Mata Perih Hingga Sesak, Ini Efek Gas Air Mata Terhadap Kesehatan

Aksi demo menolak kebijakan RKUHP, sempat menyisakan efek gas air mata. Utamanya di beberapa titik seperti Palmerah, Lapangan Tembak, Senayan, dan Slipi. Pengendara dan pejalan kaki pun harus merasakan perihnya luapan gas yang umum digunakan aparat untuk meredam kericuhan massa tersebut.

efek gas air mata

Reaksi gas air mata yang terhirup memang pasti berefek pada sejumlah bagian tubuh. Selain pedih di mata, kulit pun akan terasa seperti tertusuk-tusuk. Efek ini muncul setelah 30 detik gas diletupkan. Oleh karenanya, para demonstran langsung berlari dan menghindar setiap kali gas air mata ditembakkan. Sementara mereka yang berada di wilayah berdekatan dengan jangkauan asap akan mulai merasa perih pada bagian mata selang 10-30 menit kemudian.

Adapun sisa-sisa gas air mata baru akan hilang dalam waktu kurang lebih 24 jam. Itu mengapa di keesokan hari usai demo, pengguna jalan masih merasakan efek perih tadi.

Kandungan Gas Air Mata

Kandungan Gas Air Mata - Mata Perih Hingga Sesak, Ini Efek Gas Air Mata Terhadap Kesehatan.jpg

Seperti apa gas air mata itu? Dari bentuknya, mirip serbuk yang dimasukkan ke dalam kaleng aerosol. Ketika ditembakkan, kaleng tersebut akan meledak di udara dan memuntahkan wadah logam yang berisi gas. Jangan sesekali mengambil tabung gas air mata yang tergeletak tak meledak, karena dikhawatirkan akan meledak sewaktu-waktu hingga berakibat cidera.

Dalam satu kaleng gas air mata, terdapat beberapa kandungan kimia yang cukup berbahaya. Mulai dari arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat, hingga O-Chlorobenzalmalononitrile.

Ada tiga macam gas air mata yang saat ini umum digunakan, baik oleh individu maupun aparat keamanan. Dilansir dari Hello Sehat, ketiganya antara lain CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CN (chloroacetophenone), dan semprotan merica.

(Baca juga: Tips Penting Bagi Para Demonstran yang Ingin Berunjuk Rasa)

Berbagai ‘Aftermath’ Paparan Gas Air Mata

Gejala pasca terkena gas air mata yang umum dirasakan antara lain produksi air mata berlebihan diikuti rasa perih, penglihatan kabur, iritasi kulit, kesulitan bernapas, dan nyeri dada. Bahkan jika sudah terkontaminasi gas air mata secara berlebih juga dapat menimbulkan muntah serta diare.

Ketika terhirup melalui rongga hidung, kandungan gas air mata umumnya akan merangsang kelenjar untuk memproduksi air mata dan menyebabkan iritasi. Meski begitu, zat tersebut tidak akan merusak jaringan hingga berujung gangguan fungsi penglihatan.

Bagian tubuh lain yang kena imbasnya adalah rongga pernapasan pada hidung dan paru paru. Tak heran kalau beberapa orang akan merasa sesak napas usai terpapar gas air mata. Namun dampak ini akan sangat terasa pada orang-orang dengan riwayat penyakit seperti alergi atau asma.

Gas Air Mata Expired, Lebih Berbahaya?

Gas Air Mata Expired, Lebih Berbahaya_ - Mata Perih Hingga Sesak, Ini Efek Gas Air Mata Terhadap Kesehatan.jpg

Selain aksi demo yang menjadi sorotan, gas air mata expired alias kadaluarsa sempat viral di social media. Dalam sebuah unggahan, terlihat potret selongsong gas air mata berwarna abu-abu dengan beberapa cap keterangan, termasuk ‘Best Before May 2016’. Melihat kabar tersebut, respon masyarakat beragam. Kecemasan akan efek samping yang dianggap beracun sampai menyebabkan kematian misalnya.

Namun ternyata, gas air mata yang kadaluarsa justru mengurangi efek dari senyawa itu sendiri. Hal ini karena zatnya sudah mengalami perubahan karena teroksidasi secara kimiawi. Jadi salah apabila anggapan bahwa gas air mata kadaluarsa, lebih berbahaya dan menyebabkan kematian.

Meredakan Efek Gas Air Mata

Meredakan Efek Gas Air Mata - Mata Perih Hingga Sesak, Ini Efek Gas Air Mata Terhadap Kesehatan.jpg

Belajar dari pengalaman pasca demo kemarin, bagi yang selalu beraktivitas di lokasi dekat tempat unjuk rasa, ada beberapa P3K untuk meredakan efek gas air mata tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa pasta gigi (odol) dapat menghalau gas air mata.

Menurut dokter mata dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Florence Meilani Manurung, Sp.M (K), odol tidak bisa sepenuhnya menjadi tameng saat terpapar gas tersebut. Efek penggunan odol hanya mampu mendinginkan kelopak mata. Sehingga dengan kata lain, cara ini kurang tepat.

Pertama, jangan panik dan segera lah mendongak ke atas. Lalu basuh wajah menggunakan air bersih. Jadi daripada bawa odol, lebih baik bawa air mineral. Sedangkan langkah preventifnya, gunakan kacamata hitam serta masker untuk menghindari gas air mata terhirup sampai paru paru.

(Baca juga: Jelang Demo MK, Ayo Gelar 5 Jenis Dagangan yang Laris Dibeli Massa PA 212)

Demo yang sudah berakhir, semoga memberi hasil positif bagi keadilan rakyat Indonesia dengan tidak disahkannya RKUHP. Apapun yang terjadi, lindungi selalu keluargamu lewat fasilitas asuransi kesehatan yang memberi banyak keuntungan bagi kehidupan finansial dan masa depan kelak. Cari asuransi terbaik, kunjungi segera website CekAja.com.