11 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil Agar Janin Sehat

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil harus dihindari untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Beberapa di antaranya masih menjadi mitos yang patut dibuktikan kebenarannya. Ini dia daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil beserta kandungan berbahayanya.

Ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan orang biasa. Hal ini terjadi karena tubuh ibu hamil sedang beradaptasi dengan kehadiran janin.

Selain itu, saat hamil, sel tubuh yang mengontrol infeksi virus juga menurun aktivitasnya, sehingga ibu hamil lebih rentan terinfeksi.

Faktor perubahan cuaca dan tingkat stress juga bisa mempengaruhi daya tahan tubuh. Apalagi, jika nutrisi ibu hamil kurang tercukupi.

Maka dari itu, ibu hamil wajib mengonsumi makanan bergizi seimbang dan jauhi makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Mitos dan Fakta Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat terkait dengan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Sebelum mengikuti sebuah saran, para ibu harus cermat memastikan fakta dari informasi tersebut.

Misalnya saja seperti larangan ibu hamil dalam mengonsumsi beberapa buah seperti nanas, dan durian, nangka, dan pepaya. Ternyata, sebagian dari informasi hal tersebut adalah mitos.

Mengonsumsi nanas tetap diperbolehkan dalam jumlah kecil.

Nanas baru akan berbahaya bagi kandungan jika dikonsumsi sebanyak 7 hingga 10 buah utuh karena kandungan bromelain, yakni zat berbahaya bagi kandungan jika masuk ke dalam tubuh jumlah yang banyak.

Demikian pula dengan durian. Ibu hamil masih boleh mengonsumsi durian asalkan tidak menderita diabetes maupun memiliki riwayat diabetes di dalam keluarga, serta tidak mengalami obesitas.

Jumlah maksimal durian yang boleh dikonsumsi ibu hamil dalam kondisi sehat adalah 5 biji berukuran sedang.

Sedangkan untuk nanas dan papaya, kamu bisa mengonsumsinya dengan beberapa catatan. Yakni tidak mengonsumsi nangka terlalu banyak karena bisa menyebabkan kenaikan asam lambung.

Kemudian, pepaya yang boleh dikonsumsi hanya pepaya yang benar-benar sudah matang. Pepaya muda lah yang masuk ke dalam makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Mengonsumsi sayur dan buah sangat baik untuk ibu hamil. Hanya saja kebersihannya harus terjaga.

Pastikan untuk selalu mencuci bersih sayur-sayuran dan buah-buahan sebelum mengonsumsi langsung ataupun sebelum mengolahnya menjadi berbagai menu masakan.

(Baca Juga: 5 Obat Mual untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif)

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya, ibu hamil harus memakan makanan yang matang merata, dengan proses memasak yang dipastikan higienis.

Hal ini dimaksudkan agar makanan yang dikonsumsi bersih dan tidak mengandung bakteri atau virus yang berbahaya.

Untuk informasi penjelasan lebih lanjut, simak daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil berikut ini.

1. Fast Food

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil yang pertama adalah fast food atau makanan siap saji. Sebelum hamil, mungkin kamu sangat suka mengonsumsi ayam goreng, kentang goreng, burger, dan lain-lain.

Tapi, saat hamil sebaiknya hentikan konsumsi jenis makanan ini. Sebab, kandungan lemak trans akan membuat risiko bayi lahir prematur menjadi tinggi, serta berisiko ukuran janin terlalu besar di dalam perut ibu.

2. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan memang baik untuk memenuhi nutrisi ibu hamil. Namun, ada beberapa jenis ikan yang masuk ke dalam makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena kandungan merkuri yang tinggi.

Seperti ikan tuna, ikan makarel, ikan salmon, ikan hiu, dan ikan todak.

Makanya, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi sarden kalengan karena umumnya terbuat dari ikan makarel dan mengandung zat pengawet yang kurang baik untuk kesehatan.

Sedangkan untuk konsumsi ikan laut lainnya, ibu hamil dibolehkan dengan syarat hanya mengonsumsi dua porsi ukuran sedang per minggu.

3. Daging Setengah Matang

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil yang ketiga adalah segala bahan makanan yang dimasak setengah matang, termasuk daging. Semua jenis daging, baik daging sapi, ayam, bebek, babi, udang, cumi, ikan, dan lain-lain harus dimasak matang sempurna.

Hal ini dikarenakan daging setengah matang masih mungkin menyisakan parasit toksoplasmosis yang berbahaya untuk kesehatan janin.

