Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Listrik Mati? Begini Cara Melakukan Pengaduan ke PLN

by Rini Agustina on 4 Maret, 2020

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Adalah satu-satunya perusahaan yang memasok dan mengelola sistem kelistrikan di Indonesia. Mereka menjadi tulang punggung bagi banyak perekonomian bangsa. Sudah lebih dari 60 tahun PLN melayani masyarakat Indonesia, mungkin dibanding apresiasi PLN justru lebih banyak menerima keluhan terutama setiap kali pemerintah menaikkan tarif dasar listrik.

Listrik Mati? Begini Cara Melakukan Pengaduan ke PLN

Bukan tanpa sebab mengapa masyarakat mengeluhkan adanya kenaikan. Sebab kinerja PLN dianggap masih kurang memuaskan. Pemadaman menjadi salah satu alasan besar mengapa banyak yang geram dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang satu ini.

Alasannya, seringkali PLN tidak memberikan klarifikasi atau penyebab padamnya listrik selama beberapa saat bahkan hingga berhari-hari. Penanganan, pelayanan dan pengaduan ke PLN juga dianggap lamban, sehingga memunculkan stigma positif di mata warga.

(Baca juga: Intip 7 Trik Sederhana untuk Mencegah Badan Bungkuk, Cobain Deh!)

Nah untuk mengubah citra negatif tersebut akhirnya PLN membangun wajah baru dengan menghadirkan call center yang siap melayani pengaduan ke PLN selama 24 jam 7 hari non-stop. Call center yang dikenal dengan PLN 123 tersebut akan setia menjawab setiap pertanyaan konsumen.

Layanan PLN 123 adalah layanan yang dibuat PLN untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin bertanya soal layanan listrik mereka.

Melalui layanan PLN 123 Anda dapat mengajukan permohonan pemasangan listrik sambungan baru, mengganti daya listrik, pemasangan layanan listrik sementara, melaporkan masalah atau gangguan yang dialami pelanggan maupun meminta informasi perihal tagihan listrik. Layanan PLN 123 aktif selama 24 jam non stop.

Cara Melakukan Pengaduan ke PLN

Adanya layanan PLN 123 ini akhirnya memudahkan pelanggan melakukan pengaduan ke PLN soal masalah kelistrikan mereka. Ada beberapa cara yang bisa kita upayakan untuk menghubungi PLN yakni melalui sambungan telepon, melalui aplikasi PLN Mobile dan melalui media sosial PLN.Mari kita bahas satu per satu.

  • Sambungan Telepon 

Salah satu upaya menghubungi layanan PLN 123 adalah melalui saluran telepon, pengguna hanya perlu memencet tombol 123. Sementara untuk pengguna ponsel, hanya perlu menambahkan kode area tempat dimana Anda tinggal.

Misalnya jika Anda tinggal di Jakarta, gunakan format nomor (021) 123. Namun menghubungi layanan PLN via telepon ini dikenakan tarif pulsa alias tidak gratis.

  • Lewat Sosial Media

Di era 4.0 ini sosial media mengambil peran penting dalam setiap lini kehidupan. Hampir semua perusahaan dan juga BUMN memiliki akun sosial media sebagai media yang menjembatani antara perusahaan dan pelanggan, begitupun juga dengan PLN.

Bagi pengguna Twitter, yang ingin mengajukan keluhan kepada PLN bisa menghubungi akun @pln_123, untuk sosial media Facebook PLN 123, untuk instagram pln123_pln.co.id Atau dengan mengirimkan email ke  alamat pln123@pln.co.id. 

  • Melalui Aplikasi

Selain sosial media PLN juga punya aplikasi khusus. Yaitu PLN Mobile yang dapat diunduh melalui App Store ataupun Play Store di smartphone Anda. Di Dalam aplikasi tersebut Anda akan dipandu oleh virtual assistant PLN 123 yang akan menjawab dengan setia setiap pertanyaan mulai dari tagihan serta riwayat pembelian dan pengisian token listrik prabayar.

Anda juga  bisa mengajukan permohonan pemasangan listrik baru, pengubahan daya listrik, dan juga penyambungan listrik sementara melalui aplikasi ini. Segala macam informasi terkait PLN dapat Anda akses disini.

Sebagai satu-satunya penyedia listrik di Indonesia PLN berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi 4.0. Pelanggan Pun lebih mudah mengakses informasi yang diperlukan tanpa harus keluar biaya dan energi yang berlebih. 

8 Jenis Gangguan Listrik yang Biasa Terjadi

Sebagai masyarakat yang awam mengenai kelistrikan wajar jika sedikit-sedikit kita melakukan pengaduan ke PLN jika merasa ada hal yang tidak benar terjadi pada sistem kelistrikan di rumah.

Tindakan pengaduan ke PLN ini sudah sangat tepat, dibanding Anda mencoba memperbaikinya sendiri dirumah karena berpotensi mendatangkan marabahaya seperti kebakaran atau korsleting listrik.

Namun, ketika melakukan pelaporan biasanya pelanggan tidak menyebutkan dengan jelas apa kerusakan yang terjadi. Pasalnya mereka kurang paham mengenai istilah dan gangguan kelistrikan yang sering terjadi. Berikut ini adalah beberapa istilah pada gangguan listrik yang sering terjadi di rumah:

da banyak jenis gangguan listrik yang sering terjadi. Kita berkenalan dengan bermacam gangguan listrik, supaya tahu masalah yang terjadi dengan listrik yang ada di tempat tinggal kita, yuk!

1. Power Failure

Power failure merupakan salah satu gangguan listrik yang paling sering terjadi di rumah-rumah warga. Power failure adalah kondisi matinya sumber listrik pusat (utama). Masyarakat lebih sering menyebutnya sebagai mati lampu atau mati listrik.

Penyebab listrik mati biasanya adalah pemadaman bergilir, beban berlebih dan terjadinya hubungan arus pendek. Anda harus waspada ketika mati listrik disebabkan karena beban berlebih karena dapat mengakibatkan kerusakan pada alat-alat elektronik di rumah.  n

2. Power Surge

Power surge atau spike terjadi jika tiba-tiba voltase naik melebihi angka 100% dalam waktu singkat. Power surge ini sering menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik.

Salah satu penyebab terjadinya power surge adalah sambaran petir atau beban listrik yang terlalu berat. Ketika  power surge terjadi lekas hubungi PLN untuk menghindari resiko yang lebih besar

3. Power SAG

Power SAG terjadi ketika voltase turun tiba-tiba. Misalnya dari yang semula 220 volt turun hingga 80%. Power SAG ini sering terjadi karena kesalahan sang pemilik rumah yang memaksakan menggunakan banyak peralatan kelistrikan padahal daya yang ada tidak mampu menampungnya. Terjadinya power SAG juga dapat membuat peralatan listrik rusak. Jadi, ketika menggunakan alat yang membutuhkan aliran listrik sebaiknya gunakan secara bergantian.

4. Over Voltage

Over voltage adalah kondisi tegangan listrik yang melewati batasan normal dalam kurun waktu cukup lama dan kerap terjadi (bisa setiap hari). Over voltage ini berpotensi membuat peralatan elektronik kita rusak parah. Bahkan untuk kasus terburuk data-data pada komputer Anda bisa hilang karena mati mendadak. 

5. Under Voltage

Kebalikan dari over voltage, Under voltage yang jamak disebut dengan brown out ini adalah keadaan berkurangnya tegangan listrik yang terjadi bisa hanya beberapa menit hingga berhari-hari. Senada dengan over voltage, under voltage juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik kita. 

6. Frequency Variation

Frequency variation adalah keadaan frekuensi listrik yang naik turun atau tak stabil dan berdampak pada kerusakan alat elektronik.

7. Electrical Line Noise

Electrical line noise adalah gangguan gelombang listrik yang disebabkan oleh frekuensi radio, sambaran petir, atau instalasi listrik kurang baik.

8. Switching Transient

Switching transient adalah turunnya voltase dalam kurun waktu sangat cepat (hanya beberapa nanodetik saja), lebih cepat dari kasus spike.

Itulah beberapa jenis kerusakan listrik yang sering menimpa rumah kita. Sebaiknya jangan mencoba menangani sendiri kerusakan ini dan segera hubungi PLN lewat media yang paling mudah Anda jangkau. Tak perlu menunggu hitungan hari karena petugas PLN siap melayani dan memperbaiki sistem kelistrikan di rumah Anda.

Peralatan Elektronik yang Membuat Listrik Jebol

Kehidupan kita sehari-hari memang tidak bisa lagi dijauhkan dengan listrik dan alat elektronik. Tapi seringkali orang tidak menyadari bahwa penggunaan alat elektronik mereka terlalu berat dibanding beban voltase yang dimiliki. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami mati listrik mendadak yang biasa disebut “listrik turun”.

Untuk mencegah terjadinya listrik turun ini sebenarnya mudah, yakni jangan gunakan semua alat elektronik yang ada di rumah secara bersamaan.

Selain itu pilihan perangkat listrik yang eco-savvy atau hemat energi alias tidak menyerap banyak daya bisa mengurangi terjadi mati listrik mendadak. Lantas apa saja peralatan di rumah Anda yang menyedot energi paling banyak?

  • Lampu

Ternyata lampu berada di daftar teratas perangkat elektronik yang memakan energi besar. Wajar saja, dalam satu rumah umumnya ada lebih dari 5 lampu yang digunakan, pasalnya lampu dibutuhkan di setiap ruangan. Ketika dinyalakan bersamaan dan dalam waktu lama maka daya yang dibutuhkan juga besar.

Untuk menyiasati hal ini Anda dapat mengganti lampu yang lebih ramah lingkungan yakni jenis LED ( Light Emitting Diode) yang merupakan lampu tahan panas dengan ukuran daya (watt) kecil. Meski sudah memilih lampu hemat energi, pastikan ya memanfaatkan cahaya matahari di siang hari untuk penerangan rumah Anda.

  • Penanak Nasi

Jika tagihan listrik Anda membengkak mungkin salah satu penyebabnya adalah penggunaan penanak nasi yang kurang bijak. Tahukah Anda, jika sedang menanak nasi besar daya yang diserap oleh penanak nasi adalah 395 watt? Sementara ketika memanaskan nasi daya yang dibutuhkan adalah rata-rata 77 watt.

Daya ini tentunya sangat besar bukan? Untuk itu kurangi pemakaian penanak nasi, setidaknya tak perlu berkali-kali memasak nasi, Cukup satu kali sehari.

  • Microwave dan Kompor Listrik

Microwave ini sudah dikenal sebagai pemakan daya listrik terbesar, rata0rata microwave memakan daya listrik 850-2000 watt dalam setiap kali penggunaan.

Microwave bekerja dengan menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menghangatkan hingga memanggang makanan. Jika tak ingin tagihan listrik Anda membengkak sebaiknya kurangi penggunaan microwave.

Selain microwave, kompor listrik juga ternyata menyedot daya yang cukup besar. Ada baiknya Anda memilih kompor gas sebagai alternatif pengganti kompor listrik untuk menurunkan tagihan listrik Anda.

  • Pendingin Ruangan

Bagi penduduk yang tinggal dikota besar seperti Jakarta dan Surabaya rasanya sulit untuk menghindari penggunaan pendingin ruangan karena suhu yang rata-rata tinggi.

Biasanya AC ½ PK mengkonsumsi listrik sebesar 350 watt, ¾ PK sebesar 500 watt, dan 1 PK sebesar 700 watt. Daya yang lebih besar dibutuhkan apabila ada kebocoran udara yang masuk keruangan. Jadi,selalu pastikan ruangan dalam keadaan tertutup jika sedang menyalakan pendingin ruangan.

  • Mesin Cuci

Kini hampir tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki mesin cuci di rumahnya. Mesin cuci juga menjadi perangkat elektronik yang memakan daya besar. Setidaknya untuk tiap sekali pemakaian rata-rata mesin cuci membutuhkan 250-300 watt.

Anda dapat menyiasati tingginya tagihan listrik dari penggunaan mesin cuci dengan tidak menggunakan mesin pengering selama musim kemarau berlangsung.

Itulah beberapa perangkat elektronik yang sering membuat tagihan listrik jebol. Bijaklah menggunakan energi dirumah dengan sehemat mungkin menggunakan daya listrik. Ingat, menghemat penggunaan listrik juga berarti Anda sedang berperan menyelamatkan dunia dari krisis pemanasan global. Hemat dan efisien merupakan hal penting, sama halnya dalam meminjam uang, Cekaja.com memberikan kemudahan dalam meminjam uang secara cepat dan aman, anda tidak perlu khawatir karena Cekaja.com terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentang Penulis