Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Masih Betah Jomblo Sampai Sekarang? Bisa jadi Kamu INTP

by Anes Saputra on 20 April, 2020

Terlalu fokus mencari uang, mengejar karier atau gelar akademis sering kali membuat orang-orang di sekitar kita lupa untuk berumah tangga. Padahal secara fisik dan materi, mereka tidak jelek-jelek amat dan terbilang mapan. Apakah kamu termasuk golongan INTP seperti mereka?

kesehatan liburan

Dalam ilmu psikologi, dikenal adanya individu pemilik sifat introverted, intuitive, thinking, perceiving yang disingkat INTP. Seorang INTP cenderung independen dan penyendiri.

Mereka selalu berpikir bahwa mereka tidak perlu bersandar pada orang lain dan tidak melihat pentingnya lingkungan sosial. Bahkan cenderung tertantang untuk menjawab keraguan orang lain bahwa mereka bisa melakukan banyak hal sendirian.

Praktis, pemilik sifat INTP ini bukanlah orang yang mudah dalam menjalin hubungan dengan orang lain apalagi hubungan asmara.

Kalau sampai sekarang kamu masih betah menjomblo, apakah kamu termasuk si INTP itu? Perhatikan beberapa sifat INTP berikut ini, karena bisa saja kamu memilikinya.

1. Sulit ditebak

INTP adalah salah satu orang yang sangat sulit ditebak baik keinginan ataupun mood-nya. Jangankan yang baru mau PDKT, orang yang sudah kenal dekat dengan kamu saja masih sulit memahami keinginan dan perasaanmu.

Seringkali orang yang sudah tertarik sama kamu jadi menyerah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan kamu karena dia merasa kesulitan memahami banyak hal. Mungkin kamu bisa mencoba sedikit lebih terbuka dengan orang yang kamu sukai agar dia tidak merasa terlalu stuck dalam melanjutkan hubungan.

2. Tidak peka

Kamu adalah tipe orang yang sangat logis, selalu mengutamakan fakta dan berusaha objektif. Kamu langsung menolak begitu saja hal-hal yang kamu anggap kurang masuk akal atau terlalu subjektif.

Di satu sisi itu memang kelebihan kamu, tapi jangan menjadi terlalu logis dan objektif dalam hal asmara dong. Soal hati, kamu juga butuh yang namanya subjektivitas loh agar kamu jadi lebih peka terhadap orang lain.

Jangan sampai orang yang kamu sukai yang sebenarnya juga suka sama kamu malah jatuh ke orang lain, dengan alasan kamu tidak pernah peka dengan perasaan yang dia tunjukkan.

3. Meragukan diri sendiri

Selain logis, kamu juga seseorang yang sangat runtut dalam berpikir. Kamu jago menyelesaikan masalah dan kamu sering memikirkan berbagai hal yang tidak terpikir oleh orang lain yang kemudian sering kali membuat kamu malah meragukan diri sendiri.

(Baca juga: Kumpulan Kata-kata Motivasi Hidup yang Bikin Kamu Percaya Diri)

Pada saat ragu sama diri sendiri, kamu jadi kurang percaya diri untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Ini artinya kamu masih menjadi jomblo hingga saat ini bukan karena faktor dari luar melainkan dari dalam dirimu sendiri.

4. Terlalu kasar

Karakter khas kamu adalah ceplas ceplos, selalu to the point, dan tidak jarang kamu mengeluarkan kata-kata dan sikap yang dianggap kasar oleh orang lain. Hal itu membuat orang-orang jadi agak takut untuk menjalin hubungan dengan kamu.

Tidak jarang ada orang yang beranggapan bahwa kamu terlalu kasar. Cobalah untuk lebih mengontrol ucapan. Jika ingin menyampaikan sesuatu, gunakan kata-kata yang lebih sopan.

Ditambah lagi, sikap kamu yang sering ceplas ceplos kadang membuat orang lain merasa direndahkan. Nah, tentu pasangan kamu tidak akan suka dong kalau dia sering direndahkan sama kamu.

5. Tidak bisa mengontrol perasaan dan emosi

Mungkin kamu memang merasa lebih nyaman saat menyembunyikan emosi, masalah, dan perasan kamu dari orang lain. Akan tetapi, dalam hal pacaran, kamu tidak bisa selamanya seperti itu.

Pasangan kamu pasti juga ingin tahu masalahmu dan perasaanmu. Jika terus-terusan tidak mau membagikan perasaan dan masalahmu, dia akan merasa tidak dianggap dan kamu tidak mempercayainya.

Jika ingin tetap menjaga hubungan, cobalah untuk sedikit lebih terbuka. Tidak harus semua hal kamu ceritakan, tapi setidaknya jangan biarkan pasanganmu hanya diam dan clueless soal apa yang sedang terjadi padamu.

6. Malas bertemu banyak orang

Bagaimana bisa mendapatkan pasangan, jika hidupmu setiap hari terbatas rumah kantor, rumah kantor saja. Kamu tidak mau membuka diri untuk bertemu dan berkenalan dengan banyak orang.

Kamu bahkan juga menutup komunikasi dengan teman-teman lamamu. Itu membuat kamu sulit menemukan orang yang kemungkinan akan membuatmu tertarik dan mungkin dia juga tertarik sama kamu.

(Baca juga: Mengetahui 16 Penyakit dari Media Sosial yang Ganggu Kesehatan Mental)

Jangan takut dan jangan malas untuk mencoba lebih membuka diri terhadap dunia luar. Itu tidak akan merugikanmu sama sekali kok. Justru itu akan menambah lingkar pertemanan dan kemungkinan kamu menemukan pasangan yang cocok.

7. Nyaman sendirian

Alasan yang terakhir kenapa kamu masih jomblo hingga saat ini adalah karena kamu memang pengen sendiri aja. Kamu menikmatinya dan tetap bahagia hidup tanpa punya pasangan.

Kamu ingin terus menjadi sosok yang mandiri. Kamu percaya bahwa dengan menjadi single kamu dapat mencapai banyak hal. Kamu bisa melakukan ini itu tanpa harus memikirkan orang lain yang sudah berkomitmen denganmu.

Setelah melihat beberapa alasan di atas, mana nih kira-kira yang paling kamu banget? Jika sudah mengetahui penyebabnya dan kamu memang punya keinginan untuk segera punya pasangan, mulailah untuk sedikit berubah. 

Sebuah perubahan perlu dilakukan biar hidup gak monoton. Seperti halnya seorang wiraswastawan, yang harus terus memikirkan rencana pengembangan bisnisnya agar bisa semakin besar dan mensejahterakan karyawan.

Dalam kondisi kekurangan dana untuk mengembangkan bisnisnya, seorang pengusaha tidak akan ragu mencari pinjaman modal demi memperoleh pendapatan yang lebih besar. Salah satu sumber pinjaman yang dapat diandalkan adalah kredit tanpa agunan (KTA) dari bank Standard Chartered yang bisa kamu manfaatkan untuk modal usaha.

Ajukan KTA Standard Chartered sesuai kebutuhan bisnis kamu lewat CekAja.com sekarang juga! Prosesnya cepat, syaratnya mudah.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke