Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mantap, Pencak Silat Dijadikan Warisan Budaya Dunia Oleh UNESCO!

by Gito on 17 Desember, 2019

Salah satu Lembaga PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), menetapkan Pencak Silat sebagai warisan budaya dunia.

pencak silat

Keputusan itu menambah jumlah kebudayaan Indonesia yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

Setidaknya saat ini sudah 11 kebudayaan yang ditetapkan oleh UNESCO seperti Wayang, Batik, Pelatihan Batik, Angklung, Tari Saman, Noken, tiga genre tradisi tari Bali, Kapal Pinisi dan terakhir Pencak Silat.

Adanya aspek yang mendorong penghormatan dan persaudaraan dalam Pencak Silat menjadi salah satu alasan UNESCO menetapkan salah satu bentuk tradisi di Indonesia itu sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia.

Selain itu dalam Pencak Silat juga menunjukkan aspek yang mendorong kohesi sosial, tidak hanya di satu wilayah, tetapi juga secara nasional bahkan di dunia internasional.

Mengutip laman Setkab.go.id, Presiden Joko Widodo mengatakan Pencak Silat bukanlah sekedar olahraga beladiri khas Indonesia dan begitu popular di seluruh Nusantara.

Tetapi juga adalah warisan budaya luhur yang mengandung falsafah, spiritualitas, dan kesenian.

“Karena itulah, penetapan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda oleh PBB ini adalah sebuah penghormatan dunia bagi tradisi dan kebudayaan kita,”katanya.

(Baca juga: Hari Keluarga Nasional: Ini 4 Cara Sederhana Merayakannya)
Pencak Silat Jalan Hidup

Sementara itu Wakil Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO, Surya Rosa Putra menuturkan bahwa tradisi pencak silat bukan hanya sekedar bela diri, namun juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan.”tuturnya.

Penetapan Tradisi pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, merupakan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan.

Baik Pemerintah Pusat dan Daerah maupun berbagai komunitas dan perguruan persilatan di berbagai provinsi di Indonesia.

Upaya tersebut terdiri dari pengumpulan dan pengajuan data, menyelenggarakan berbagai workshop, serta penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi.

Ke depan, Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjaga kelestarian pencak silat, diantaranya melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya fokus pada aspek olah raga/bela diri.

Namun sebagai bagian dari kurikulum seni dan budaya. Promosi pencak silat ke berbagai negara juga akan terus digalakkan.

Saat ini terdapat komunitas, perguruan dan festival pencak silat di 52 negara di dunia.

Direktur Sosial Budaya dan OINB Kemlu, Kama Pradipta menambahkan Indonesia memiliki komitmen kuat untuk senantiasa menjaga kelestarian pencak silat.

Antara lain melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya fokus pada aspek olah raga dan seni bela diri, namun juga sebagai bagian dari seni dan budaya.

Secara keseluruhan Indonesia memiliki 9 situs warisan budaya dan alam, dan 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN lainnya.

(Baca juga: Tambang Batu Bara Ombilin, Situs Budaya Terbaru di Indonesia)
Mengenal Pencak Silat

Pencak Silat dipercaya sudah lahir dan sejak 7 masehi lalu. Beladiri yang sekarang sudah menjadi cabang olahraga resmi itu bahkan juga sudah terpampang pada relief Candi Borobudur dan Prambanan.

Konon Pencak Silat lahir dari wilayah Sumatra Barat dan Jawa Barat. Keduanya melebur menjadi satu menjadi Pencak Silat yang dikenal luas sekarang.

Maka tak aneh pula jika kamu menemukan ada kebudayaan Silat di Sumatra Barat dan juga di Jawa Barat.

Pencak Silat berasal dari dua suku kata, Pencak yang berarti mencak yang dalam bahasa Jawa berarti gerak siap bertarung.

Sedangkan Silat yang dalam bahasa melayu berarti siasat atau dalam bahasa jawa kuno dikenal juga sebagai Sila yang berarti akhlak.

Setiap pesilat nusantara selain dikenal sebagai ahli beladiri juga harus memiliki akhlak yang baik. Karena hal itu merupakan cerminan dari rasa yang dimiliki oleh seorang kesatria atau pendekar.

Selain di Indonesia, Pencak Silat juga dikenal secara luas di Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Thailand juga Vietnam.

Mengutip laman Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Upaya untuk mempersatukan pencak silat sudah dimulai pada masa penjajahan Belanda.

Pada tahun 1922 di Segalaherang, Subang, Jawa Barat, didirikan Perhimpunan Pencak Silat Indonesia untuk menggabungkan aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara.

Pada masa pendudukan Jepang, Presiden Soekarno pernah menjadi pelindungnya. Upaya serupa juga diadakan di Yogyakarta.

Kamu juga bisa menjadi pesilat-pesilat handal asal tekun berlatih dan senantiasa menjaga rasa. Jangan takut soal biaya, kamu bisa akses CekAja.com dan temukan produk keuangan yang cocok untuk aktivitas kamu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit