Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Masih Kuliah Pengin Beli Apartemen? Ikuti 4 Tips Berikut

by Rafly Aditia on 8 Desember, 2015

kelola keuangan UKM - CekAja.com

Harga properti yang semakin mahal setiap tahunnya, tentu akan membuat pusing jika terus memikirkan bagaimana caranya untuk memiliki tempat tinggal sebelum menikah nanti. Banyak orang yang berpikir untuk bekerja atau minimal memiliki penghasilan dahulu untuk membeli apartemen. Padahal semua bisa kamu persiapkan walau masih berstatus mahasiswa. Bagaimana caranya?

Biasanya, yang terlintas pada pikiran seseorang untuk mengumpulkan uang demi membeli sebuah apartemen dimulai pada saat lulus kuliah dan mendapat pekerjaan. Namun, ternyata kamu bisa mempersiapkan segala hal tersebut walaupun kamu masih duduk di bangku kuliah hingga kini.

Lalu bagaimana caranya bisa mulai memiliki perencanaan keuangan untuk membeli apartemen sejak kamu masih mahasiswa dan masih mengandalkan uang saku dari orang tua? Berikut 4 tips yang bisa dicatat:

Manfaatkan uang saku dari orang tua

Apabila kamu mendapatkan uang saku bulanan dari orang tuamu, sebaiknya kamu menyisihkan sekurang-kurangnya 30 persen dari uang saku yang diberikan.

Asumsinya, apabila kamu setiap bulan mendapatkan uang sebesar 2 juta rupiah maka kamu harus menyimpan uang sebesar 600 ribu dari uang saku kamu setiap bulannya sampai kamu lulus kuliah nanti.

Sehingga kamu akan memiliki sisa uang sebesar 1,4 juta rupiah. Gunakan sebesar 1 juta rupiah untuk konsumsi kamu selama satu bulan, lalu sisakan 400 ribu rupiah untuk menjadi anggaran investasi.

Tidak berhenti di situ, cobalah untuk meningkatkan tabungan kamu sebesar 25 persen setiap tahunnya. Maksudnya, apabila sebelumnya kamu menabung 400 ribu rupiah tiap bulan, maka pada tahun berikutnya uang yang ditabung naik 25 persen menjadi 525 ribu rupiah per bulan. Begitu seterusnya. Bayangkan, jika masa kuliah kamu adalah 5 tahun, maka uang yang terkumpul setelah kamu lulus kuliah kurang lebih sebesar 41 juta rupiah. Bisa digunakan untuk uang muka beli apartemen, bukan?

(Baca juga: Lahir Tahun 90-an Tapi Kepingin Punya Rumah dan Mobil Sendiri, Ini Strategi Finansialnya)

Gunakan rumus untuk perhitungkan nilai rumah di masa depan

Pastinya harga rumah saat ini dan di masa depan akan berbeda, untuk itu kamu harus berpikir lebih realistis mengenai harga rumah KPR yang kamu inginkan dan gunakan rumus berikut;

FV = PV*(1+i)^n

FV : Harga rumah KPR sekarang

PV : Harga rumah KPR mendatang

i     : Faktor kenaikan harga rumah (misalnya 15%n-25% pertahun)

n   : Waktu yang tersedia untuk memiliki rumah. Misal: lama kuliah 4 tahun, ingin memiliki rumah 2 tahun setelah lulus, maka nilai ‘n’ adalah 6 tahun.

Cari tambahan penghasilan

Kamu mulai dapat melakukan pekerjaan part-time yang menyesuaikan dengan jadwal kuliah, sehingga prestasi akademismu tidak berantakan namun kamu juga dapat menambah pengalaman dan pastinya pemasukan bulanan untuk mengumpulkan uang demi membeli sebuah rumah setelah lulus nanti.

Apabila kamu bekerja part-time dengan penghasilan sebesar 2 juta rupiah sebulannya, maka gunakan hanya 500 ribu saja untuk tambahan konsumsi bulananmu sehingga kamu memiliki uang sebesar 1,5 juta rupiah sebulan yang bisa dimasukkan dalam tabungan untuk membeli apartemen.

(Baca juga: 5 Cara Bisa Dapat Uang Banyak Walau Hanya Kerja Freelance)

Jadi freelance sales property

Menjadi seorang sales properti dengan status freelance bis memberikan penghasilan tambahan yang lumayan bagi kamu. Fee rata-rata sales properti freelance biasanya sekitar 2-3 persen dari harga rumah yang berhasil dijual.

Jika diasumsikan kamu menjual 2 rumah setiap bulannya dengan harga 1 miliar, maka dalam sau bulan kamu akan mengantongi pendapatan sebesar 6 juta rupiah.

(Baca juga: Jangan Ajukan KPR Bila Belum Tahu Lima Catatan Ini)

Rajin cari promo

Dengan tabungan sebesar 600 ribu per bulan dari uang saku dan 1,5 juta rupiah per bulan dari pekerjaan part-time, dalam satu bulan kamu memiliki dana tabungan sebesar 2,1 juta rupiah, selama 4 tahun kamu akan mengumpulkan uang sebesar 100,8 juta rupiah!.

Belum lagi, ditambah penghasilan bulananmu dari pekerjaan freelance sales property yang sebesar 6 juta rupiah. Total kamu bisa menghasilkan uang sebanyak 8,1 juta rupiah per bulan.

Jadi, perhitungannya dalam lima tahun seperti ini:

Tabungan dari uang saku: 600 ribu rupiah per bulan

Tabungan dari gaji part time: 1,5 juta rupiahvper bulan

Tabungan dari komisi freelance sales property: 6 juta rupiah per bulan

Selama lima tahun kamu akan mengumpulkan uang sebanyak: 8,1 juta rupiah x 60 bulan  = Rp 486.000.000

Uang sebesar ini bisa kamu jadikan uang muka atau DP kredit apartemen atau rumah dan biaya-biaya lainnya serta cicilan sampai beberapa bulan ke depab di tahun 2020 nanti dengan harga promo, tentunya setelah kamu lulus kuliah kamu bisa langsung memiliki apartemen dan tidak pusing-pusing lagi demi mengumpulkan uang muka untuk membeli rumah. Pasalnya kamu hanya tinggal membayar cicilan bulanan yang tentunya dapat kamu penuhi dengan statusmu yang sudah lulus kuliah dan sedang bekerja.

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami