Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Pesawat Lion Air Jatuh, Ini 5 Fakta Tentang Si Singa Terbang

by Miftahul Khoer on 29 Oktober, 2018

Insiden nahas menimpa pesawat Lion Air JT610 yang diduga hilang kontak pada hari ini, Senin (29/10). Pesawat ternyata diketahui jatuh di perairan utara Karawang, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Badan SAR Nasional setelah melakukan pencarian ke lokasi penemuan. Nah, berikut fakta-fakta soal maskapai berlambang Singa Terbang ini.

Lion Air Jatuh, Ini 5 Fakta Si Singa Terbang

Hilangnya kontak Lion Air JT610 menghebohkan masyarakat setelah pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang pada pukul 06.20 WIB. Adapun pesawat hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Lion Air merupakan salah satu maskapai yang menguasai penerbangan domestik terbesar di Indonesia. Maskapai yang dicap murah meriah ini bukan kali pertama mengalami insiden penerbangan. Simak fakta-fakta tentang Lion Air.

(Baca juga: INTERVIEW: Kiat-kiat Investasi di Pasar Obligasi atau Surat Utang)
Mulai terbang tahun 2000

Didirikan pada November 1999, Lion Air dikenal sebagai maskapai swasta nasional dengan harga terjangkau. Melalui jargonnya “We Make People Fly”, Lion Air mulai beroperasi pada Juni tahun 2000. Saat itu rute yang dilayani adalah Jakarta menuju Pontianak dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200.

Saat ini, Lion Air telah terbang ke-183 rute penerbangan baik domestik maupun internasional seperti Singapura, Malaysia, Saudi Arabia hingga China. Dari mulai beroperasi dua unit pesawat, saat ini Lion Air memiliki puluhan pesawat tipe Boeing seperti 747-400, 737-800, 737-900 ER hingga Airbus A330-300.

Lion Air merupakan maskapai bagian dari Lion Air Group yang menaungi sejumlah maskapai yakni Lion Bizjet, Batik Air, Wings Air hingga Malindo Air yang berbasis di Malaysia dan Thai Lion Air di Thailand.

Pernah diganjar sanksi

Selain dikenal sebagai maskapai berbiaya terjangkau, Lion Air juga pernah bermasalah. Hampir setiap tahunnya sejak 2002, maskapai ini mengalami insiden mulai dari gagal lepas landas, pesawat tergelincir, hingga pecah ban.

Maskapai ini juga pernah jatuh ke perairan Pantai Segara di Bali pada 2013 lalu. Saat itu, pesawat Lion jenis Boeing 737-800 NG terbang dari Bandung ke Denpasar. Beruntung 101 penumpang dan 7 awak kapal selamat.

Pada Februari 2015, Lion Air mendapat sanksi dari Kementerian Perhubungan gara-gara keterlambatan penerbangan yang menyebabkan penumpang terlantar. Bukan itu saja, pada Mei 2016 juga sanksi diberikan Kemenhub akibat pilot Lion Air melakukan aksi mogok yang menyebabkan delay penerbangan.

Sementara pada 2017, sedikitnya terjadi dua insiden, yakni bahan bakar tumpah dan penundaan jadwal penerbangan di beberapa bandara. Lagi-lagi, kasus ini membuat delay dan penumpukan penumpang di bandara.

(Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Kredit Mobil)
Dibesarkan Rusdi Kirana

Berbicara Lion Air tentu tak bisa lepas dari seorang pengusaha Rusdi Kirana. Sosok yang kini jadi Duta Besar Malaysia ini merupakan orang penting yang membesarkan Lion Air sejak tahun 1999.

Perusahaan Lion Air menjadi besar tidak secara instan. Di tangan Rusdi, ia memulai penerbangan dengan pesawat seadanya. Enam tahun kemudian Lion memiliki 24 pesawat dengan meraih sekitar 600.000 penumpang. Secara perlahan jumlah pesawat pun terus bertambah.

Lion Air tercatat pada urutan kedua setelah Garuda Indonesia sebagai maskapai yang memiliki jumlah penumpang terbanyak. Namun, saat ini, Rusdi Kirana memilih fokus untuk mengabdi kepada negara.

Ia sebelumnya terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 2015 dan menjadi Wakil Ketua Umum PKB pada 2014.

Saat ini Lion Air berada di bawah nahkoda Edward Sirait. Ia menjabat sebagai CEO Lion Air setelah Rusdi sibuk dengan jabatan barunya sebagai duta besar.

Edward bukan orang baru di dunia maskapai. Ia sebelumnya pernah bekerja di PT Merpati Nusantara Airline. Namun, pada 2000 ia pindah dan memilih karir di Lion Air di divisi Sumber Daya Manusia (SDM).

(Baca juga: Ini Kelebihan 5 Merek Kosmetik Lokal yang Sedang Tren)
Berencana melepas saham ke publik

Lion Air bukan kali pertama yang berwacana melakukan penawaran saham umum perdananya (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 2011 lalu, wacana ini sempat mengemuka. Namun, belum ada tindaklanjut dari pihak perusahaan.

Pada 2018 ini, wacana ini kembali menguat. Bahkan kali ini dikabarkan rencana Lion Air sebagai perusahaan yang tercatat di bursa sudah matang. Pihak Lion Air telah berkonsultasi dengan perusahaan penjamin emisi sebelum IPO dilakukan.

Saat ini, perusahaan maskapai yang telah melantai di bursa antara lain PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) dan PT Air Asia Indonesia Tbk (CMPP). Itu artinya, jika Lion Air atau PT Lion Mentari Airlines resmi tercatat di bursa efek, maka bakal ada emiten maskapai baru yang siap menjadi perusahaan publik.

Fakta Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang

Kementerian Perhubungan menginformasikan pesawat Lion Air JT610 Jatuh di perairan Karawang  dengan memuat penumpang 188. Rinciannya terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi, 2 pilot dan 5 awak kabin.

Dari jumlah penumpang tersebut terdapat penumpang yang bekerja di Kementerian Keuangan yakni di Ditjen Pajak tepatnya pegawai KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mendatangi Kantor Pusat Basarnas untuk memastikan informasi tersebut.

Selain itu, terdapat penumpang yang menjabat sebagai anggota DPRD Bangka Belitung, Eling Sutikno bersama istrinya, Jumailah. Ada juga tiga penumpang yang merupakan anggota Polda Babel yakni AKBP Sekar Maulana, bertugas di Irbid Ops Itwasda Polda Babel, AKBP Mito selaku Kabag Pal Biro Sarpas Polda Babel, dan Bripka Rangga Adi Prana yang tugas di Sie Propam Polsek Gerunggang Polres Pangkal Pinang.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.