Jika kamu ingin memakan steak, maka pilih tingkat kematangan well done yang dagingnya sudah kering dan tidak ada cairan kemerahan daging lagi.

4. Telur Setengah Matang

Selain daging, telur setengah matang juga masuk ke dalam makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Telur yang dimasak kurang matang masih mungkin mengisakan bakteri Salmonella yang bisa meyebabkan keracunan, infeksi cairan ketuban, dan munculnya penyakit-penyakit tertentu.

Masaklah telur hingga teksturnya benar-benar kering, tidak ada sisa cairan bagian kuning dan putih telur yang masih terlihat.

5. Sushi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, segala jenis daging termasuk seafood mentah wajib dihindari ibu hamil.

Daging seafood pada sushi kemungkinan masih mengandung cacing parasit yang tidak hilang.

6. Taoge Mentah

Sayur-sayuran dan buah-buahan mentah harus dicuci bersih. Namun untuk taoge, tingkat kebersihannya memang tidak cukup hanya dicuci dengan air bersih mengalir.

Maka dari itu, taoge mentah adalah salah satu makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Jika kamu ingin makan taoge, maka rebuslah terlebih dulu kecambah dari biji kacang hijau ini.

(Baca Juga: Penyebab Darah Tinggi Pada Ibu Hamil Beserta Bahayanya)

7. Jeroan Hewan

Konsumsi jeroan hewan juga sebaiknya dihindari para ibu hamil. Sebab, mengolah bagian organ dalam seperti misalnya bagian usus biasanya masih menyisakan kotoran yang kurang baik bagi kesehatan ibu.

Sedangkan untuk bagian hati, kandungan vitamin A terlalu tinggi sehingga dapat membahayakan janin.

Konsumsi jeroan hewan sebaiknya sangat dibatasi dan dikonsultasikan dulu dengan dokter spesialis kandungan.

8. Susu dan Keju Non-Pasteurisasi

Susu dan keju mengandung kalsium yang baik untuk ibu dan janin di dalam perut. Namun, ibu hamil hanya boleh mengonsumsi susu dan keju yang sudah melalui proses pasteurisasi.

Yakni proses pemanasan makanan maupun minuman yang membunuh bakteri dan organisme berbahaya lainnya.

Cek dulu keterangan yang ada di bungkus produk susu dan keju. Jenis susu sapi murni dan keju lembut tidak dipasteurisasi, jadi ibu hamil tak boleh mengonsumsinya.

9. Jamu

Tahukah kamu, ternyata berbagai jenis jamu baik jamu bungkusan maupun jamu yang dibuat alami dari sari rempah-rempah harus dihindari ibu hamil, terutama yang sedang berada di trimester pertama?

Sebab, sebagian besar rempah-rempah seperti kencur, kunyit, rosemary, dan lainnya memberikan efek panas pada kandungan, dan menjadi penyebab kontraksi dini.

10. Kopi

Kafein adalah zat pada makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Kandungan kafein pada kopi terbilang tinggi, makanya ini pantang diminum ibu hamil. Kafein dapat meningkatkan risiko berat badan bayi lahir rendah dan risiko keguguran.

Serta meningkatkan risiko bayi lahir mati dan menyebabkan gangguan detak jantung pada bayi.

11. Alkohol

Selain kafein, ibu hamil juga tak boleh minum minuman beralkohol.

Bahaya kandungan alkohol dapat meningkatkan risiko berat badan bayi lahir rendah dan keguguran, menyebabkan peningkatan kemungkinan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan gangguan perkembangan otak pada janin.

Ibu Hamil Mau Miliki Asuransi Kesehatan? Bandingkan dan Ajukan di CekAja.com

Fokus penjagaan kesehatan ibu hamil dan janin tidak hanya dimulai dari trimester pertama, tapi terus dilakukan hingga masa melahirkan, dan pasca melahirkan.

Segala risiko gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja, maka dari itu ibu hamil wajib dilindungi dengan asuransi kesehatan.

Agar mempermudahmu memilih produk asuransi terbaik sesuai kebutuhan, CekAja.com menyediakan fitur pembanding yang bisa kamu manfaatkan.

Rekomendasi produk asuransi diberikan setelah menyesuaikan dengan profil keuanganmu dan jenis asuransi yang dipilih.

Jika kamu tertarik mengajukannya, cukup isi formulir pengajuan asuransi secara online dan membayar premi bulan pertama.

Semua transaksi di CekAja.com dijamin terpercaya karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan untukmu sekarang juga!