggunaan fintech justru membuat masyarakatnya kaget.

“Kesalahannya adalah mereka kurang arahan sehingga saat internet semakin berkembang, mereka kemudian shocked,” imbuhnya. Oleh karena itu, penting bagi para penyedia produk dan jasa keuangan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai fintech.

Senada dengan Sebastian, Direktur Utama Syailendra Capital Jos Parengkuan mengakui pentingnya teknologi finansial. “Dengan fintech, anda dimudahkan dengan cost hampir tidak ada, karena investasi bisa menjadi lebih murah dan lebih cepat,” katanya. Kehadiran teknologi informasi akan memudahkan masyarakat ketika ingin mengetahui perkembangan investasi mereka. “Anda dengan mudahnya melihat di website dan bisa membandingkan jenis investasi mana yang akan dipilih. Keputusan investasi pun seharusnya bisa lebih akurat,” lanjutnya.

 

 

Jadi, setidaknya dalam lima tahun ke depan peranan teknologi sebagai pendukung pasar modal Indonesia akan sangat tinggi. Transaksi saham, reksa dana maupun instrumen investasi lainnya yang terus dikembangkan melalui platform online semakin memudahkan investor untuk menginvestasikan dananya.

Dan, investasi tidak hanya penting untuk kepastian masa depan mereka yang melakukannya tetapi juga mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional. Menurut Jos, saat jumlah investor lokal meningkat, daya beli masyarakat dalam jangka panjang juga akan lebih tinggi. “Investasi dalam jangka panjang menjanjikan keuntungan dan menambah kekayaan masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan daya beli. Jadi dampaknya terhadap perekonomian besar sekali,” katanya.

Lalu, kapan kita harus memulai investasi? Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Michael Stevens justru menyarankan untuk segera memulai investasi saat ini. Karena, kondisi pasar yang sedang tertekan justru merupakan momen paling tepat untuk masuk ke dalamnya. “Pasar saat ini sedang diskon besar, kalau kita beli sekarang bisa raih keuntungan lebih besar di masa mendatang,” katanya.

 

Peluncuran Fintech Indonesia

Sejumlah perusahaan fintech, keuangan dan digital di Indonesia, seperti: Bareksa, Kejora, CekAja, Doku, Bank Mandiri, Veritrans, dan Kartuku, meluncurkan pendirian asosiasi perusahaan teknologi finansial yang diberi nama FinTech Indonesia.

Peluncuran itu berlangsung di InvestDay 2015 yang mengangkat tema “FinTech: A Game Changer for Indonesia’s Financial World” pada Kamis, 17 September 2015. Acara diisi dengan beragam diskusi menarik terkait peranan fintech untuk perekonomian Indonesia di masa depan. Diskusi-diskusi yang berlangsung sangat membuka wawasan tentang pentingnya berinvestasi dengan memanfaatkan teknologi finansial yang kini ada.

 

 

Turut hadir dalam acara tersebut; Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Ketua OJK Muliaman Hadad, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, dan Regional Director IFC-World Bank Group Ivan Mortimer-Schutts. Selain itu hadir 1.600 lebih pemimpin lembaga keuangan, manajer investasi, komunitas FinTech dan e-commerce, serta mahasiswa. Juga, digelar ekshibisi yang melibatkan lebih dari 30 perusahaan finansial dan fintech.

Fintech mempunyai posisi strategis untuk mendorong program financial inclusion – yang kini menjadi salah satu ‘mantra’ dalam program pembangunan di mana-mana. Hal itu dipaparkan John Patrick Ellis, Founder/CEO CekAja dan Compare88 Group, “Layanan teknologi finansial adalah cara inovatif dan inklusif untuk merangkul jutaan warga Indonesia masuk ke dalam sektor perbankan dan jasa keuangan.

Teknologi dapat menjadi jembatan akses dan menciptakan kondisi inklusif yang penting buat laju pertumbuhan ekonomi. Seiring ekonomi kita bertumbuh, dan semakin banyak warga yang hidupnya menjadi lebih sejahtera, menyediakan akses terhadap layanan keuangan yang layak adalah fondasi perekonomian yang penting.

Di era teknologi ini, peran layanan keuangan berevolusi, dan FinTech Indonesia adalah sebuah inisiatif untuk ikut berperan serta dalam dialog di area ini, secara konstruktif, positif, dan inklusif.”

 

Segera raih peluang usahamu dan dapatkan pinjaman dengan bunga rendah hanya di sini

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.