Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mau Hidup Lebih Lama? Minum 2 Cangkir Teh Sehari!

by Gito on 9 Mei, 2019

Bagaimana kamu memulai pagi kamu? Apakah dengan melakukan olahraga, berkebun atau malah memasak? Tidak ada yang salah dengan itu semua, asal jangan hanya duduk berpangku tangan.

Gerakkan semua sendi – sendi yang ada dan biarkan udara pagi mengalir lurus ke dalam pori-pori tubuh kamu lalu rasakan manfaatnya. Setelah merasakan segarnya udara pagi, mulailah harimu dengan sesuatu yang hangat.

Kamu suka teh? Satu langkah baik untuk hidupmu. Tidak ada yang lebih menyehatkan dan menenangkan dari mengkonsumsi teh hangat di pagi hari.

Tidak hanya itu, teh juga dikabarkan mampu membuat penimatnya berumur panjang. Penelitian yang dilakukan di Australia Barat menunjukkan, wanita yang meminum teh sebanyak 2 cangkir sehari memilki usia yang lebih panjang ketimbang mereka yang tidak mengkonsumsinya.

Penelitian tersebut melibatkan 1.000 wanita berusia diatas 75 tahun. Hasilnya wanita yang meminum teh tenyata menyerap kandungan flavonoid yang membuat usianya menjadi lebih panjang dan sehat.

(Baca juga: Kamu Lebih Suka Kopi atau Teh? Ini Manfaat Keduanya)
Mengenal Flavonoid

Flavonoid merupakan salah satu zat alami yang ada dalam kandungan teh. Jumlahnya sangat tinggi dalam satu cangkir seduhan teh. Konon zat inilah yang membuat para wanita lanjut usia tersebut berumur panjang.

Flavonoid berkhasiat mengurangi kerusakan oksidatif, mempengaruhi tekanan darah dan juga peradangan. Disamping itu, zat yang juga terkandung di buah-buahan ini juga merupakan amunisi yang ampuh untuk memerangi kanker dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Namun tidak semua jenis teh memiliki kandungan flavonoid tinggi. Teh yang paling baik untuk dikonsumsi adalah teh hijau, hal itu dikarenakan jenis teh ini memiliki konsentrasi flavonoid yang paling tinggi dan paling mungkin memberikan hasil.

Lalu bagaimana dengan teh hitam? Jangan bersedih, meskipun kandungan flavonoidnya lebih sedikit dibanding teh hijau, mengkonsumsi teh hitam masih menunjukkan hasil yang baik terhadap tubuh. Yang terpenting adalah jangan mencampur teh kamu dengan gula.

Meskipun sedikit gula tidak masalah terhadap kesehatan, namun jika terlalu banyak maka kandungan flavonoid yang ada dalam teh berpotensi rusak. Jadi biasakanlah meminum teh tanpa gula.

(Baca juga: Jangan Ngaku Pecinta Teh Kalau Belum Kenal 10 Teh Termahal Dunia Ini)
Flavonoid Selain Teh

Selain teh, kamu juga bisa mendapatkan kandungan ini di beberapa jenis bunga, buah dan juga kacang-kacangan. Nah berikut merupakan beberapa sumber flavonoid yang bisa kamu konsumsi.

1. Rosella

Ekstrak bunga rosella banyak digunakan untuk bahan dasar teh herbal. Ekstrak rosella dipercaya sangat baik untuk mengobati kolesterol tinggi, tekanan darah dan juga diabetes tipe 2.

Namun hingga kini belum terdapat penelitian yang memadai untuk dapat melihat kandungan dan efeknya secara jelas.

2. Apel

Didalam Apel terkandung zat yang dinamakan quercetin. Zat tersebut merupakan jenis flavonoid yang mampu mencegah serangan jantung, katarak dan mempercepat penyembuhan akibat naiknya asam lambung.

Zat yang terkandung dalam apel juga bermanfaat untuk mengendalikan asma kamu.

3. Anggur merah

Anggur merah yang sudah difermentasi menjadi minuman beralkohol ternyata banyak mengandung khasiat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Tetapi jika kamu bukan seorang peminum, jangan khawatir kamu bisa mendapatkan flavonoid dari angur yang berwarna ungu.

4. Sirsak

Siapa yang tidak suka buah yang satu ini? Rasa manis dan asamnya bersatu padu menciptakan sensasi segar di mulut yang rasanya sulit untuk ditolak. Dibalik rasanya yang enak, sirsak juga mengandung antioksidan dan juga fenol.

Kandungan ini dikatakan mampu mengobati penyakit kanker dan juga hipertensi. Antioksidan yang terkandung didalam sirsak juga berfungsi untuk meregenerasi sel mati dan mempercepat penyembuhan.

5. Belimbing wuluh

Buah yang dinamakan belimbing sayur ini juga memilki kandungan flavonoid yang tinggi. Rasanya yang sangat asam membuatnya kerap disandingkan dengan masakan utama untuk menyeimbangkan rasa.

Jika dulu kamu suka membuang buah ini dan hanya mengambil lauknya saja, sekarang coba dibalik dan rasakan manfaatnya. Tetapi jangan juga berlebihan mengkonsumsinya ya, karena kandungan asam oksalatnya dapat membuat berat kerja ginjal kamu.

6. Kacang kedelai

Sumber flavonoid juga bisa kamu temukan di kacang kedelai. Itu mengapa orang tua kita selalu menganjurkan untuk mengkonsumsi tempe dan juga tahu.

Bahkan penelitian menyatakan bahwa kacang kedelai memiliki manfaat dalam mencegah kanker payudara, membantu mengurangi kadar gula darah pada diabetes, mengurangi kolesterol, dan membantu mengurangi gejala menopause.

Terpenting dalam menjaga kesehatan adalah terus melakukan aktivitas fisik dan makan makanan bergizi. Lengkapi juga diri kamu dengan fasilitas kesehatan dari perusahaan asuransi kepercayaan kamu. Akses CekAja.com dan beli asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami