Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

by Vera Khairifah on 29 Juli, 2020

Manfaat telur setengah matang yang selama ini dipahami masyarakat sepertinya perlu dikaji lagi. Sebab, sebagai sumber protein hewani, telur yang dimasak setengah matang juga mempunyai bahaya. Lalu, bagaimana kebenarannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kandungan Dasar pada Telur

Telur adalah salah satu sumber makanan yang penuh akan gizi. Selain itu, harganya yang terjangkau serta rasa yang enak membuat semua orang menjadikannya sebagai sumber protein harian. Kita biasa mengonsumsi telur ayam dan telur bebek sebagai lauk makan yang nikmat dimasak setengah matang maupun matang sempurna.

Di dalam sebutir telur mentah terkandung vitamin A, vitamin B5, B2, B6 dan B12, vitamin K, vitamin D, vitamin E, folat, selenium, fosfor, potasium, zinc, omega-3, serta kalsium. Semua kandungan ini sangat baik untuk tubuh.

Telur bahkan digadang-gadang sebagai sumber vitamin dan protein yang sangat lengkap, dan hanya memiliki satu kekurangan yakni tidak mengandung vitamin C. Terdapat berbagai manfaat telur setengah matang maupun telur matang yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsinya.

(Baca Juga: 10 Manfaat Ikan Bandeng yang Lezat dan Kaya Gizi)
Manfaat Telur Setengah Matang

Telur setengah matang dimasak dengan cara digoreng dan direbus. Idealnya, lama memasak telur yang direbus adalah 12 sampai 15 menit agar matang dengan sempurna. Sedangkan untuk telur setengah matang biasanya dimasak sekitar 8 sampai 10 menit.

Proses pemasakan telur yang membuat seluruh bagian telur matang membuatnya kehilangan sebagian kandungan vitamin A, B5, fosfor, dan potasium. Maka dari itu, ada sebagian orang yang memilih telur dimasak setengah matang, karena terdapat sebagian kandungan yang lebih lengkap.

Berikut ini beberapa manfaat telur setengah matang:

1. Meningkatkan Kinerja Otak

Meningkatkan Kinerja Otak - Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kandungan kolin yang masih cukup utuh sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak, sehingga daya ingat akan lebih tajam dan kecerdasan pun meningkat.

2. Menjaga Fungsi Jantung

Menjaga Fungsi Jantung - Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kolin yang terkandung sebagai manfaat telur setengah matang juga membantu meningkatkan kesehatan jantung agar bekerja lebih baik.

3. Melawan Radikal Bebas

Melawan Radikal Bebas - Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kandungan zat Lutein dan Zeaxanthin membantu tubuh melawan radikal bebas, sehingga tubuh terhindar dari berbagai penyakit berbahaya dan kerusakan sel tubuh akibat penuaan.

4. Rendah Kolesterol

Rendah Kolesterol - Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Kadar kolesterol pada telur setengah matang lebih rendah jika dibandingkan dengan telur yang dimasak matang merata. Inilah yang menjadi salah satu manfaat telur setengah matang lainnya.

Bahaya Telur Setengah Matang

Bahaya Telur Setengah Matang - Manfaat Telur Setengah Matang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Meskipun memiliki berbagai manfaat telur setengah matang, ada pula bahaya yang terkandung di dalamnya. Bahaya mengonsumsi telur setengah matang yang pertama adalah penyerapan protein yang kurang maksimal diserap oleh tubuh.

Seperti yang kita ketahui, kandungan protein ada pada bagian putih telur. Protein pada telur yang matang akan mampu diserap tubuh sekitar 90 persen. Sedangkan pada telur setengah matang, jumlah protein yang mampu diserap hanya sekitar 50 persen saja.

Kedua, telur setengah matang sangat mungkin mengandung bakteri Salmonella yang biasanya berada di cangkang telur ayam, dan cangkang telur yang terkena kotoran ayam.

Penyakit yang timbul dari bakteri Salmonella adalah keracunan makanan. Baik dengan gejala ringan seperti kram perut dan muntah, hingga gejala keracunan berat seperti diare, demam tifus, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Gejala dari bahaya telur setengah matang ini biasanya muncul sekitar enam jam sampai empat hari sejak telur tersebut dimakan dan kemudian bakteri Salmonella masuk ke dalam tubuh.

Para bayi, anak-anak, ibu hamil dan orang lanjut usia di atas 65 tahun akan lebih rentan terkontaminasi dengan bakteri Salmonella ini. Juga dengan orang-orang mengidap penyakit berbahaya yang menurunkan imunitas tubuh, seperti diabetes dan penderita HIV/AIDS.

Maka dari itu, mereka tak boleh mengonsumsi telur setengah matang sekalipun terdapat manfaat telur setengah matang yang terkandung di dalamnya.

(Baca Juga: 11 Manfaat Rebung untuk Kesehatan)
Jadi, Telur Setengah Matang Boleh Tetap Dikonsumsi?

Telur setengah matang sebenarnya tetap boleh dikonsumsi. Hanya saja tidak disarankan untuk jangka waktu konsumsi yang terlalu sering. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar tetap mendapatkan manfaat telur setengah matang. Di antaranya sebagai berikut:

  • Pilihlah telur yang sudah melalui proses pasteurisasi

Proses pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan secara singkat. Tujuannya untuk membunuh bakteri dan organisme berbahaya lainnya, serta menghambat proses pertumbuhan mikroba berbahaya pada makanan tersebut.

  • Pilih telur yang diproses dengan tingkat kebersihan tinggi

Kamu tentu tahu bahwa di Jepang, sajian nasi dengan telur mentah dan soyu sangat populer. Orang Jepang memiliki standar khusus agar telur memiliki kualitas terbaik sehingga aman dikonsumsi mentah. Pengolahan telur dilakukan dengan mesin canggih.

Caranya dengan membersihkan secara menyeluruh cangkang telur dengan 12 sikat berbeda, memastikan tidak ada cangkang retak sekecil apapun, menempatkannya pada kemasan karton yang aman, serta meletakkan telur dengan menghadap arah yang sama.

Telur diletakkan dengan posisi bagian runcing berada di bawah wadah penyimpanan. Cara terakhir ini bertujuan agar bagian kuning telur tidak bersentuhan dengan cangkang yang dikhawatirkan mengandung bakteri Salmonella.

  • Rebus telur dengan air yang banyak

Tekur yang sudah dipasteurisasi akan lebih aman dikonsumsi jika direbus dengan air yang banyak. Tenggelamkan telur di panci hingga air tersisa dengan jarak 2,5 centimeter di atasnya. Masukkan telur setelah air mendidih dan diamkan selama 3 menit.

Selanjutnya, angkat telur dan pindahkan ke air dingin agar segera siap dikupas. Dengan metode pemasakan ini, kamu akan mendapatakan hasil telur dengan bagian kuning yang setengah matang dan bagian putih yang tidak terlalu keras. Manfaat telur setengah matang pun bisa kamu dapat dengan aman.

  • Pastikan tubuh sehat saat mengonsumsi telur setengah matang

Untuk menghindari bahaya bakteri Salmonella, pastikan bahwa dirimu berada dalam kondisi yang bugar, sehat dan prima saat mengonsumsi telur setengah matang. Sehingga rasa nikmat dan manfaat telur setengah matang bisa didapat tanpa rasa khawatir berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai manfaat telur setengah matang beserta bahayanya untuk tubuh. Selalu ingat untuk tidak terlalu sering mengonsumsi telur setengah matang, dan jangan berikan telur setengah matang pada orang yang rentan terserang bakteri Salmonella.

Selain dengan Makanan Bergizi, Lindungi Juga Dirimu dengan Asuransi

Mengonsumsi makanan bergizi harus terus kamu lakukan guna menjaga kondisi kesehatan. Dengan begitu, daya tahan tubuh akan lebih terjaga dan kamu pun terhindar dari risiko terkenanya penyakit.

Namun begitu, tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan selalu dalam kondisi sehat selamanya. Berbagai risiko kesehatan masih sangat mungkin terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi dirimu untuk melindungi diri dengan memiliki asuransi kesehatan.

Di CekAja.com, kamu bisa membandingkan beberapa produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Akan ada tampilan manfaat yang didapat, besaran premi hingga nilai uang pertanggungan. Jika kamu tertarik mengajukan, cukup isi formulir pengajuan online yang sangat mudah.

Jadi, kamu tak perlu repot-repot pergi ke kantor cabang perusahaan asuransi. Yuk, miliki asuransi kesehatan yang tepat untukmu sekarang juga!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast