Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Apa itu Manajemen Risiko Keuangan Pribadi? Ini Jawabannya

by Tisyrin N. T on 15 November, 2017

Manajemen risiko adalah salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Kita tidak pernah tahu segala hal yang bisa terjadi di masa depan.

Menghilangkan suatu risiko yang belum terjadi merupakan hal yang terbilang tidak mungkin. Yang dapat kita lakukan adalah mengelola risiko dengan baik. Jadi, yang dimaksud manajemen risiko yaitu pengelolaan terhadap kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan dihadapi.

Idealnya,  hal itu juga harus menjadi prioritas sebelum seseorang memulai untuk berinvestasi. Mengelola risiko akan membantu menjaga kesehatan keuangan. Apabila investasi dimulai ketika kondisi keuangan telah sehat, maka akan lebih fokus sehingga hasilnya maksimal.

Sebaliknya, apabila berinvestasi di tengah kondisi keuangan yang sakit, misalnya ketika terlalu banyak utang, terdapat kemungkinan akan mencairkan investasi terlalu cepat. Apabila terjadi seperti ini, maka akan sulit mencapai target investasi.

Melakukan identifikasi risiko pribadi

Hidup ini penuh dengan ketidakpastian alias risiko. Tak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi esok hari. Meski manusia telah membuat rencana, tetapi kemungkinan untuk tidak terwujud akan selalu ada.

Sebelum mengelolanya, kita tentu harus mengetahui berbagai risiko umum yang akan memberi pengaruh terhadap kondisi finansial. Risiko tersebut terbagi menjadi dua yaitu risiko jangka pendek dan risiko jangka panjang.

Risiko-risiko tersebut membayangi kehidupan kita setiap hari. Oleh karena itu, jangan sampai setelah bersusah payah mengumpulkan kekayaan, ternyata kita tidak siap dalam menghadapi risiko. Ketidaksiapan semacam ini berpotensi membuat seseorang mengalami kebangkrutan.

Risiko jangka pendek

Ada banyak sekali risiko jangka pendek alias kebutuhan-kebutuhan yang muncul secara tidak terduga dalam jangka pendek. Apabila terjadi risiko tersebut, kita harus siap mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Padahal, tak semua orang punya dana lebih karena untuk memenuhi kebutuhan utama saja kerap masih merasakan kekurangan.

Apa saja contoh risiko jangka pendek?
Melayat keluarga yang meninggal di luar kota

Ketika ada anggota keluarga yang meninggal tetapi berada di luar kota, tentu kita harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk melayat. Selain untuk keperluan transportasi seperti membeli tiket pesawat atau kereta, kita juga perlu memberikan sejumlah uang duka cita.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Meskipun telah berstatus karyawan tetap, seorang karyawan harus waspada atas segala kemungkinan yang terjadi. Seringkali seorang karyawan kaget saat dirinya terkena PHK tiba-tiba. Dengan berbagai macam alasan, perusahaan seringkali melakukan PHK.

Apa yang mesti kita miliki untuk manajemen risiko jangka pendek?

Jawabannya adalah dana darurat (emergency fund) . 

Idealnya, dana ini berjumlah 6-15 kali dari rata-rata pengeluaran bulanan. Rinciannya, untuk yang masih lajang, minimal memilikinya sejumlah 6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan pasangan yang telah menikah dan belum memiliki anak, sebaiknya memiliki dana darurat 6-9 kali pengeluaran bulanan keluarga.

Untuk pasangan dengan satu anak, jumlah dana darurat yang ideal yaitu 9-12 kali pengeluaran bulanan keluarga dan  pasangan dengan dua anak sebanyak 12-15 kali pengeluaran bulanan keluarga.

Dana ini akan menjadi dewa penolong untuk mengatasi kondisi tak terduga. Bayangkan jika tidak memilikinya, maka dapat dipastikan kita akan kelabakan jika harus dihadapi kebutuhan biaya karena peristiwa yang mendadak terjadi.

Misal dana untuk membeli tiket pesawat untuk melayat ke luar kota. Atau, ketika PHK tiba-tiba datang, bagaimana caranya untuk menyambung hidup sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Beruntung bila kita mendapatkan pesangon PHK yang memadai. Namun bila sebaliknya bagaimana?

Risiko jangka panjang

Risiko jangka panjang yaitu keadaan tak terduga dalam jangka panjang. Seperti halnya risiko jangka pendek, risiko jangka panjang juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

Apa saja contoh risiko jangka panjang?

Risiko terkena penyakit serius

Bukan rahasia umum, biaya berobat ke rumah sakit khususnya untuk penyakit-penyakit serius tidaklah murah. Di sisi lain, seseorang tak pernah tahu penyakit apa yang akan menyerang tubuhnya.

Pada dasarnya, untuk menghadapi risiko semacam ini ini, tak cukup hanya dengan menjaga gaya hidup sehat saja. Perlu upaya lain untuk mencegah kerugian finansial.-Kecelakaan yang menyebabkan cacat

Seorang kepala keluarga yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan cacat tentu akan kesulitan jika harus kembali bekerja. Sumber pemasukan keluarga hilang. Perlu langkah antisipasi untuk menghadapi hal semacam ini.

Meninggal dunia

Risiko meninggal dunia terdengar mengerikan, tetapi cepat atau lambat pasti akan terjadi. Saat seseorang khususnya kepala keluarga meninggal dunia, maka kondisi finansial keluarga akan tergoncang.

Apa yang mesti dimiliki untuk manajemen risiko jangka panjang?

Jawabannya adalah asuransi.

Asuransi bisa melindungi biaya atas segala risiko yang tiba-tiba terjadi. Terdapat banyak sekali jenis produk yang bisa kita pilih, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, asuransi perjalanan, asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, dan sebagainya.

Untuk berjaga-jaga dari risiko terkena penyakit serius, seseorang perlu melindungi dirinya dengan asuransi kesehatan terbaik yang dapat digunakan di segala rumah sakit dan memiliki perlindungan yang lengkap. Dengan begitu, beban finansial untuk membayar biaya rumah sakit akan bisa diminimalkan.

Sedangkan untuk berjaga-jaga dari risiko kecelakaan yang menyebabkan cacat, bisa menggunakan asuransi kecelakaan diri. Sementara asuransi jiwa untuk menghadapi risiko kematian.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.